<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Penipuan Soceng! Masyarakat Diimbau Tidak Asal Klik Link dan Install Aplikasi</title><description>Waspada penipuan social engineering (soceng) atau lebih dikenal dengan modus begal rekening.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi"/><item><title>Waspada Penipuan Soceng! Masyarakat Diimbau Tidak Asal Klik Link dan Install Aplikasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi-SQGyqrJPu5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada penipuan modus soceng (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/622/2677238/waspada-penipuan-soceng-masyarakat-diimbau-tidak-asal-klik-link-dan-install-aplikasi-SQGyqrJPu5.jpg</image><title>Waspada penipuan modus soceng (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Waspada penipuan social engineering (soceng) atau lebih dikenal dengan modus begal rekening.  Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada terhadap informasi menyesatkan yang datang dari sumber tidak resmi perbankan.
Pakar Keamanan siber menekankan kepada masyarakat untuk menghindari klik tautan yang mencurigakan atau mirip-mirip dengan akun resmi perbankan yang ditujukan untuk &amp;ldquo;mencuri&amp;rdquo; akses layanan perbankan seseorang.
BACA JUGA:Waspada Soceng, BRI Ungkap Modus Kejahatan Perbankan
Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan makin beragamnya modus penipuan social engineering (soceng) harus ditanggapi masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan saat mengakses informasi mau pun saat bertransaksi. Masyarakat diharuskan lebih waspada agar tidak membagikan data pribadi dan data perbankan kepada pelaku yang mengaku mengatasnamakan bank.
&quot;Soceng biasanya mempengaruhi pikiran korban dengan &amp;lsquo;angin surga&amp;rsquo; melalui penawaran hadiah, atau menakut-nakuti seperti jika tidak melakukan yang diperintahkan akun nasabah bisa terblokir atau dikenai denda,&quot; jelasnya melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Kamis (29/9/22).
BACA JUGA:Fakta Pelaku Soceng Bikin Was-Was Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban
Menurutnya, fenomena &amp;lsquo;angin surga&amp;rsquo; kuat sekali dengan janji muluk-muluk. Kelengahan dimanfaatkan untuk menekan secara psikologis, ini yang membuat penipu melakukan arahan dan diikuti korbannya.
Dia melanjutkan bahwa ajaran orang tua dulu untuk tidak berbicara sama orang asing yang tidak dikenal hingga saat ini masih berlaku, tapi terkadang kita lupa dan lengah.
&quot;Ini menyebabkan terjadi banyak penipuan lewat rekayasa sosial ini.  Dan semakin banyaknya informasi yang lalu lalang sehingga masyarakat  tidak fokus,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya jika ada yang mengatasnamakan perbankan  melalui pesan singkat meminta masyarakat membuka channel atau sebuah  link, nasabah jangan serta merta percaya. Masyarakat harus memastikan  bahwa pemberi link adalah nomor resmi bank terkait.
&amp;ldquo;Tips saya kalau ada nomor yang tidak jelas diblokir saja  sederhananya. Nomor penipuan itu kebanyakan menggunakan nomor pra bayar.  Itu diblokir saja. Karena kalau lembaga resmi punya call center tidak  dengan nomor pra bayar. Dan jangan sekali-kali membuka link yang  di-share dari nomor-nomor yang mencurigakan tadi,&amp;rdquo; kata Ardi menegaskan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Waspada penipuan social engineering (soceng) atau lebih dikenal dengan modus begal rekening.  Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada terhadap informasi menyesatkan yang datang dari sumber tidak resmi perbankan.
Pakar Keamanan siber menekankan kepada masyarakat untuk menghindari klik tautan yang mencurigakan atau mirip-mirip dengan akun resmi perbankan yang ditujukan untuk &amp;ldquo;mencuri&amp;rdquo; akses layanan perbankan seseorang.
BACA JUGA:Waspada Soceng, BRI Ungkap Modus Kejahatan Perbankan
Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan makin beragamnya modus penipuan social engineering (soceng) harus ditanggapi masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan saat mengakses informasi mau pun saat bertransaksi. Masyarakat diharuskan lebih waspada agar tidak membagikan data pribadi dan data perbankan kepada pelaku yang mengaku mengatasnamakan bank.
&quot;Soceng biasanya mempengaruhi pikiran korban dengan &amp;lsquo;angin surga&amp;rsquo; melalui penawaran hadiah, atau menakut-nakuti seperti jika tidak melakukan yang diperintahkan akun nasabah bisa terblokir atau dikenai denda,&quot; jelasnya melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh MPI, Kamis (29/9/22).
BACA JUGA:Fakta Pelaku Soceng Bikin Was-Was Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban
Menurutnya, fenomena &amp;lsquo;angin surga&amp;rsquo; kuat sekali dengan janji muluk-muluk. Kelengahan dimanfaatkan untuk menekan secara psikologis, ini yang membuat penipu melakukan arahan dan diikuti korbannya.
Dia melanjutkan bahwa ajaran orang tua dulu untuk tidak berbicara sama orang asing yang tidak dikenal hingga saat ini masih berlaku, tapi terkadang kita lupa dan lengah.
&quot;Ini menyebabkan terjadi banyak penipuan lewat rekayasa sosial ini.  Dan semakin banyaknya informasi yang lalu lalang sehingga masyarakat  tidak fokus,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya jika ada yang mengatasnamakan perbankan  melalui pesan singkat meminta masyarakat membuka channel atau sebuah  link, nasabah jangan serta merta percaya. Masyarakat harus memastikan  bahwa pemberi link adalah nomor resmi bank terkait.
&amp;ldquo;Tips saya kalau ada nomor yang tidak jelas diblokir saja  sederhananya. Nomor penipuan itu kebanyakan menggunakan nomor pra bayar.  Itu diblokir saja. Karena kalau lembaga resmi punya call center tidak  dengan nomor pra bayar. Dan jangan sekali-kali membuka link yang  di-share dari nomor-nomor yang mencurigakan tadi,&amp;rdquo; kata Ardi menegaskan.</content:encoded></item></channel></rss>
