<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun usai OPEC+ Pertimbangkan Pangkas Produksi</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun usai OPEC+ Pertimbangkan Pangkas Produksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi</guid><pubDate>Jum'at 30 September 2022 06:35 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi-0itsI4ASla.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/30/320/2677816/harga-minyak-dunia-turun-usai-opec-pertimbangkan-pangkas-produksi-0itsI4ASla.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia sempat menyentuh di atas USD90 per barel dan kemudian mundur, karena para pedagang menimbang prospek ekonomi yang memburuk terhadap potensi pengurangan produksi OPEC+ minggu depan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November kehilangan 83 sen atau 0,9%, menjadi menetap di USD88,49 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah naik setinggi USD90,12 selama sesi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, WTI Dibanderol USD78,5/Barel

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November merosot 92 sen atau 1,1%, menjadi ditutup pada USD81,23 per barel di New York Mercantile Exchange, dilansir dari Antara, Jumat (30/9/2022).
Anggota terkemuka Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memulai diskusi tentang pengurangan produksi minyak pada pertemuan berikutnya 5 Oktober, tiga sumber mengatakan kepada Reuters.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Usai Sentuh Level Terendah

OPEC mengatakan kepada Reuters bahwa pemotongan &quot;mungkin&quot;, sementara dua sumber OPEC+ lainnya mengatakan anggota kunci telah berbicara tentang topik tersebut.
Reuters melaporkan minggu ini bahwa Rusia kemungkinan akan mengusulkan agar OPEC+ mengurangi produksi minyak sekitar 1 juta barel per hari (bph).
&quot;Saat ini, pasar minyak tertatih-tatih antara kehancuran permintaan yang diinduksi Fed dan pasokan minyak yang ketat,&quot; kata Ryan Dusek, direktur di Grup Penasihat Risiko Komoditas di Opportunne LLP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy8xLzE1MzYyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di China, importir minyak mentah terbesar di dunia, perjalanan selama  liburan nasional selama seminggu yang akan datang akan mencapai level  terendah dalam beberapa tahun, karena aturan nol-COVID Beijing membuat  orang tetap di rumah sementara kesengsaraan ekonomi membatasi  pengeluaran.
Harga acuan minyak mentah tetap pada kecepatan untuk mencatat  kenaikan mingguan, setelah penurunan beruntun empat minggu. Awal pekan  ini mereka rebound dari posisi terendah sembilan bulan, didukung oleh  penurunan indeks dolar AS dan penarikan persediaan bahan bakar AS yang  lebih besar dari perkiraan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia sempat menyentuh di atas USD90 per barel dan kemudian mundur, karena para pedagang menimbang prospek ekonomi yang memburuk terhadap potensi pengurangan produksi OPEC+ minggu depan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November kehilangan 83 sen atau 0,9%, menjadi menetap di USD88,49 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah naik setinggi USD90,12 selama sesi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, WTI Dibanderol USD78,5/Barel

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November merosot 92 sen atau 1,1%, menjadi ditutup pada USD81,23 per barel di New York Mercantile Exchange, dilansir dari Antara, Jumat (30/9/2022).
Anggota terkemuka Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memulai diskusi tentang pengurangan produksi minyak pada pertemuan berikutnya 5 Oktober, tiga sumber mengatakan kepada Reuters.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Usai Sentuh Level Terendah

OPEC mengatakan kepada Reuters bahwa pemotongan &quot;mungkin&quot;, sementara dua sumber OPEC+ lainnya mengatakan anggota kunci telah berbicara tentang topik tersebut.
Reuters melaporkan minggu ini bahwa Rusia kemungkinan akan mengusulkan agar OPEC+ mengurangi produksi minyak sekitar 1 juta barel per hari (bph).
&quot;Saat ini, pasar minyak tertatih-tatih antara kehancuran permintaan yang diinduksi Fed dan pasokan minyak yang ketat,&quot; kata Ryan Dusek, direktur di Grup Penasihat Risiko Komoditas di Opportunne LLP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yMy8xLzE1MzYyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di China, importir minyak mentah terbesar di dunia, perjalanan selama  liburan nasional selama seminggu yang akan datang akan mencapai level  terendah dalam beberapa tahun, karena aturan nol-COVID Beijing membuat  orang tetap di rumah sementara kesengsaraan ekonomi membatasi  pengeluaran.
Harga acuan minyak mentah tetap pada kecepatan untuk mencatat  kenaikan mingguan, setelah penurunan beruntun empat minggu. Awal pekan  ini mereka rebound dari posisi terendah sembilan bulan, didukung oleh  penurunan indeks dolar AS dan penarikan persediaan bahan bakar AS yang  lebih besar dari perkiraan.</content:encoded></item></channel></rss>
