<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Proyeksi Inflasi Melandai di Kuartal III-2023</title><description>Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi melandai di kuartal III-2023. BI  yakin inflasi inti akan kembali ke kisaran target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023"/><item><title>BI Proyeksi Inflasi Melandai di Kuartal III-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2022 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023-NmByjiKIko.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI yakin inflasi inti akan melandai tahun depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/01/320/2678835/bi-proyeksi-inflasi-melandai-di-kuartal-iii-2023-NmByjiKIko.jpg</image><title>BI yakin inflasi inti akan melandai tahun depan (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi melandai di kuartal III-2023. BI yakin inflasi inti akan kembali ke kisaran target yakni 3% plus minus 1%.
&quot;Kami yakini dengan langkah-langkah stabilisasi yang kami lakukan saat ini paling tidak pada triwulan III-2023 nantinya inflasi inti akan kembali ke kisaran sasaran,&quot; kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho dilansir dari Antara, Sabtu (1/10/2022).
BACA JUGA:Rupiah Sedikit Menguat Didukung Pernyataan Jokowi Soal Inflasi Terkendali 

Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69% (yoy) seiring dengan meningkatnya inflasi kelompok harga diatur pemerintah atau administered prices yang sebesar 6,84% (yoy) dan inflasi inti yang menjadi 3,04% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 2,86% (yoy).
Tekanan inflasi diperkirakan meningkat didorong oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah masih tingginya harga energi dan pangan global.
BACA JUGA:Luhut Waspadai Lonjakan Inflasi hingga Harga Pangan Dunia

Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diprediksi meningkat akibat dampak lanjutan atau second round effect dari penyesuaian harga BBM dan menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.
Berbagai perkembangan tersebut diperkirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebih batas atas sasaran 3% plus minus 1%. Pada akhir 2022, BI memperkirakan inflasi inti dapat mencapai 4,6% (yoy).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNS80LzE1MzI2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara  pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan BI, baik dari sisi pasokan  maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya.
Wahyu menyampaikan, salah satu masalah yang sekarang sedang berusaha  untuk diselesaikan adalah tekanan inflasi dari sisi inflasi pangan  melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP).
Gernas PIP menjadi langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan  langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong  produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan  berdampak nasional.
&quot;Ini sudah kita implementasikan di banyak daerah dan hasilnya seperti  kita lihat inflasi volatile food pada September sudah mulai menurun  dibandingkan sebelumnya. Yang dulunya double digit sekarang sudah 8% dan  harapannya nanti inflasi volatile food ini bisa turun sampai 6% atau  bahkan 5%,&quot; ujar Wahyu.</description><content:encoded>BALI - Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi melandai di kuartal III-2023. BI yakin inflasi inti akan kembali ke kisaran target yakni 3% plus minus 1%.
&quot;Kami yakini dengan langkah-langkah stabilisasi yang kami lakukan saat ini paling tidak pada triwulan III-2023 nantinya inflasi inti akan kembali ke kisaran sasaran,&quot; kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho dilansir dari Antara, Sabtu (1/10/2022).
BACA JUGA:Rupiah Sedikit Menguat Didukung Pernyataan Jokowi Soal Inflasi Terkendali 

Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69% (yoy) seiring dengan meningkatnya inflasi kelompok harga diatur pemerintah atau administered prices yang sebesar 6,84% (yoy) dan inflasi inti yang menjadi 3,04% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 2,86% (yoy).
Tekanan inflasi diperkirakan meningkat didorong oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah masih tingginya harga energi dan pangan global.
BACA JUGA:Luhut Waspadai Lonjakan Inflasi hingga Harga Pangan Dunia

Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diprediksi meningkat akibat dampak lanjutan atau second round effect dari penyesuaian harga BBM dan menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.
Berbagai perkembangan tersebut diperkirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebih batas atas sasaran 3% plus minus 1%. Pada akhir 2022, BI memperkirakan inflasi inti dapat mencapai 4,6% (yoy).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNS80LzE1MzI2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara  pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan BI, baik dari sisi pasokan  maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya.
Wahyu menyampaikan, salah satu masalah yang sekarang sedang berusaha  untuk diselesaikan adalah tekanan inflasi dari sisi inflasi pangan  melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP).
Gernas PIP menjadi langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan  langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong  produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan  berdampak nasional.
&quot;Ini sudah kita implementasikan di banyak daerah dan hasilnya seperti  kita lihat inflasi volatile food pada September sudah mulai menurun  dibandingkan sebelumnya. Yang dulunya double digit sekarang sudah 8% dan  harapannya nanti inflasi volatile food ini bisa turun sampai 6% atau  bahkan 5%,&quot; ujar Wahyu.</content:encoded></item></channel></rss>
