<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sarang Burung Walet Punya Potensi Besar tapi Wapres Ungkap Kendala Ekspornya</title><description>Sarang burung walet memiliki potensi besar untuk ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya"/><item><title>Sarang Burung Walet Punya Potensi Besar tapi Wapres Ungkap Kendala Ekspornya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2022 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya-slO3msy8MV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres ungkap hambatan ekspor sarang burung walet (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/01/455/2678694/sarang-burung-walet-punya-potensi-besar-tapi-wapres-ungkap-kendala-ekspornya-slO3msy8MV.jpg</image><title>Wapres ungkap hambatan ekspor sarang burung walet (Foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Sarang burung walet memiliki potensi besar untuk ekspor. Sayangnya, pelaku usaha sarang burung walet masih menghadapi sejumlah tantangan.
Wakil Presiden Maruf Amin mengajak industri Sarang Buruh Walet (SBW) mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain mempunyai harga menarik, pasarnya juga sudah jelas.
BACA JUGA:Lepas Ekspor ke Cina, Mentan Dorong Sarang Burung Walet Indonesia Tembus Pasar Amerika dan Eropa
Wapres mengatakan, saat ini pemerintah punya perhatian khusus untuk memajukan industri tersebut untuk dapat memberikan nilai tambah pada perekonomian masyarakat.
&quot;Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, baik dalam arti pengelolaan, pengolahan, maupun dalam arti pemasaran. Ini komitmen pemerintah,&amp;rdquo; kata Wapres dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/9/2022).
BACA JUGA:Ekspor Rempah hingga Sarang Burung Walet Meroket
Wapres menuturkan bahwa industri SBW memiliki pasar yang luas bahkan hingga ke luar negeri, seperti Tiongkok. Namun sayangnya, untuk masuk ke Tiongkok saat ini syaratnya cukup rumit, sehingga sulit ditembus para eksportir.
&amp;ldquo;Saya tanya apakah karena khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat, tetapi soal bentuk. Yang anehnya (ekspor) tidak bisa lewat negara lain, tetapi harus lewat Hong Kong, jadi harganya lebih rendah,&amp;rdquo; ungkapnya.


Untuk itu, Wapres meminta kepada para pelaku industri SBW agar  menginventarisasi masalah-masalah hambatan ekspor yang ada secara detail  dan segera menyampaikannya kepada pemerintah.
&amp;ldquo;Kita akan mencoba mencari jalan bagaimana agar bisa menembus (pasar  Tiongkok). Dahulu bisa, tetapi belakangan tidak bisa (lagi),&amp;rdquo; ungkapnya.
Wapres mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan segala permasalahan  teknis terkait industri SBW, ia akan segera mengoordinasikannya dengan  kementerian/lembaga dan pihak terkait lainnya.
&amp;ldquo;Hal-hal yang masih menjadi kesulitan teknis, kita usahakan bersama.  Saya nanti dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait, akan kami  bicarakan. Saya berterima kasih, saya bisa tahu dan saya bisa melihat  (masalahnya) di sini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Sarang burung walet memiliki potensi besar untuk ekspor. Sayangnya, pelaku usaha sarang burung walet masih menghadapi sejumlah tantangan.
Wakil Presiden Maruf Amin mengajak industri Sarang Buruh Walet (SBW) mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain mempunyai harga menarik, pasarnya juga sudah jelas.
BACA JUGA:Lepas Ekspor ke Cina, Mentan Dorong Sarang Burung Walet Indonesia Tembus Pasar Amerika dan Eropa
Wapres mengatakan, saat ini pemerintah punya perhatian khusus untuk memajukan industri tersebut untuk dapat memberikan nilai tambah pada perekonomian masyarakat.
&quot;Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, baik dalam arti pengelolaan, pengolahan, maupun dalam arti pemasaran. Ini komitmen pemerintah,&amp;rdquo; kata Wapres dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/9/2022).
BACA JUGA:Ekspor Rempah hingga Sarang Burung Walet Meroket
Wapres menuturkan bahwa industri SBW memiliki pasar yang luas bahkan hingga ke luar negeri, seperti Tiongkok. Namun sayangnya, untuk masuk ke Tiongkok saat ini syaratnya cukup rumit, sehingga sulit ditembus para eksportir.
&amp;ldquo;Saya tanya apakah karena khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat, tetapi soal bentuk. Yang anehnya (ekspor) tidak bisa lewat negara lain, tetapi harus lewat Hong Kong, jadi harganya lebih rendah,&amp;rdquo; ungkapnya.


Untuk itu, Wapres meminta kepada para pelaku industri SBW agar  menginventarisasi masalah-masalah hambatan ekspor yang ada secara detail  dan segera menyampaikannya kepada pemerintah.
&amp;ldquo;Kita akan mencoba mencari jalan bagaimana agar bisa menembus (pasar  Tiongkok). Dahulu bisa, tetapi belakangan tidak bisa (lagi),&amp;rdquo; ungkapnya.
Wapres mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan segala permasalahan  teknis terkait industri SBW, ia akan segera mengoordinasikannya dengan  kementerian/lembaga dan pihak terkait lainnya.
&amp;ldquo;Hal-hal yang masih menjadi kesulitan teknis, kita usahakan bersama.  Saya nanti dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait, akan kami  bicarakan. Saya berterima kasih, saya bisa tahu dan saya bisa melihat  (masalahnya) di sini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
