<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bendungan Manikin Ditargetkan Rampung Awal 2024, Siap Hadapi Kekeringan dan Banjir</title><description>Bendungan Manikin di Kupang ditargetkan rampung awal 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir"/><item><title>Bendungan Manikin Ditargetkan Rampung Awal 2024, Siap Hadapi Kekeringan dan Banjir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2022 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir-R1HAXkOuRz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Manikin siap hadapi banjir dan kekeringan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/01/470/2678601/bendungan-manikin-ditargetkan-rampung-awal-2024-siap-hadapi-kekeringan-dan-banjir-R1HAXkOuRz.jpg</image><title>Bendungan Manikin siap hadapi banjir dan kekeringan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bendungan Manikin di Kupang ditargetkan rampung awal 2024. Bendungan dengan nilai Rp1,9 triliun yang dikerjakan dalam dua paket. Paket I dikerjakan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) - Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,023 triliun.
Sementara untuk Paket II senilai Rp 905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk-PT Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO). Untuk paket I saat ini progres konstruksinya sebesar 31,79% dan paket II sebesar 44,41%.
BACA JUGA:Pemasok Air Baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi Ditargetkan Rampung April 2023
Menteri Basuki berpesan kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan agar dapat selesai sesuai rencana pada tahun 2024, meskipun sempat terkendala lahan dan teknis.
&quot;Diperlukan beberapa langkah untuk melakukan percepatan pembangunan Bendungan Manikin, salah satunya pekerjaan konstruksi dilakukan secara paralel di semua bagian bendungan, tidak perlu sekuensial atau menunggu satu bagian selesai baru dikerjakan bagian lainnya,&quot; kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Sabtu (1/10/202).
BACA JUGA:Antisipasi Banjir, PUPR Bakal Bangun Kantor Khusus Dekat Bendungan
Menteri Basuki menambahkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah segera susun langkah teknis untuk penyelesaian terowongan dan bagian inti tubuh bendungan sesuai dengan kondisi lapangan.


Langkah terakhir keempat, Menteri Basuki meminta dipetakan secara  detail pembuatan drainase untuk pengamanan lereng-lereng di semua bagian  bendungan untuk mencegah terjadi longsor.
&quot;Prediksi BMKG saat ini sudah masuk musim hujan, untuk itu tolong drainasenya dipetakan secara detail,&quot; kata Menteri Basuki.
Bendungan dengan kapasitas tampung 28,20 juta m3 direncanakan dapat  memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di  Kabupaten Kupang.
Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar  700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit  Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,13 MW dan pengendalian  banjir 169,45 m3/detik.</description><content:encoded>JAKARTA - Bendungan Manikin di Kupang ditargetkan rampung awal 2024. Bendungan dengan nilai Rp1,9 triliun yang dikerjakan dalam dua paket. Paket I dikerjakan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) - Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,023 triliun.
Sementara untuk Paket II senilai Rp 905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk-PT Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO). Untuk paket I saat ini progres konstruksinya sebesar 31,79% dan paket II sebesar 44,41%.
BACA JUGA:Pemasok Air Baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi Ditargetkan Rampung April 2023
Menteri Basuki berpesan kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan agar dapat selesai sesuai rencana pada tahun 2024, meskipun sempat terkendala lahan dan teknis.
&quot;Diperlukan beberapa langkah untuk melakukan percepatan pembangunan Bendungan Manikin, salah satunya pekerjaan konstruksi dilakukan secara paralel di semua bagian bendungan, tidak perlu sekuensial atau menunggu satu bagian selesai baru dikerjakan bagian lainnya,&quot; kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Sabtu (1/10/202).
BACA JUGA:Antisipasi Banjir, PUPR Bakal Bangun Kantor Khusus Dekat Bendungan
Menteri Basuki menambahkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah segera susun langkah teknis untuk penyelesaian terowongan dan bagian inti tubuh bendungan sesuai dengan kondisi lapangan.


Langkah terakhir keempat, Menteri Basuki meminta dipetakan secara  detail pembuatan drainase untuk pengamanan lereng-lereng di semua bagian  bendungan untuk mencegah terjadi longsor.
&quot;Prediksi BMKG saat ini sudah masuk musim hujan, untuk itu tolong drainasenya dipetakan secara detail,&quot; kata Menteri Basuki.
Bendungan dengan kapasitas tampung 28,20 juta m3 direncanakan dapat  memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di  Kabupaten Kupang.
Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar  700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit  Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,13 MW dan pengendalian  banjir 169,45 m3/detik.</content:encoded></item></channel></rss>
