<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tenang, Stok Komoditas Pangan dalam Negeri Alami Surplus</title><description>Stok Komoditas Pangan Indonesia seperti ayam, telur, jagung, dan minyak goreng mengalami surplus</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/02/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/02/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus"/><item><title>Tenang, Stok Komoditas Pangan dalam Negeri Alami Surplus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/02/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/02/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus</guid><pubDate>Minggu 02 Oktober 2022 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/01/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus-UbAEAvG4mb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPN pastikan stok pangan tersedia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/01/320/2678875/tenang-stok-komoditas-pangan-dalam-negeri-alami-surplus-UbAEAvG4mb.jpg</image><title>BPN pastikan stok pangan tersedia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Stok Komoditas Pangan Indonesia seperti ayam, telur, jagung, dan minyak goreng mengalami surplus. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Pangan Nasional dalam dialog di MNC Trijaya, Minggu (2/10/2022).
&quot;Secara prinsip kita ini dalam posisi surplus, meskipun memang ada beberapa hal yang kita masih ketergantungan dengan impor,&quot; ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan National Food Agency/NFA, I Gusti Ketut Astawa dalam dialog di MNC Trijaya, Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA:Indonesia Hadapi Masalah Serius Soal Ketahanan Pangan

Namun, untuk kedelai hampir 80% masih impor, begitu juga dengan daging dan gula. Hal tersebut menjadi target NFA untuk ke depannya dalam menggenjot produksi di dalam negeri.
Meskipun masih bergantung impor, lanjut Ketut, berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut masih mengalami surplus. Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi.
BACA JUGA:Hadapi Krisis Global, Anggota DPR Dorong Ikan Jadi Sumber Pangan

&quot;Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya,&quot; jelasnya.
Di samping itu, Ketut menuturkan bahwa saat ini NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Cadangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras. Beras ini ada  sekitar 800 ribu ton sehingga kita harus perkuat supaya diharapkan  sampai 1,2 juta ton. Sementara secara cadangan pangan nasional, beras  kita ada 7 juta ton. Jumlah ini sangat banyak mungkin bisa cukup untuk  sekitar 3-4 bulan atau bisa lebih,&quot; papar Ketut.
&quot;Kami sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan  pemerintah sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya  seperti, jagung, dan kedelai,&quot; tambahnya.
Dia menyebut, Perpres ini sedang dibahas dan diharapkan dalam dua  minggu ke depan hasilnya bisa keluar, karena saat ini masih ada beberapa  perbaikan.
&quot;Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa keluar karena masih ada  perbaikan perbaikan sedikit, dapat masukan dari beberapa pihak. Kita  harapkan dengan Perpres cadangan pangan ini kita memiliki regulasi yang  jelas soal cadangan pangan ke depan seperti apa,&quot; pungkas Ketut.
Baca selengkapnya: Tak Perlu Khawatir, Ayam, Jagung hingga Minyak Goreng Masih Surplus</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Stok Komoditas Pangan Indonesia seperti ayam, telur, jagung, dan minyak goreng mengalami surplus. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Pangan Nasional dalam dialog di MNC Trijaya, Minggu (2/10/2022).
&quot;Secara prinsip kita ini dalam posisi surplus, meskipun memang ada beberapa hal yang kita masih ketergantungan dengan impor,&quot; ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan National Food Agency/NFA, I Gusti Ketut Astawa dalam dialog di MNC Trijaya, Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA:Indonesia Hadapi Masalah Serius Soal Ketahanan Pangan

Namun, untuk kedelai hampir 80% masih impor, begitu juga dengan daging dan gula. Hal tersebut menjadi target NFA untuk ke depannya dalam menggenjot produksi di dalam negeri.
Meskipun masih bergantung impor, lanjut Ketut, berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut masih mengalami surplus. Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi.
BACA JUGA:Hadapi Krisis Global, Anggota DPR Dorong Ikan Jadi Sumber Pangan

&quot;Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya,&quot; jelasnya.
Di samping itu, Ketut menuturkan bahwa saat ini NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Cadangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras. Beras ini ada  sekitar 800 ribu ton sehingga kita harus perkuat supaya diharapkan  sampai 1,2 juta ton. Sementara secara cadangan pangan nasional, beras  kita ada 7 juta ton. Jumlah ini sangat banyak mungkin bisa cukup untuk  sekitar 3-4 bulan atau bisa lebih,&quot; papar Ketut.
&quot;Kami sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan  pemerintah sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya  seperti, jagung, dan kedelai,&quot; tambahnya.
Dia menyebut, Perpres ini sedang dibahas dan diharapkan dalam dua  minggu ke depan hasilnya bisa keluar, karena saat ini masih ada beberapa  perbaikan.
&quot;Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa keluar karena masih ada  perbaikan perbaikan sedikit, dapat masukan dari beberapa pihak. Kita  harapkan dengan Perpres cadangan pangan ini kita memiliki regulasi yang  jelas soal cadangan pangan ke depan seperti apa,&quot; pungkas Ketut.
Baca selengkapnya: Tak Perlu Khawatir, Ayam, Jagung hingga Minyak Goreng Masih Surplus</content:encoded></item></channel></rss>
