<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi September Tahunan 5,95%, BPS Soroti Kenaikan Harga BBM</title><description>BPS Melaporkan inflasi tahunan tembus 5,95% dan inflasi menurut komponen yang dibagi tiga diantaranya komponen inti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm"/><item><title>Inflasi September Tahunan 5,95%, BPS Soroti Kenaikan Harga BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm</guid><pubDate>Senin 03 Oktober 2022 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm-mQwX1PZhg7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/03/320/2679559/inflasi-september-tahunan-5-95-bps-soroti-kenaikan-harga-bbm-mQwX1PZhg7.jpg</image><title>Inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Melaporkan inflasi tahunan tembus 5,95% dan inflasi menurut komponen yang dibagi tiga diantaranya komponen inti, komponen yang diatur pemerintah dan komponen harga bergejolak.&amp;nbsp;
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, untuk bulan September ini secara tahunan, terjadi kenaikan inflasi tertinggi pada komponen harga yang diatur oleh pemerintah.
BACA JUGA:BI Sebut Risiko Inflasi Lebihi 4% Masih Tinggi hingga 2023

&quot;Dimana pada bulan Agustus itu hanya sebesar 6,84% kemudian di September ini menjadi 13,28%, ini mudah dipahami karena memang di bulan September ada penyesuaian oleh pemerintah terkait dengan harga BBM, langsung dampaknya gitu ya,&quot; jelas Margo dalam Press Conference Rilis BPS, Senin (3/10/2022).
Untuk komponen harga bergejolak di bulan September 2022 terjadi inflasi sebesar 9,02% dibandingkan pada bulan Agustus 2022 sebesar 8,93%.
&quot;Jadi untuk harga bergejolak juga ada kenaikan inflasinya yang bulan Agustus 8,93% di September ini menjadi 9,02% tapi kenaikannya tidak setajam kenaikan di harga atau komponen yang diatur pemerintah,&quot; katanya.
BACA JUGA:BI Sebut Inflasi Pangan Harus Dijaga 5%, Ini Alasannya

Hal itu disebabkan, lanjut Margo, karena di bulan September ini terjadi deflasi untuk kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau.Kemudian inflasi inti yang sebelumnya 3,04% di bulan Agustus 2022, di bulan September ini menjadi 3,21%.
Jika dilihat andilnya, inflasi tahunan sebesar 5,95% utamanya dikontribusikan oleh komponen harga yang diatur pemerintah.
&quot;Dimana harga yang diatur pemerintah ini memberikan kontribusi kepada inflasi tahunan sebesar 2,35%,&quot; kata Margo.
Kemudian diikuti oleh komponen inti yang memberikan andil 2,11% dan terakhir harga bergejolak yang memberikan kontribusi inflasi secara tahunan sebesar 1,49%.
Sebagai tambahan, inflasi komoditas pada komponen harga yang diatur pemerintah secara tahunan adalah bensin memberikan andil inflasi sebesar 1,13% secara yoy dan inflasi di September ini mencapai 31,9% di komoditas bensin.
Kemudian untuk Solar memberikan andil terhadap inflasi secara yoy sebesar 0,04% dan dilihat inflasi sendiri mencapai 33,01%.
&quot;Beberapa dampak ikutan di bensin dan beberapa BBM memberikan tekanan juga kepada angkutan,&quot; katanya.
Rinciannya untuk andil ke inflasi secara tahunan, tarif angkutan dalam kota sebesar 0,10%, tarif angkutan antar kota 0,03%, angkutan udara 0,39%, bahan bakar rumah tangga 0,30%, tarif kendaraan roda 2 online 0,03%, dan tarif kendaraan roda 4 online 0,02%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Melaporkan inflasi tahunan tembus 5,95% dan inflasi menurut komponen yang dibagi tiga diantaranya komponen inti, komponen yang diatur pemerintah dan komponen harga bergejolak.&amp;nbsp;
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, untuk bulan September ini secara tahunan, terjadi kenaikan inflasi tertinggi pada komponen harga yang diatur oleh pemerintah.
BACA JUGA:BI Sebut Risiko Inflasi Lebihi 4% Masih Tinggi hingga 2023

&quot;Dimana pada bulan Agustus itu hanya sebesar 6,84% kemudian di September ini menjadi 13,28%, ini mudah dipahami karena memang di bulan September ada penyesuaian oleh pemerintah terkait dengan harga BBM, langsung dampaknya gitu ya,&quot; jelas Margo dalam Press Conference Rilis BPS, Senin (3/10/2022).
Untuk komponen harga bergejolak di bulan September 2022 terjadi inflasi sebesar 9,02% dibandingkan pada bulan Agustus 2022 sebesar 8,93%.
&quot;Jadi untuk harga bergejolak juga ada kenaikan inflasinya yang bulan Agustus 8,93% di September ini menjadi 9,02% tapi kenaikannya tidak setajam kenaikan di harga atau komponen yang diatur pemerintah,&quot; katanya.
BACA JUGA:BI Sebut Inflasi Pangan Harus Dijaga 5%, Ini Alasannya

Hal itu disebabkan, lanjut Margo, karena di bulan September ini terjadi deflasi untuk kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau.Kemudian inflasi inti yang sebelumnya 3,04% di bulan Agustus 2022, di bulan September ini menjadi 3,21%.
Jika dilihat andilnya, inflasi tahunan sebesar 5,95% utamanya dikontribusikan oleh komponen harga yang diatur pemerintah.
&quot;Dimana harga yang diatur pemerintah ini memberikan kontribusi kepada inflasi tahunan sebesar 2,35%,&quot; kata Margo.
Kemudian diikuti oleh komponen inti yang memberikan andil 2,11% dan terakhir harga bergejolak yang memberikan kontribusi inflasi secara tahunan sebesar 1,49%.
Sebagai tambahan, inflasi komoditas pada komponen harga yang diatur pemerintah secara tahunan adalah bensin memberikan andil inflasi sebesar 1,13% secara yoy dan inflasi di September ini mencapai 31,9% di komoditas bensin.
Kemudian untuk Solar memberikan andil terhadap inflasi secara yoy sebesar 0,04% dan dilihat inflasi sendiri mencapai 33,01%.
&quot;Beberapa dampak ikutan di bensin dan beberapa BBM memberikan tekanan juga kepada angkutan,&quot; katanya.
Rinciannya untuk andil ke inflasi secara tahunan, tarif angkutan dalam kota sebesar 0,10%, tarif angkutan antar kota 0,03%, angkutan udara 0,39%, bahan bakar rumah tangga 0,30%, tarif kendaraan roda 2 online 0,03%, dan tarif kendaraan roda 4 online 0,02%.</content:encoded></item></channel></rss>
