<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sarana Menara (TOWR) Beli Aset Fiber Optik Rp800 Miliar</title><description>PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membeli aset fiber optik sebesar Rp800 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar"/><item><title>Sarana Menara (TOWR) Beli Aset Fiber Optik Rp800 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar-2iUllWkABQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TOWR beli aset fiber optik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/278/2680425/sarana-menara-towr-beli-aset-fiber-optik-rp800-miliar-2iUllWkABQ.jpg</image><title>TOWR beli aset fiber optik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membeli aset fiber optik sebesar Rp800 miliar. Pembelian aset fiber optik PT Alita Praya Mitra dilakukan perseroan melalui anak dan cucu usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara.
Presiden Direktur Sarana Menara Nusantara Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, aset fiber optik yang dibeli ini memiliki panjang sekitar 10.800 kilometer yang dapat menghasilkan pendapatan (revenue generating fiber), dengan nilai kontrak jangka panjang dan tidak dapat dibatalkan sebesar lebih dari Rp855 miliar.
BACA JUGA:Sarana Menara (TOWR) Habiskan Capex Rp1,5 Triliun, Ini Hasilnya di Semester I-2022

Sebagian besar aset fiber optic ini digunakan untuk melayani pengoperasian tower milik XL dan IOH yang terletak di beberapa lokasi strategis, termasuk Surabaya, Solo, Malang, dan Bali. TOWR Chart by TradingView &amp;ldquo;Aset Alita yang berkualitas tinggi merupakan pelengkap dari 110.000 kilometer fiber yang menghasilkan pendapatan yang telah dimiliki iForte dan dapat meningkatkan pelayanan kami untuk tower fiber dan jasa konektivitas,&amp;ldquo; ucap Ferdinandus.
Sebagai informasi, BIT Teknologi Nusantara merupakan anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh PT iForte Solusi Infotek, anak perusahaan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia. Redpeak Advisers bertindak selaku penasehat keuangan Protelindo untuk transaksi ini.
BACA JUGA:Sarana Menara Nusantara (TOWR) Bakal Fokus Ekspansi Dalam Negeri, Ini Alasannya

Selanjutnya Laporan Informasi atau Fakta Material sesuai dengan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Laporan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00015/BEI/01-2021, Perubahan Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi adalah sebagaimana berikut ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tahun ini, PT Sarana Menara Nusantara Tbk membidik pendapatan sebesar  Rp10,5 triliun. Angka itu naik 22% dibandingkan dengan pendapatan yang  dicatatkan pada 2021, yaitu sebesar Rp8,6 triliun.  Vice President  Director Sarana Menara Nusantara, Adam Gifari menjelaskan, perseroan  juga menargetkan kenaikan EBITDA menjadi Rp9 triliun pada 2022. Angka  ini naik 21,62% dibandingkan 2021 yang mencapai Rp7,4 triliun.
&amp;ldquo;Perseroan akan berusaha untuk beroperasi dengan efisien, mengelola  modal kerja dan meningkatkan margin dan profitabilitas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Adam menjelaskan, alokasi belanja modal pada 2022 adalah sebesar Rp4  triliun. Sedangkan selama semester I-2022 belanja modal telah mencapai  Rp1,57 triliun. Belanja modal tersebut digunakan sebesar 30% untuk  menara, 40% untuk bisnis konektivitas dan tower fiber, dan sisanya untuk  lainnya.
Menurutnya, pada akhir tahun ini TOWR akan memiliki 124 ribu km  sambungan fiber optic pada akhir tahun 2022. Hal ini akan bertambah dari  sambungan optik hasil akuisisi dari PT Alita Praya Mitra yang memiliki  15 ribu km sambungan fiber optik.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membeli aset fiber optik sebesar Rp800 miliar. Pembelian aset fiber optik PT Alita Praya Mitra dilakukan perseroan melalui anak dan cucu usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara.
Presiden Direktur Sarana Menara Nusantara Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, aset fiber optik yang dibeli ini memiliki panjang sekitar 10.800 kilometer yang dapat menghasilkan pendapatan (revenue generating fiber), dengan nilai kontrak jangka panjang dan tidak dapat dibatalkan sebesar lebih dari Rp855 miliar.
BACA JUGA:Sarana Menara (TOWR) Habiskan Capex Rp1,5 Triliun, Ini Hasilnya di Semester I-2022

Sebagian besar aset fiber optic ini digunakan untuk melayani pengoperasian tower milik XL dan IOH yang terletak di beberapa lokasi strategis, termasuk Surabaya, Solo, Malang, dan Bali. TOWR Chart by TradingView &amp;ldquo;Aset Alita yang berkualitas tinggi merupakan pelengkap dari 110.000 kilometer fiber yang menghasilkan pendapatan yang telah dimiliki iForte dan dapat meningkatkan pelayanan kami untuk tower fiber dan jasa konektivitas,&amp;ldquo; ucap Ferdinandus.
Sebagai informasi, BIT Teknologi Nusantara merupakan anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh PT iForte Solusi Infotek, anak perusahaan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia. Redpeak Advisers bertindak selaku penasehat keuangan Protelindo untuk transaksi ini.
BACA JUGA:Sarana Menara Nusantara (TOWR) Bakal Fokus Ekspansi Dalam Negeri, Ini Alasannya

Selanjutnya Laporan Informasi atau Fakta Material sesuai dengan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Laporan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan Keputusan Direksi BEI No. Kep-00015/BEI/01-2021, Perubahan Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi adalah sebagaimana berikut ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tahun ini, PT Sarana Menara Nusantara Tbk membidik pendapatan sebesar  Rp10,5 triliun. Angka itu naik 22% dibandingkan dengan pendapatan yang  dicatatkan pada 2021, yaitu sebesar Rp8,6 triliun.  Vice President  Director Sarana Menara Nusantara, Adam Gifari menjelaskan, perseroan  juga menargetkan kenaikan EBITDA menjadi Rp9 triliun pada 2022. Angka  ini naik 21,62% dibandingkan 2021 yang mencapai Rp7,4 triliun.
&amp;ldquo;Perseroan akan berusaha untuk beroperasi dengan efisien, mengelola  modal kerja dan meningkatkan margin dan profitabilitas,&amp;rdquo; ungkapnya.
Adam menjelaskan, alokasi belanja modal pada 2022 adalah sebesar Rp4  triliun. Sedangkan selama semester I-2022 belanja modal telah mencapai  Rp1,57 triliun. Belanja modal tersebut digunakan sebesar 30% untuk  menara, 40% untuk bisnis konektivitas dan tower fiber, dan sisanya untuk  lainnya.
Menurutnya, pada akhir tahun ini TOWR akan memiliki 124 ribu km  sambungan fiber optic pada akhir tahun 2022. Hal ini akan bertambah dari  sambungan optik hasil akuisisi dari PT Alita Praya Mitra yang memiliki  15 ribu km sambungan fiber optik.</content:encoded></item></channel></rss>
