<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Kompor Listrik, Ridwan Kamil: Mau Masak Mi Instan tapi Matikan Listrik Serumah</title><description>Ridwan Kamil menyatakan bahwa program migrasi kompor gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik masih akan terus mendapatkan penolakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah"/><item><title>Soal Kompor Listrik, Ridwan Kamil: Mau Masak Mi Instan tapi Matikan Listrik Serumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Risky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah-SCMfuPovIW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680122/soal-kompor-listrik-ridwan-kamil-mau-masak-mi-instan-tapi-matikan-listrik-serumah-SCMfuPovIW.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa program migrasi kompor gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik masih akan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat Indonesia.
Menurut dia, hal tersebut karena daya yang dibutuhkan kompor listrik yang ada di pasaran saat ini masih terlalu tinggi.
BACA JUGA:4 Fakta Kompor Listrik Batal, Tarif Dasar Juga Tak Naik

&quot;Kompor listrik yang ada di pasaran ini watt-nya masih tinggi sekali. Jadi ibarat mau masak indomie tapi harus matiin listrik rumah se-kost-an. Nah ini tidak populer,&quot; ungkap Ridwan saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/9/2022).
Mantan wali kota Banding itu menuturkan, program ini bisa terealisasi asalkan telah ditemukan teknologi baru yang membuat daya watt kompor listrik lebih rendah. Termasuk juga teknologi yang membuat proses memasaknya tidak terlalu lama.
&quot;Makanya sebelum ada teknologi kompor listrik rendah daya, kampanye ini agak susah (terealisasi),&quot; tutur dia.
Sementara itu, kata Ridwan, dari sisi sumber energinya, justru berlebih. Bahkan program migrasi kompor listrik tersebut berangkat dari PLN yang kelebihan suplai.
BACA JUGA:Menteri ESDM Buka Suara soal Nasib Program Kompor Listrik, Lanjut?

&quot;Jadi sumber listrik kita ini berlimpah makanya kemarin ada wacana bikin (program migrasi) kompor listrik,&quot; katanya.Sebagaimana diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi menghentikan uji program pengalihan kompor elpiji kemasan 3 kilogram ke kompor listrik.
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan bahwa program uji coba konvensi kompor elpiji 3 kg ke kompor induksi listrik telah dihentikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Kata Pahala, keputusan ini sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
&quot;Ya begitulah kurang lebih (dihentikan),&quot; katanya ditemui di Sarinah, Jakarta.
Pahala mengatakan belum ada penjelasan lebih jauh apakah program konversi kompor gas elpiji 3kg ke kompor listrik akan dilanjutkan kembali.
&quot;Kelihatannya kita memang belum ada rencana untuk melanjutkan untuk penggunaan dari kompor induksi tadi,&quot; katanya.
Terkait dengan nasib kompor listrik yang sudah terlanjur diberikan ke masyarakat, Pahala mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menyarankan untuk bertanya lebih lanjut kepada PLN.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa program migrasi kompor gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik masih akan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat Indonesia.
Menurut dia, hal tersebut karena daya yang dibutuhkan kompor listrik yang ada di pasaran saat ini masih terlalu tinggi.
BACA JUGA:4 Fakta Kompor Listrik Batal, Tarif Dasar Juga Tak Naik

&quot;Kompor listrik yang ada di pasaran ini watt-nya masih tinggi sekali. Jadi ibarat mau masak indomie tapi harus matiin listrik rumah se-kost-an. Nah ini tidak populer,&quot; ungkap Ridwan saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/9/2022).
Mantan wali kota Banding itu menuturkan, program ini bisa terealisasi asalkan telah ditemukan teknologi baru yang membuat daya watt kompor listrik lebih rendah. Termasuk juga teknologi yang membuat proses memasaknya tidak terlalu lama.
&quot;Makanya sebelum ada teknologi kompor listrik rendah daya, kampanye ini agak susah (terealisasi),&quot; tutur dia.
Sementara itu, kata Ridwan, dari sisi sumber energinya, justru berlebih. Bahkan program migrasi kompor listrik tersebut berangkat dari PLN yang kelebihan suplai.
BACA JUGA:Menteri ESDM Buka Suara soal Nasib Program Kompor Listrik, Lanjut?

&quot;Jadi sumber listrik kita ini berlimpah makanya kemarin ada wacana bikin (program migrasi) kompor listrik,&quot; katanya.Sebagaimana diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi menghentikan uji program pengalihan kompor elpiji kemasan 3 kilogram ke kompor listrik.
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan bahwa program uji coba konvensi kompor elpiji 3 kg ke kompor induksi listrik telah dihentikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Kata Pahala, keputusan ini sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
&quot;Ya begitulah kurang lebih (dihentikan),&quot; katanya ditemui di Sarinah, Jakarta.
Pahala mengatakan belum ada penjelasan lebih jauh apakah program konversi kompor gas elpiji 3kg ke kompor listrik akan dilanjutkan kembali.
&quot;Kelihatannya kita memang belum ada rencana untuk melanjutkan untuk penggunaan dari kompor induksi tadi,&quot; katanya.
Terkait dengan nasib kompor listrik yang sudah terlanjur diberikan ke masyarakat, Pahala mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menyarankan untuk bertanya lebih lanjut kepada PLN.</content:encoded></item></channel></rss>
