<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Gembira! Kartu Prakerja Dilanjut hingga 2023, Anggaran Ditambah Rp5 Triliun</title><description>Program kartu prakerja akan dilanjutkan hingga 2023. Adapun anggaran program kartu prakerja bakal ditambah hingga Rp5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun"/><item><title>Kabar Gembira! Kartu Prakerja Dilanjut hingga 2023, Anggaran Ditambah Rp5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun-nC5lj1DjcK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu prakerja akan dilanjut hingga 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680254/kabar-gembira-kartu-prakerja-dilanjut-hingga-2023-anggaran-ditambah-rp5-triliun-nC5lj1DjcK.jpg</image><title>Kartu prakerja akan dilanjut hingga 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Program kartu prakerja akan dilanjutkan hingga 2023. Adapun anggaran program kartu prakerja bakal ditambah hingga Rp5 triliun.
Program Kartu Prakerja tersebut akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.
BACA JUGA:Simak Ya! Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46
&amp;ldquo;Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Selasa (4/10/2022).
Adapun Komite Cipta Kerja dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja, serta memiliki tugas untuk merumuskan kebijakan dan mengendalikan program Kartu Prakerja. Komite tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan wakil ketua adalah Kantor Staf Kepresidenan, serta beranggotakan Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Menteri Dalam Negeri.
BACA JUGA:Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46
Dalam rapat tersebut, para anggota komite sepakat untuk memulai skema normal pada tahun 2023 dan akan melanjutkan skema semi bansos hingga akhir Q4-2022 dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sama dengan sebelumnya.
&amp;ldquo;Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.


Lebih lanjut, Airlangga mengingatkan kepada seluruh pihak agar dapat  mulai melakukan persiapan serta sosialisasi kepada seluruh pemangku  kepentingan terkait adanya berbagai perubahan mengingat skema normal  akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2023.
Selanjutnya terkait dengan pelaksanaan skema normal tersebut, pada  tahun 2023 Pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang  diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian berupa  bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan  Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei  sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.
Selain itu, Airlangga juga menuturkan bahwa Program Kartu Prakerja  tersebut akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran serta  memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga  lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan  Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program  Kartu Prakerja.
Terakhir, guna mendukung pelaksanaan skema normal tersebut, Komite  Cipta Kerja juga meminta kerja sama dan pendampingan antara Kejaksaan  Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepolisian  Republik Indonesia dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja  yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 agar tetap dilanjutkan.
Sebagai informasi, tercatat pada tahun 2022, Program Kartu Prakerja  telah memberikan manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten/kota  di Indonesia dengan total penerima sejak awal pelaksanaan program  hingga mencapai 14,9 juta penerima. Berdasarkan jumlah peserta tahun  2022 tersebut, sebanyak 53,6% di antaranya berasal dari 212  kabupaten/kota target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon  Pekerja Migran Indonesia (PMI).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Program kartu prakerja akan dilanjutkan hingga 2023. Adapun anggaran program kartu prakerja bakal ditambah hingga Rp5 triliun.
Program Kartu Prakerja tersebut akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.
BACA JUGA:Simak Ya! Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46
&amp;ldquo;Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Selasa (4/10/2022).
Adapun Komite Cipta Kerja dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja, serta memiliki tugas untuk merumuskan kebijakan dan mengendalikan program Kartu Prakerja. Komite tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan wakil ketua adalah Kantor Staf Kepresidenan, serta beranggotakan Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Menteri Dalam Negeri.
BACA JUGA:Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46
Dalam rapat tersebut, para anggota komite sepakat untuk memulai skema normal pada tahun 2023 dan akan melanjutkan skema semi bansos hingga akhir Q4-2022 dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sama dengan sebelumnya.
&amp;ldquo;Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.


Lebih lanjut, Airlangga mengingatkan kepada seluruh pihak agar dapat  mulai melakukan persiapan serta sosialisasi kepada seluruh pemangku  kepentingan terkait adanya berbagai perubahan mengingat skema normal  akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2023.
Selanjutnya terkait dengan pelaksanaan skema normal tersebut, pada  tahun 2023 Pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang  diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian berupa  bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan  Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei  sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.
Selain itu, Airlangga juga menuturkan bahwa Program Kartu Prakerja  tersebut akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran serta  memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga  lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan  Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program  Kartu Prakerja.
Terakhir, guna mendukung pelaksanaan skema normal tersebut, Komite  Cipta Kerja juga meminta kerja sama dan pendampingan antara Kejaksaan  Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepolisian  Republik Indonesia dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja  yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 agar tetap dilanjutkan.
Sebagai informasi, tercatat pada tahun 2022, Program Kartu Prakerja  telah memberikan manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten/kota  di Indonesia dengan total penerima sejak awal pelaksanaan program  hingga mencapai 14,9 juta penerima. Berdasarkan jumlah peserta tahun  2022 tersebut, sebanyak 53,6% di antaranya berasal dari 212  kabupaten/kota target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon  Pekerja Migran Indonesia (PMI).</content:encoded></item></channel></rss>
