<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! 38% Pekerja Indonesia Cuma Lulusan SD</title><description>38% pekerja Indonesia ternyata cuma lulusan Sekolah Dasar (SD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd"/><item><title>Jangan Kaget! 38% Pekerja Indonesia Cuma Lulusan SD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-jGj3gqP8IN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayoritas pekerja Indonesia lulusan SD (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680262/jangan-kaget-38-pekerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-jGj3gqP8IN.jpg</image><title>Mayoritas pekerja Indonesia lulusan SD (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 38% pekerja Indonesia ternyata cuma lulusan Sekolah Dasar (SD). Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari mengatakan saat ini lebih dari 50% atau setengah dari total jumlah pekerja di Indonesia mempunyai background pendidikan tamatan SD dan SMP (Sekolah Menengah Pertama).
Dita menjelaskan, saat ini jumlah tenaga kerja di Indonesia tercatat 135,61 juta. Dari total tersebut 38% di antaranya adalah lulusan SD atau tidak lulus SD, 18% adalah lulusan SMP atau tidak lulus SMP, 18,7% lulus SMA, 12,5% lulusan SMK, dan sisanya sekitar 6,7% lulusan S1 ke atas.
BACA JUGA:Industri Petrokimia Butuh 2.800 Tenaga Kerja

&quot;Jadi terlihat ini angkatan kerja kita yang pendidikannya SMP ke bawah itu mencapai 56%, atau setengah lebih dari angkatan kerja kita, memang kekuatan SDM masih sangat rendah untuk bisa berkompetisi untuk pasar kerja global maupun lokal,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (4/10/2022).
Sementara itu, Dita menjelaskan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang di Indonesia, data menunjukkan semakin sulit orang itu mendapatkan pekerjaan.
BACA JUGA:Sepatu Nike Made in Tangerang Serap 40 Ribu Tenaga Kerja Lokal

&quot;Jadi yang menarik begini, justru tingkat pendidikan SD sampai SMP itu tingkat penganggurannya paling kecil, jadi lulusan SD ke bawah yang menganggur hanya 3%, sedangkan lulusan SMP yang menganggur hanya 5%, sementara lulusan SMA yang menganggur itu 8,15% lulusan SMK yang menganggur 10%,&quot; kata Indah.
&quot;Bahkan tingkat Pengangguran di jenjang S1 ke atas itu lebih besar jika dibandingkan di kalangan SD dan SMP,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Dita hal tersebut saat ini menjadi tantangan pemerintah dalam  mengatasi pengangguran intelektual yang saat ini marak terjadi di  Indonesia. Realisasi investasi dengan hilirisasi diharapkan mampu  mengatasi hal tersebut.
&quot;Jadi pengangguran orang berpendidikan, itu yang kita hadapi  sekarang, jadi yang pendidikannya rendah tidak bisa baik lebih  sejahtera, tapi yang pendidikannya tinggi susah mendapat kerja, itu  problemnya,&quot; sambungnya.
Di samping itu Dita juga mengatakan bahwa daya survive para lulusan  SD maupun SMP lebih besar ketimbang jenjang pendidikan di atasnya. Hal  itu membuat mereka lebih mudah menerima pekerjaan apapun.
&quot;Jadi daya SD dan SMP punya daya survive lebih besar, punya kemampuan  menerima pekerjaan apapun, tidak terlalu memilih, yang penting mereka  kerja, itu membuat tingkat Pengangguran ini di dominasi oleh tingkat  SMA, SMK,&quot; pungkas Dita.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 38% pekerja Indonesia ternyata cuma lulusan Sekolah Dasar (SD). Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari mengatakan saat ini lebih dari 50% atau setengah dari total jumlah pekerja di Indonesia mempunyai background pendidikan tamatan SD dan SMP (Sekolah Menengah Pertama).
Dita menjelaskan, saat ini jumlah tenaga kerja di Indonesia tercatat 135,61 juta. Dari total tersebut 38% di antaranya adalah lulusan SD atau tidak lulus SD, 18% adalah lulusan SMP atau tidak lulus SMP, 18,7% lulus SMA, 12,5% lulusan SMK, dan sisanya sekitar 6,7% lulusan S1 ke atas.
BACA JUGA:Industri Petrokimia Butuh 2.800 Tenaga Kerja

&quot;Jadi terlihat ini angkatan kerja kita yang pendidikannya SMP ke bawah itu mencapai 56%, atau setengah lebih dari angkatan kerja kita, memang kekuatan SDM masih sangat rendah untuk bisa berkompetisi untuk pasar kerja global maupun lokal,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (4/10/2022).
Sementara itu, Dita menjelaskan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang di Indonesia, data menunjukkan semakin sulit orang itu mendapatkan pekerjaan.
BACA JUGA:Sepatu Nike Made in Tangerang Serap 40 Ribu Tenaga Kerja Lokal

&quot;Jadi yang menarik begini, justru tingkat pendidikan SD sampai SMP itu tingkat penganggurannya paling kecil, jadi lulusan SD ke bawah yang menganggur hanya 3%, sedangkan lulusan SMP yang menganggur hanya 5%, sementara lulusan SMA yang menganggur itu 8,15% lulusan SMK yang menganggur 10%,&quot; kata Indah.
&quot;Bahkan tingkat Pengangguran di jenjang S1 ke atas itu lebih besar jika dibandingkan di kalangan SD dan SMP,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Dita hal tersebut saat ini menjadi tantangan pemerintah dalam  mengatasi pengangguran intelektual yang saat ini marak terjadi di  Indonesia. Realisasi investasi dengan hilirisasi diharapkan mampu  mengatasi hal tersebut.
&quot;Jadi pengangguran orang berpendidikan, itu yang kita hadapi  sekarang, jadi yang pendidikannya rendah tidak bisa baik lebih  sejahtera, tapi yang pendidikannya tinggi susah mendapat kerja, itu  problemnya,&quot; sambungnya.
Di samping itu Dita juga mengatakan bahwa daya survive para lulusan  SD maupun SMP lebih besar ketimbang jenjang pendidikan di atasnya. Hal  itu membuat mereka lebih mudah menerima pekerjaan apapun.
&quot;Jadi daya SD dan SMP punya daya survive lebih besar, punya kemampuan  menerima pekerjaan apapun, tidak terlalu memilih, yang penting mereka  kerja, itu membuat tingkat Pengangguran ini di dominasi oleh tingkat  SMA, SMK,&quot; pungkas Dita.</content:encoded></item></channel></rss>
