<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Karya Pede Bisa Pangkas Utang Jadi Rp23 Triliun, Caranya?</title><description>PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pede bisa pangkas utang menjadi Rp23 triliun pada 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya"/><item><title>Waskita Karya Pede Bisa Pangkas Utang Jadi Rp23 Triliun, Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya-hdeijOBMdB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WSKT pede bisa pangkas utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/05/278/2681260/waskita-karya-pede-bisa-pangkas-utang-jadi-rp23-triliun-caranya-hdeijOBMdB.jpg</image><title>WSKT pede bisa pangkas utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pede bisa pangkas utang menjadi Rp23 triliun pada 2025. Saat ini utang emiten BUMN konstruksi itu mencapai Rp77 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan, pengurangan utang akan dilakukan melalui divestasi sejumlah ruas jalan tol. Saat ini perusahaan masih membangun beberapa ruas tol yang sebagian sumber anggarannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
BACA JUGA:Punya Utang Rp77 Triliun, Waskita Karya Bakal Jual Jalan Tol

&quot;Kami harapkan diproyeksikan sampai tahun 2025 perseroan menargetkan dekonsolidasi utang kurang lebih Rp23 triliun,&quot; ungkap Wiwi Rabu (5/10/2022).
Penyehatan keuangan BUMN Karya ini memang menjadi fokus utama manajemen dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas. Wiwi meyakini dengan pengurangan utang, maka keuangan Waskita akan membaik ke depannya.
BACA JUGA:Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Kontrak Baru Rp1,15 Triliun

&quot;Ini dampaknya apa? Ini dampaknya Debt to Equity Ratio (DER) kita akan semakin turun pada kisaran yang normal. Sementara tahun 2022 ini, kami memproyeksikan Debt to Equity Ratio kami pada kisaran 2- 3X dibandingkan modal kami,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dana PMN dan rights issue pun dinilai membantu memperbaiki posisi  ekuitas Waskita Karya. Dalam proses rights issue, pemerintah selaku  pemegang saham mayoritas ikut berpartisipasi melalui dukungan dana  berupa pemberian PMN tahun anggaran 2022 senilai Rp3 triliun. PMN  tersebut telah disetujui DPR dan Kementerian Keuangan.
&quot;Ini juga dukungan dari PMN dan rights issue menjadi upaya  memperbaiki posisi ekuitas perseroan semakin meningkat sehingga leverage  semakin menurun dan pada akhirnya porsi utang yang menurun. Ini akan  memperkuat likuidasi Waskita dan pada akhirnya lever DER-nya akan  membaik,&quot; kata Wiwi</description><content:encoded>JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pede bisa pangkas utang menjadi Rp23 triliun pada 2025. Saat ini utang emiten BUMN konstruksi itu mencapai Rp77 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan, pengurangan utang akan dilakukan melalui divestasi sejumlah ruas jalan tol. Saat ini perusahaan masih membangun beberapa ruas tol yang sebagian sumber anggarannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
BACA JUGA:Punya Utang Rp77 Triliun, Waskita Karya Bakal Jual Jalan Tol

&quot;Kami harapkan diproyeksikan sampai tahun 2025 perseroan menargetkan dekonsolidasi utang kurang lebih Rp23 triliun,&quot; ungkap Wiwi Rabu (5/10/2022).
Penyehatan keuangan BUMN Karya ini memang menjadi fokus utama manajemen dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas. Wiwi meyakini dengan pengurangan utang, maka keuangan Waskita akan membaik ke depannya.
BACA JUGA:Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Kontrak Baru Rp1,15 Triliun

&quot;Ini dampaknya apa? Ini dampaknya Debt to Equity Ratio (DER) kita akan semakin turun pada kisaran yang normal. Sementara tahun 2022 ini, kami memproyeksikan Debt to Equity Ratio kami pada kisaran 2- 3X dibandingkan modal kami,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dana PMN dan rights issue pun dinilai membantu memperbaiki posisi  ekuitas Waskita Karya. Dalam proses rights issue, pemerintah selaku  pemegang saham mayoritas ikut berpartisipasi melalui dukungan dana  berupa pemberian PMN tahun anggaran 2022 senilai Rp3 triliun. PMN  tersebut telah disetujui DPR dan Kementerian Keuangan.
&quot;Ini juga dukungan dari PMN dan rights issue menjadi upaya  memperbaiki posisi ekuitas perseroan semakin meningkat sehingga leverage  semakin menurun dan pada akhirnya porsi utang yang menurun. Ini akan  memperkuat likuidasi Waskita dan pada akhirnya lever DER-nya akan  membaik,&quot; kata Wiwi</content:encoded></item></channel></rss>
