<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skema Program Kartu Prakerja 2023 Beda dengan Sekarang, Peserta Dapat Rp4,2 Juta</title><description>Skema Program Kartu Prakerja 2023 berbeda dengan yang sekarang berlaku.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta"/><item><title>Skema Program Kartu Prakerja 2023 Beda dengan Sekarang, Peserta Dapat Rp4,2 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 05:46 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta-aqvt4DLkCv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skema kartu prakerja 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/320/2680595/skema-program-kartu-prakerja-2023-beda-dengan-sekarang-peserta-dapat-rp4-2-juta-aqvt4DLkCv.jpg</image><title>Skema kartu prakerja 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Skema Program Kartu Prakerja 2023 berbeda dengan yang sekarang berlaku. Salah satu perbedaannya adalah dari segi bantuan yang akan diterima peserta.
Pada tahun 2023, pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei Rp100 ribu untuk 2 kali pengisian survei.
BACA JUGA:Penerima Bansos, BLT UMKM hingga BSU Diperbolehkan Jadi Peserta Kartu Prakerja di 2023

Pemerintah juga akan melakukan penyesuaian skema Program Kartu Prakerja yang sebelumnya semi bansos menjadi skema normal pada tahun 2023.
Program Kartu Prakerja tersebut akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.
BACA JUGA:Kartu Prakerja di 2023, Peserta Dapat BLT Rp4,2 Juta

&amp;ldquo;Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (4/10/2022)
Dalam rapat tersebut, para anggota komite sepakat untuk memulai skema normal pada tahun 2023 dan akan melanjutkan skema semi bansos hingga akhir kuartal IV-2022 dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sama dengan sebelumnya.
&amp;ldquo;Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi80LzEzOTIxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Airlangga mengingatkan kepada seluruh pihak agar dapat mulai  melakukan persiapan serta sosialisasi kepada seluruh pemangku  kepentingan terkait adanya berbagai perubahan mengingat skema normal  akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2023.
Selain itu, Airlangga juga menuturkan bahwa Program Kartu Prakerja  tersebut akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran serta  memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga  lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan  Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program  Kartu Prakerja.
Terakhir, guna mendukung pelaksanaan skema normal tersebut, Komite  Cipta Kerja juga meminta kerja sama dan pendampingan antara Kejaksaan  Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepolisian  Republik Indonesia dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja  yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 agar tetap dilanjutkan.
Sebagai informasi, pada tahun 2022, Program Kartu Prakerja tercatat  telah memberikan manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten/kota  di Indonesia dengan total penerima sejak awal pelaksanaan program  mencapai 14,9 juta penerima. Berdasarkan jumlah peserta tahun 2022  tersebut, sebanyak 53,6% di antaranya berasal dari 212 kabupaten/kota  target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon Pekerja Migran  Indonesia (PMI).
Baca selengkapnya: Kartu Prakerja di 2023, Peserta Dapat BLT Rp4,2 Juta</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Skema Program Kartu Prakerja 2023 berbeda dengan yang sekarang berlaku. Salah satu perbedaannya adalah dari segi bantuan yang akan diterima peserta.
Pada tahun 2023, pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei Rp100 ribu untuk 2 kali pengisian survei.
BACA JUGA:Penerima Bansos, BLT UMKM hingga BSU Diperbolehkan Jadi Peserta Kartu Prakerja di 2023

Pemerintah juga akan melakukan penyesuaian skema Program Kartu Prakerja yang sebelumnya semi bansos menjadi skema normal pada tahun 2023.
Program Kartu Prakerja tersebut akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.
BACA JUGA:Kartu Prakerja di 2023, Peserta Dapat BLT Rp4,2 Juta

&amp;ldquo;Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (4/10/2022)
Dalam rapat tersebut, para anggota komite sepakat untuk memulai skema normal pada tahun 2023 dan akan melanjutkan skema semi bansos hingga akhir kuartal IV-2022 dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sama dengan sebelumnya.
&amp;ldquo;Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi80LzEzOTIxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Airlangga mengingatkan kepada seluruh pihak agar dapat mulai  melakukan persiapan serta sosialisasi kepada seluruh pemangku  kepentingan terkait adanya berbagai perubahan mengingat skema normal  akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2023.
Selain itu, Airlangga juga menuturkan bahwa Program Kartu Prakerja  tersebut akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran serta  memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga  lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan  Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program  Kartu Prakerja.
Terakhir, guna mendukung pelaksanaan skema normal tersebut, Komite  Cipta Kerja juga meminta kerja sama dan pendampingan antara Kejaksaan  Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepolisian  Republik Indonesia dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja  yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 agar tetap dilanjutkan.
Sebagai informasi, pada tahun 2022, Program Kartu Prakerja tercatat  telah memberikan manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten/kota  di Indonesia dengan total penerima sejak awal pelaksanaan program  mencapai 14,9 juta penerima. Berdasarkan jumlah peserta tahun 2022  tersebut, sebanyak 53,6% di antaranya berasal dari 212 kabupaten/kota  target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon Pekerja Migran  Indonesia (PMI).
Baca selengkapnya: Kartu Prakerja di 2023, Peserta Dapat BLT Rp4,2 Juta</content:encoded></item></channel></rss>
