<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Bahlil Cerita Gugatan Ekspor Nikel di WTO</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia cerita gugatan ekspor nikel di hadapan mahasiswa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto"/><item><title>Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Bahlil Cerita Gugatan Ekspor Nikel di WTO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto-FxLnllgl2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil cerita gugatan larangan ekspor nikel ke mahasiswa (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/05/320/2680972/di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto-FxLnllgl2l.jpg</image><title>Bahlil cerita gugatan larangan ekspor nikel ke mahasiswa (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia cerita gugatan ekspor nikel di hadapan mahasiswa. Dia mendatangi beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk menjelaskan program hilirasi yang saat ini tengah dibangun pemerintah.
&quot;Saya punya keinginan besar untuk melakukan roadshow, dalam rangka memberikan orasi ilmiah di 7 kampus, pertama ITS, kedua di UGM, setelah itu di ITB, di UI, di Uncen, dan Unhas,&quot; kata Bahlil dalam acara orasi ilmiah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi/BKPM, Selasa (4/10/2022).
BACA JUGA:Ekspor Timah hingga Tembaga Dilarang, Menteri Bahlil Tidak Takut Dibawa ke WTO 
Di hadapan para mahasiswa Bahlil menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu instrumen untuk mengubah dari negara berkembang menjadi negara maju. Sebab negara lain harus mendirikan pabrik di Indonesia jika mau memanfaatkan sumber daya alam.
Menurutnya hilirisasi merupakan upaya untuk mengembangkan industri berkelanjutan yang telah terbukti berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan pendapatan negara.
BACA JUGA:Bahlil: Bali Compendium Senjata RI Hadapi Gugatan Nikel di WTO
Bahlil menjelaskan Pemerintah berupaya serius untuk mendorong hilirisasi dalam penciptaan nilai tambah sumber daya alam, seperti contohnya melalui pembangunan smelter tembaga oleh PT Freeport Indonesia (PT FI) di Gresik, Jawa Timur yang pembangunannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2021 lalu.


&quot;Kita harus dorong hilirisasi agar Indonesia tidak hanya dikenal  sebagai negara tujuan wisata. Dengan hilirisasi ini Indonesia semakin  disegani,&amp;rdquo; tegas Bahlil dalam orasinya,&quot; lanjutnya.
Selain itu upaya lain untuk menghasilkan nilai tambah adalah dengan  meminta investor bangun kolaborasi dengan pengusaha nasional di daerah.  Tujuannya, agar pengusaha daerah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri  dan mendapatkan manfaat secara maksimal dari sumber daya alamnya.  Melalui hilirisasi ini diharapkan bisa memunculkan pusat-pusat  pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
&quot;Kita hadapi gugatan larangan nikel di WTO. Kita juga inisiasi  Kompendium Bali dalam TIIMM (Trade, Investment, and Industry Ministerial  Meeting) G20 kemarin agar negara-negara G20 sepakati pentingnya  hilirisasi untuk mendorong nilai tambah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia cerita gugatan ekspor nikel di hadapan mahasiswa. Dia mendatangi beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk menjelaskan program hilirasi yang saat ini tengah dibangun pemerintah.
&quot;Saya punya keinginan besar untuk melakukan roadshow, dalam rangka memberikan orasi ilmiah di 7 kampus, pertama ITS, kedua di UGM, setelah itu di ITB, di UI, di Uncen, dan Unhas,&quot; kata Bahlil dalam acara orasi ilmiah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi/BKPM, Selasa (4/10/2022).
BACA JUGA:Ekspor Timah hingga Tembaga Dilarang, Menteri Bahlil Tidak Takut Dibawa ke WTO 
Di hadapan para mahasiswa Bahlil menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu instrumen untuk mengubah dari negara berkembang menjadi negara maju. Sebab negara lain harus mendirikan pabrik di Indonesia jika mau memanfaatkan sumber daya alam.
Menurutnya hilirisasi merupakan upaya untuk mengembangkan industri berkelanjutan yang telah terbukti berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan pendapatan negara.
BACA JUGA:Bahlil: Bali Compendium Senjata RI Hadapi Gugatan Nikel di WTO
Bahlil menjelaskan Pemerintah berupaya serius untuk mendorong hilirisasi dalam penciptaan nilai tambah sumber daya alam, seperti contohnya melalui pembangunan smelter tembaga oleh PT Freeport Indonesia (PT FI) di Gresik, Jawa Timur yang pembangunannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2021 lalu.


&quot;Kita harus dorong hilirisasi agar Indonesia tidak hanya dikenal  sebagai negara tujuan wisata. Dengan hilirisasi ini Indonesia semakin  disegani,&amp;rdquo; tegas Bahlil dalam orasinya,&quot; lanjutnya.
Selain itu upaya lain untuk menghasilkan nilai tambah adalah dengan  meminta investor bangun kolaborasi dengan pengusaha nasional di daerah.  Tujuannya, agar pengusaha daerah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri  dan mendapatkan manfaat secara maksimal dari sumber daya alamnya.  Melalui hilirisasi ini diharapkan bisa memunculkan pusat-pusat  pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
&quot;Kita hadapi gugatan larangan nikel di WTO. Kita juga inisiasi  Kompendium Bali dalam TIIMM (Trade, Investment, and Industry Ministerial  Meeting) G20 kemarin agar negara-negara G20 sepakati pentingnya  hilirisasi untuk mendorong nilai tambah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
