<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lumayan, Pemerintah Kantongi Rp2,66 Triliun dari Lelang Sukuk</title><description>Pemerintah mengantongi Rp2,66 triliun dari lelang sukuk tambahan (greenshoe option).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk"/><item><title>Lumayan, Pemerintah Kantongi Rp2,66 Triliun dari Lelang Sukuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk-1FOvR9JW7I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lelang sukuk (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/05/320/2681367/lumayan-pemerintah-kantongi-rp2-66-triliun-dari-lelang-sukuk-1FOvR9JW7I.jpg</image><title>Lelang sukuk (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengantongi Rp2,66 triliun dari lelang sukuk tambahan (greenshoe option). Lelang sukuk tersebut mendapatkan penawaran dengan nominal yang sama dengan dana yang diraup.
Lelang tambahan dilakukan untuk lima seri sukuk negara yakni PBS036, PBS003, PBS029, PBS034, dan PBS033 melalui sistem lelang Bank Indonesia.
BACA JUGA:Wijaya Karya (WIKA) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 Triliun
Melansir Antara, Rabu (5/10/2022), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat serapan dana terbesar berasal dari lelang PBS036 yakni Rp1,07 triliun dengan nominal penawaran yang sama dan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,07619%.
Serapan dana terbesar lainnya berasal dari seri PBS029 yaitu Rp657,5 miliar dengan nominal penawaran yang sama dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 7,33833%.
BACA JUGA:Indah Kiat (INKP) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp3,82 Triliun
Selanjutnya dari PBS003, diserap dana Rp614,2 miliar yang berasal dari jumlah penawaran masuk yang sama, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 6,59714%. Dari seri PBS033, diserap dana Rp205 miliar dari total penawaran yang sama, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,39411%.
Terakhir, dana diserap paling kecil dari seri PBS034 yaitu Rp120 miliar dari penawaran masuk dengan nilai yang sama, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,25%.


Sebelum diadakan lelang tambahan, pemerintah telah meraup dana  sebesar Rp755 miliar dari lelang utama untuk enam seri SBSN. Total  penawaran masuk pada lelang tersebut tercatat Rp7,05 triliun.
Keenam seri yang dimaksud adalah PBS036 dengan dana yang diserap  sebesar Rp150 miliar dari penawaran masuk Rp2,18 triliun, PBS003 Rp150  miliar dari penawaran Rp1,3 triliun, serta PBS029 Rp300 miliar dari  tawaran Rp2,62 triliun.
Kemudian PBS034 dengan penyerapan dana Rp5 miliar dari tawaran masuk  Rp148 miliar dan PBS033 yang meraup dana Rp150 miliar dari penawaran  Rp390 miliar. Sedangkan dari SPNS04042023, pemerintah memutuskan untuk  tak menyerap dana meski terdapat penawaran masuk sebesar Rp400 miliar.
Adapun yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seluruh seri  pada lelang utama memiliki besaran yang sama sama seperti yang  ditetapkan pada lelang tambahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengantongi Rp2,66 triliun dari lelang sukuk tambahan (greenshoe option). Lelang sukuk tersebut mendapatkan penawaran dengan nominal yang sama dengan dana yang diraup.
Lelang tambahan dilakukan untuk lima seri sukuk negara yakni PBS036, PBS003, PBS029, PBS034, dan PBS033 melalui sistem lelang Bank Indonesia.
BACA JUGA:Wijaya Karya (WIKA) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 Triliun
Melansir Antara, Rabu (5/10/2022), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat serapan dana terbesar berasal dari lelang PBS036 yakni Rp1,07 triliun dengan nominal penawaran yang sama dan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,07619%.
Serapan dana terbesar lainnya berasal dari seri PBS029 yaitu Rp657,5 miliar dengan nominal penawaran yang sama dan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 7,33833%.
BACA JUGA:Indah Kiat (INKP) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp3,82 Triliun
Selanjutnya dari PBS003, diserap dana Rp614,2 miliar yang berasal dari jumlah penawaran masuk yang sama, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 6,59714%. Dari seri PBS033, diserap dana Rp205 miliar dari total penawaran yang sama, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,39411%.
Terakhir, dana diserap paling kecil dari seri PBS034 yaitu Rp120 miliar dari penawaran masuk dengan nilai yang sama, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,25%.


Sebelum diadakan lelang tambahan, pemerintah telah meraup dana  sebesar Rp755 miliar dari lelang utama untuk enam seri SBSN. Total  penawaran masuk pada lelang tersebut tercatat Rp7,05 triliun.
Keenam seri yang dimaksud adalah PBS036 dengan dana yang diserap  sebesar Rp150 miliar dari penawaran masuk Rp2,18 triliun, PBS003 Rp150  miliar dari penawaran Rp1,3 triliun, serta PBS029 Rp300 miliar dari  tawaran Rp2,62 triliun.
Kemudian PBS034 dengan penyerapan dana Rp5 miliar dari tawaran masuk  Rp148 miliar dan PBS033 yang meraup dana Rp150 miliar dari penawaran  Rp390 miliar. Sedangkan dari SPNS04042023, pemerintah memutuskan untuk  tak menyerap dana meski terdapat penawaran masuk sebesar Rp400 miliar.
Adapun yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seluruh seri  pada lelang utama memiliki besaran yang sama sama seperti yang  ditetapkan pada lelang tambahan.</content:encoded></item></channel></rss>
