<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Informal Masih Sulit Dapat Rumah Subsidi, Ini Alasannya</title><description>BTN) mencatat, sebagian besar para pekerja informal ternyata tak mendapatkan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya"/><item><title>Pekerja Informal Masih Sulit Dapat Rumah Subsidi, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 21:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya-SxH2HMl62E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/05/470/2681451/pekerja-informal-masih-sulit-dapat-rumah-subsidi-ini-alasannya-SxH2HMl62E.jpg</image><title>Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat, sebagian besar para pekerja informal ternyata tak mendapatkan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Di mana sekitar 60% dari total angkatan kerja Indonesia adalah pekerja informal.&amp;nbsp;
&quot;Jadi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), kalau ditotalkan pekerja sektor informal yang baru dapat bantuan KPR subsidi mungkin baru 6%-7%,&quot; ujar Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending BTN, Mochamad Yut Penta dalam webinar bertajuk Mengatasi Backlog Perumahan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga di Jakarta, Rabu (4/10/2022).
BACA JUGA:Alasan Mengapa Harga Rumah di Jogja Mahal Padahal UMR dan Biaya Hidupnya Cukup Murah

Dia menjelaskan, jumlah pekerja sektor informal yang sudah dapat KPR subsidi hanya sebagian kecil dibandingkan totalnya sendiri di Indonesia.
&quot;Padahal angkatan kerja di Indonesia didominasi oleh pekerja sektor informal sebanyak 60 persen. Jadi masih begitu banyak bahwa pekerja sektor informal masih belum ter-cover dengan baik di negara kita ini,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Harga Rumah Termahal Indonesia, Milik Ahmad Dhani, Raffi Ahmad hingga Sandiaga Uno

Kemudian, lanjut dia&amp;nbsp;permasalahan lain dalam sektor perumahan di Indonesia, yakni ada 12,75 juta backlog kepemilikan rumah. Backlog sendiri adalah angka yang menunjukkan kesenjangan antara jumlah rumah yang tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat, sebagian besar para pekerja informal ternyata tak mendapatkan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Di mana sekitar 60% dari total angkatan kerja Indonesia adalah pekerja informal.&amp;nbsp;
&quot;Jadi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), kalau ditotalkan pekerja sektor informal yang baru dapat bantuan KPR subsidi mungkin baru 6%-7%,&quot; ujar Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending BTN, Mochamad Yut Penta dalam webinar bertajuk Mengatasi Backlog Perumahan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga di Jakarta, Rabu (4/10/2022).
BACA JUGA:Alasan Mengapa Harga Rumah di Jogja Mahal Padahal UMR dan Biaya Hidupnya Cukup Murah

Dia menjelaskan, jumlah pekerja sektor informal yang sudah dapat KPR subsidi hanya sebagian kecil dibandingkan totalnya sendiri di Indonesia.
&quot;Padahal angkatan kerja di Indonesia didominasi oleh pekerja sektor informal sebanyak 60 persen. Jadi masih begitu banyak bahwa pekerja sektor informal masih belum ter-cover dengan baik di negara kita ini,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Harga Rumah Termahal Indonesia, Milik Ahmad Dhani, Raffi Ahmad hingga Sandiaga Uno

Kemudian, lanjut dia&amp;nbsp;permasalahan lain dalam sektor perumahan di Indonesia, yakni ada 12,75 juta backlog kepemilikan rumah. Backlog sendiri adalah angka yang menunjukkan kesenjangan antara jumlah rumah yang tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
