<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Sebut Awan Gelap Masih Membayangi Ekonomi Global</title><description>Awan gelap diprediksi membayangi ekonomi global hingga tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global"/><item><title>Wapres Sebut Awan Gelap Masih Membayangi Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2022 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global-asfpzScX8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres ingatkan soal awan gelap ekonomi global (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2681929/wapres-sebut-awan-gelap-masih-membayangi-ekonomi-global-asfpzScX8N.jpg</image><title>Wapres ingatkan soal awan gelap ekonomi global (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Awan gelap diprediksi membayangi ekonomi global hingga tahun depan. Untuk itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Ma'ruf Amin berpesan bahwa upaya pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat seyogyanya tidak hanya menjadi slogan.
Dia ingin kebangkitan ekonomi ini dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan dan diwujudkan dalam kolaborasi multipihak. Pemulihan yang tengah diperjuangkan saat ini, sebutnya, masih berhadapan dengan realita global yang murung.
BACA JUGA:Menko Luhut Kembali Puji Jokowi: RI Mampu Atasi Krisis Ekonomi Global 

&quot;Krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan menjadi awan gelap yang menyelimuti semua negara. Ancaman resesi dan sinyal kelesuan ekonomi global semakin menguat, bahkan banyak bank sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi,&quot; ujar Ma'ruf dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2022 di Jakarta, Kamis(6/10/2022).
Dia mengatakan, dalam menghadapi situasi seperti ini, negara-negara berkembang perlu mewaspadai kembalinya arus modal ke negara-negara maju. Namun, dia mengingatkan bahwa Indonesia harus berfokus mengoptimalkan seluruh modalitas dan kekuatan yang dimiliki untuk bertahan di situasi yang serba tidak menentu dan terus berikhtiar untuk mencapai seluruh target yang telah ditetapkan demi kemajuan bangsa.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melambat pada 2023, Ini Penyebabnya

&quot;Kekuatan domestik yang perlu kita jaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II tahun ini, 51,57% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga, untuk itu pemerintah terus menjaga level daya beli dan konsumsi masyarakat melalui bantuan sosial dan bantuan langsung tunai yang menyasar rumah tangga maupun UMKM,&quot; papar Ma'ruf.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemerintah, sambung dia, juga terus menggaungkan Gerakan Nasional  Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), di mana produk-produk dalam  negeri, terutama produk UMKM tidak kalah mutunya. Produk fashion muslim,  hijab misalnya, telah berhasil merebut hati konsumen domestik dan juga  luar negeri.
&quot;Ini harus terus kita tingkatkan. Mari kita menjadi yang pertama  memberi contoh kepada masyarakat untuk bangga menggunakan produk buatan  dalam negeri, dan patut bersyukur pula peringkat Indonesia dalam ekonomi  dan keuangan syariah global sangat baik, ini bisa tercapai karena  adanya sinergi erat di antara semua pemangku kepentingan, tidak  terkecuali Bank Indonesia (BI),&quot; pungkas Ma'ruf.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Awan gelap diprediksi membayangi ekonomi global hingga tahun depan. Untuk itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Ma'ruf Amin berpesan bahwa upaya pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat seyogyanya tidak hanya menjadi slogan.
Dia ingin kebangkitan ekonomi ini dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan dan diwujudkan dalam kolaborasi multipihak. Pemulihan yang tengah diperjuangkan saat ini, sebutnya, masih berhadapan dengan realita global yang murung.
BACA JUGA:Menko Luhut Kembali Puji Jokowi: RI Mampu Atasi Krisis Ekonomi Global 

&quot;Krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan menjadi awan gelap yang menyelimuti semua negara. Ancaman resesi dan sinyal kelesuan ekonomi global semakin menguat, bahkan banyak bank sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi,&quot; ujar Ma'ruf dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2022 di Jakarta, Kamis(6/10/2022).
Dia mengatakan, dalam menghadapi situasi seperti ini, negara-negara berkembang perlu mewaspadai kembalinya arus modal ke negara-negara maju. Namun, dia mengingatkan bahwa Indonesia harus berfokus mengoptimalkan seluruh modalitas dan kekuatan yang dimiliki untuk bertahan di situasi yang serba tidak menentu dan terus berikhtiar untuk mencapai seluruh target yang telah ditetapkan demi kemajuan bangsa.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melambat pada 2023, Ini Penyebabnya

&quot;Kekuatan domestik yang perlu kita jaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II tahun ini, 51,57% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga, untuk itu pemerintah terus menjaga level daya beli dan konsumsi masyarakat melalui bantuan sosial dan bantuan langsung tunai yang menyasar rumah tangga maupun UMKM,&quot; papar Ma'ruf.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemerintah, sambung dia, juga terus menggaungkan Gerakan Nasional  Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), di mana produk-produk dalam  negeri, terutama produk UMKM tidak kalah mutunya. Produk fashion muslim,  hijab misalnya, telah berhasil merebut hati konsumen domestik dan juga  luar negeri.
&quot;Ini harus terus kita tingkatkan. Mari kita menjadi yang pertama  memberi contoh kepada masyarakat untuk bangga menggunakan produk buatan  dalam negeri, dan patut bersyukur pula peringkat Indonesia dalam ekonomi  dan keuangan syariah global sangat baik, ini bisa tercapai karena  adanya sinergi erat di antara semua pemangku kepentingan, tidak  terkecuali Bank Indonesia (BI),&quot; pungkas Ma'ruf.</content:encoded></item></channel></rss>
