<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawasan Industri di Indonesia Siap Dukung Hilirisasi SDA</title><description>Kementerian Perindustrian memastikan kawasan industri di Indonesia siap mendukung hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda"/><item><title>Kawasan Industri di Indonesia Siap Dukung Hilirisasi SDA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2022 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda-OSoy7nCuEK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kawasan industri siap dukung hilirisasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2681943/kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda-OSoy7nCuEK.jpg</image><title>Kawasan industri siap dukung hilirisasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perindustrian memastikan kawasan industri di Indonesia siap mendukung hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA). Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko SA Tjahjanto mengatakan kawasan industri bisa menopang hilirisasi SDA yang tengah digencarkan.
&quot;Kami sangat siap, kami menunggu industrinya masuk, sehingga bisa terfasilitasi dengan baik. Kami menjaga di setiap daerah itu tersedia cukup kawasan peruntukan industri yang bisa menjadi lokasi kawasan industri,&quot; kata Eko dilansir dari Antara, Kamis (6/10/2022).
BACA JUGA:Jangan Main-Main! Tak Bangun Hilirisasi, Bahlil Cabut Izin Ekspor Pertambangan Mineral

Eko menyampaikan kawasan industri di Indonesia telah mengacu pada potensi SDA yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan kawasan industri dapat maksimal untuk perekonomian daerah maupun nasional.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035, kata dia, terdapat 22 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Indonesia, termasuk WPPI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
BACA JUGA:RI Gandeng Afsel di Sektor Energi, Hilirisasi hingga Otomotif 

Merujuk data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%. Khusus di Kabupaten Konawe (Sulawesi Tenggara) terjadi peningkatan hingga 18,25%.
Sedangkan di Sulawesi Tengah, peningkatan kontribusi sektor industri mencapai 3,29%, dengan sumbangsih Kabupaten Morowali yang mengalami lonjakan sebesar 31,42%.
&amp;ldquo;Peningkatan kontribusi sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi regional tersebut sangat jelas terlihat sejak beroperasinya kawasan industri,&amp;rdquo; ungkap Eko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di Kabupaten Konawe misalnya, sejak dimulainya pembangunan kawasan  industri pada 2017 kontribusi sektor industri pengolahan meningkat  hingga rata-rata 6% setiap tahunnya.
Sedangkan di Kabutapen Morowali, sejak dimulainya pembangunan kawasan  industri pada 2015 langsung meningkatkan kontribusi sektor industri  sebesar 27,65% pada 2016 dan meningkat hingga rata-rata 1,25% setiap  tahunnya.
Penggerak utama WPPI di Sulawesi Tenggara disebut adalah Kawasan  Industri Morowali dan Kawasan Industri Konawe, serta beberapa kawasan  industri yang sedang dalam tahap perencanaan. Diketahui, Kawasan  Industri Konawe dan Kawasan Industri Morowali merupakan Proyek Strategis  Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2021.
Kawasan Industri Konawe yang dikelola oleh PT Virtue Dragon Nickle  Industrial Park (PT VDNIP) terletak di Morosi, Konawe, Sulawesi  Tenggara, dengan luas lahan 2.253 hektare dari target pengembangan 4.000  hektare. Adapun fokus pengembangan industri di Kawasan Industri Konawe  adalah industri pengolahan nikel.
Sementara itu Kawasan Industri Morowali yang dikelola oleh PT  Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terletak di Kecamatan  Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan luas lahan 3.000  hektare.
Fokus pengembangan di Kawasan Industri Morowali adalah industri  smelter dengan target investasi Rp105 triliun dan saat ini sudah  menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang dari target 50.000 tenaga  kerja.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perindustrian memastikan kawasan industri di Indonesia siap mendukung hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA). Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko SA Tjahjanto mengatakan kawasan industri bisa menopang hilirisasi SDA yang tengah digencarkan.
&quot;Kami sangat siap, kami menunggu industrinya masuk, sehingga bisa terfasilitasi dengan baik. Kami menjaga di setiap daerah itu tersedia cukup kawasan peruntukan industri yang bisa menjadi lokasi kawasan industri,&quot; kata Eko dilansir dari Antara, Kamis (6/10/2022).
BACA JUGA:Jangan Main-Main! Tak Bangun Hilirisasi, Bahlil Cabut Izin Ekspor Pertambangan Mineral

Eko menyampaikan kawasan industri di Indonesia telah mengacu pada potensi SDA yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan kawasan industri dapat maksimal untuk perekonomian daerah maupun nasional.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035, kata dia, terdapat 22 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Indonesia, termasuk WPPI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
BACA JUGA:RI Gandeng Afsel di Sektor Energi, Hilirisasi hingga Otomotif 

Merujuk data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%. Khusus di Kabupaten Konawe (Sulawesi Tenggara) terjadi peningkatan hingga 18,25%.
Sedangkan di Sulawesi Tengah, peningkatan kontribusi sektor industri mencapai 3,29%, dengan sumbangsih Kabupaten Morowali yang mengalami lonjakan sebesar 31,42%.
&amp;ldquo;Peningkatan kontribusi sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi regional tersebut sangat jelas terlihat sejak beroperasinya kawasan industri,&amp;rdquo; ungkap Eko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di Kabupaten Konawe misalnya, sejak dimulainya pembangunan kawasan  industri pada 2017 kontribusi sektor industri pengolahan meningkat  hingga rata-rata 6% setiap tahunnya.
Sedangkan di Kabutapen Morowali, sejak dimulainya pembangunan kawasan  industri pada 2015 langsung meningkatkan kontribusi sektor industri  sebesar 27,65% pada 2016 dan meningkat hingga rata-rata 1,25% setiap  tahunnya.
Penggerak utama WPPI di Sulawesi Tenggara disebut adalah Kawasan  Industri Morowali dan Kawasan Industri Konawe, serta beberapa kawasan  industri yang sedang dalam tahap perencanaan. Diketahui, Kawasan  Industri Konawe dan Kawasan Industri Morowali merupakan Proyek Strategis  Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2021.
Kawasan Industri Konawe yang dikelola oleh PT Virtue Dragon Nickle  Industrial Park (PT VDNIP) terletak di Morosi, Konawe, Sulawesi  Tenggara, dengan luas lahan 2.253 hektare dari target pengembangan 4.000  hektare. Adapun fokus pengembangan industri di Kawasan Industri Konawe  adalah industri pengolahan nikel.
Sementara itu Kawasan Industri Morowali yang dikelola oleh PT  Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terletak di Kecamatan  Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan luas lahan 3.000  hektare.
Fokus pengembangan di Kawasan Industri Morowali adalah industri  smelter dengan target investasi Rp105 triliun dan saat ini sudah  menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang dari target 50.000 tenaga  kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
