<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Listrik Padam Gegara Banjir, PLN Kasih Kompensasi?</title><description>Ririn Rachmawardini mengatakan sejauh ini PLN tidak wajib memberikan kompensasi apabila penyebab dari pemadaman listrik adalah banjir</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi"/><item><title>Listrik Padam Gegara Banjir, PLN Kasih Kompensasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2022 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Risky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi-n6J5ooFuDQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2682154/listrik-padam-gegara-banjir-pln-kasih-kompensasi-n6J5ooFuDQ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Senior Manager Niaga PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ririn Rachmawardini mengatakan bahwa sejauh ini PLN tidak wajib memberikan kompensasi apabila penyebab dari pemadaman listrik adalah banjir.
Dia menungkapkan bahwa banjir masuk ke dalam kategori force majeur, alias kondisi yang terjadi di luar kendali PLN dan tidak bisa dihindarkan.
BACA JUGA:Ini Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Di dalam aturan resminya pun, pemadaman karena banjir tidak masuk ke dalam klasifikasi kompensasi tingkat mutu pelayanan atau TMP PLN.
&quot;Kalau force majeur itu Peraturan Menteri yang di-declare sebagai TMP-nya itu tidak masuk menit untuk force majeur. Untuk perhitungan kinerja dan recovery pun tidak masuk. Karena kan banjir itu kan di luar kendali PLN, harus tunggu hujan reda, itu di luar TMP PLN,&quot; kata Ririn dalan temu media di Penang Bistro, bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).
Ririn membeberkan contoh kasus yang membuat PLN wajib memberikan kompensasi. Misalnya, ada pemadaman berencana di suatu wilayah dan PLN sudah mengumumkan hal itu. Taruh saja, PLN mengumumkan akan ada pemadaman selama 3 jam untuk pemeliharaan.
BACA JUGA:Kendaraan Listrik Bakal Banyak Mengaspal di Desa
Ternyata, pemadaman terpaksa harus dilakukan lebih dari 3 jam, di kondisi ini lah PLN mesti memberikan kompensasi ke masyarakat.&quot;Kompensasi itu misalnya PLN declare pemadaman terencana itu 3 jam, pas pelaksanaan (pemadaman) ternyata 4 jam. Nah tingkat pelayanan itu misalnya di unit itu 3 jam 15 menit. Pelanggan yang terdampak kan ada datanya ya kita, itu akan mendapatkan kompensasi,&quot; ucapnya.
Nantinya, masyarakat pelanggan PLN akan diberikan kompensasi berupa diskon biaya tagihan di bulan berikutnya. Ataupun pemberian token gratis dari PLN.
&quot;Diskon biaya tagihan di bulan berikutnya. Bukan cash money diberikan. Kalau prabayar dia akan dapat token free dari PLN,&quot; kata Ririn.</description><content:encoded>JAKARTA - Senior Manager Niaga PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ririn Rachmawardini mengatakan bahwa sejauh ini PLN tidak wajib memberikan kompensasi apabila penyebab dari pemadaman listrik adalah banjir.
Dia menungkapkan bahwa banjir masuk ke dalam kategori force majeur, alias kondisi yang terjadi di luar kendali PLN dan tidak bisa dihindarkan.
BACA JUGA:Ini Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Di dalam aturan resminya pun, pemadaman karena banjir tidak masuk ke dalam klasifikasi kompensasi tingkat mutu pelayanan atau TMP PLN.
&quot;Kalau force majeur itu Peraturan Menteri yang di-declare sebagai TMP-nya itu tidak masuk menit untuk force majeur. Untuk perhitungan kinerja dan recovery pun tidak masuk. Karena kan banjir itu kan di luar kendali PLN, harus tunggu hujan reda, itu di luar TMP PLN,&quot; kata Ririn dalan temu media di Penang Bistro, bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).
Ririn membeberkan contoh kasus yang membuat PLN wajib memberikan kompensasi. Misalnya, ada pemadaman berencana di suatu wilayah dan PLN sudah mengumumkan hal itu. Taruh saja, PLN mengumumkan akan ada pemadaman selama 3 jam untuk pemeliharaan.
BACA JUGA:Kendaraan Listrik Bakal Banyak Mengaspal di Desa
Ternyata, pemadaman terpaksa harus dilakukan lebih dari 3 jam, di kondisi ini lah PLN mesti memberikan kompensasi ke masyarakat.&quot;Kompensasi itu misalnya PLN declare pemadaman terencana itu 3 jam, pas pelaksanaan (pemadaman) ternyata 4 jam. Nah tingkat pelayanan itu misalnya di unit itu 3 jam 15 menit. Pelanggan yang terdampak kan ada datanya ya kita, itu akan mendapatkan kompensasi,&quot; ucapnya.
Nantinya, masyarakat pelanggan PLN akan diberikan kompensasi berupa diskon biaya tagihan di bulan berikutnya. Ataupun pemberian token gratis dari PLN.
&quot;Diskon biaya tagihan di bulan berikutnya. Bukan cash money diberikan. Kalau prabayar dia akan dapat token free dari PLN,&quot; kata Ririn.</content:encoded></item></channel></rss>
