<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Darmi Bersaudara (KAYU) Buka Pasar Ekspor ke Korsel</title><description>PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) membuka pasar ekspor ke Korea Selatan (Korsel).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel"/><item><title>Darmi Bersaudara (KAYU) Buka Pasar Ekspor ke Korsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel-w7S34gtQ8Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAYU ekspor ke pasar korsel (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/07/278/2682579/darmi-bersaudara-kayu-buka-pasar-ekspor-ke-korsel-w7S34gtQ8Z.jpg</image><title>KAYU ekspor ke pasar korsel (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) membuka pasar ekspor ke Korea Selatan (Korsel). Ekspor ke pasar baru ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan penjualan.
&amp;ldquo;Di bulan September 2022 ini, perseroan menurunkan tim untuk mendampingi tim teknis kontrol kualitas dari pihak pembeli untuk memastikan produk ekspor dari workshop kami telah memenuhi standar yang diminta oleh pasar di Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Direktur Darmi Bersaudara Nanang Sumartono Hadiwidjojo.
BACA JUGA:Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Bahlil Cerita Gugatan Ekspor Nikel di WTO

Emiten produsen kayu ini menjelaskan persiapan pengapalan ke Korea terus berjalan dan masih terus berkomunikasi dengan pembeli terkait teknis pelaksanaan. Per September 2022, KAYU telah mengekspor 110 kontainer sebanyak 209.336 pcs di tengah harga freight dan kontainer yang masih terus berkontraksi.
BACA JUGA:Menakar Peluang Emiten Energi di Tengah Larangan Ekspor Nikel hingga Timah

Terkait ketersediaan bahan baku ekspor ke wilayah-wilayah rintisan, KAYU berkoordinasi dengan pemasok baru sampai 2026, salah satunya menandatangani perjanjian kerja sama bilateral dengan perusahaan pemilik konsesi lahan di Indonesia timur. Lebih lanjut, KAYU juga tengah memproses sertifikasi kelayakan asal kayu untuk memenuhi kepatuhan tata kelola niaga kayu internasional, khususnya untuk ekspor ke Eropa dan Amerika Utara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, KAYU saat ini masih mempersiapkan aksi korporasi  untuk menggelar rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu  (HMETD) yang rencananya akan terealisasi menjelang akhir 2022 atau awal  2023. Adapun dana hasil rights issue akan digunakan untuk menjamin  ketersediaan kontainer dan pengendalian harga freight.
&amp;ldquo;Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan penggunaan dana tersebut  diperluas untuk pengadaan sarana produksi, sebagai langkah awal  mewujudkan rencana jangka panjang perseroan hingga 2026,&amp;rdquo; kata Nanang.
Perseroan di tahun ini mengaku optimistis kinerja akan lebih baik  dibanding tahun lalu. Di mana perseroan menargetkan akan mengirimkan  sebanyak 450 kontainer hingga akhir tahun.
&quot;Darmi Bersaudara telah memulainya dengan rencana kerja cukup  optimistis, sekalipun dengan keterbatasan kontainer yang ada dan harga  freight yang masih cukup tinggi,&quot; ujar Nanang.
Sekadar informasi, tahun lalu bukanlah momentum yang mudah bagi KAYU.  Perseroan menghadapi kendala pemasaran akibat merebaknya pandemi  Covid-19 di negara tujuan ekspor, yakni Asia Selatan. Kondisi ini  mengakibatkan kinerja terganggu. Pasar utama ekspor KAYU menjadi tidak  mudah diakses dan mengalami perlambatan kinerja. Dapat dikatakan,  perusahaan kehilangan mayoritas penjualan sehingga kinerja perseroan  mengalami penurunan cukup signifikan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) membuka pasar ekspor ke Korea Selatan (Korsel). Ekspor ke pasar baru ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan penjualan.
&amp;ldquo;Di bulan September 2022 ini, perseroan menurunkan tim untuk mendampingi tim teknis kontrol kualitas dari pihak pembeli untuk memastikan produk ekspor dari workshop kami telah memenuhi standar yang diminta oleh pasar di Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Direktur Darmi Bersaudara Nanang Sumartono Hadiwidjojo.
BACA JUGA:Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Bahlil Cerita Gugatan Ekspor Nikel di WTO

Emiten produsen kayu ini menjelaskan persiapan pengapalan ke Korea terus berjalan dan masih terus berkomunikasi dengan pembeli terkait teknis pelaksanaan. Per September 2022, KAYU telah mengekspor 110 kontainer sebanyak 209.336 pcs di tengah harga freight dan kontainer yang masih terus berkontraksi.
BACA JUGA:Menakar Peluang Emiten Energi di Tengah Larangan Ekspor Nikel hingga Timah

Terkait ketersediaan bahan baku ekspor ke wilayah-wilayah rintisan, KAYU berkoordinasi dengan pemasok baru sampai 2026, salah satunya menandatangani perjanjian kerja sama bilateral dengan perusahaan pemilik konsesi lahan di Indonesia timur. Lebih lanjut, KAYU juga tengah memproses sertifikasi kelayakan asal kayu untuk memenuhi kepatuhan tata kelola niaga kayu internasional, khususnya untuk ekspor ke Eropa dan Amerika Utara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, KAYU saat ini masih mempersiapkan aksi korporasi  untuk menggelar rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu  (HMETD) yang rencananya akan terealisasi menjelang akhir 2022 atau awal  2023. Adapun dana hasil rights issue akan digunakan untuk menjamin  ketersediaan kontainer dan pengendalian harga freight.
&amp;ldquo;Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan penggunaan dana tersebut  diperluas untuk pengadaan sarana produksi, sebagai langkah awal  mewujudkan rencana jangka panjang perseroan hingga 2026,&amp;rdquo; kata Nanang.
Perseroan di tahun ini mengaku optimistis kinerja akan lebih baik  dibanding tahun lalu. Di mana perseroan menargetkan akan mengirimkan  sebanyak 450 kontainer hingga akhir tahun.
&quot;Darmi Bersaudara telah memulainya dengan rencana kerja cukup  optimistis, sekalipun dengan keterbatasan kontainer yang ada dan harga  freight yang masih cukup tinggi,&quot; ujar Nanang.
Sekadar informasi, tahun lalu bukanlah momentum yang mudah bagi KAYU.  Perseroan menghadapi kendala pemasaran akibat merebaknya pandemi  Covid-19 di negara tujuan ekspor, yakni Asia Selatan. Kondisi ini  mengakibatkan kinerja terganggu. Pasar utama ekspor KAYU menjadi tidak  mudah diakses dan mengalami perlambatan kinerja. Dapat dikatakan,  perusahaan kehilangan mayoritas penjualan sehingga kinerja perseroan  mengalami penurunan cukup signifikan.</content:encoded></item></channel></rss>
