<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia?</title><description>Rencana Tesla mendirikan pabrik di indonesia hingga saat ini belum terealisasikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia"/><item><title>Kenapa Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia-kHUbSPN00y.png" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik tesla belum dibangun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/320/2682131/kenapa-elon-musk-tak-kunjung-bangun-pabrik-tesla-di-indonesia-kHUbSPN00y.png</image><title>Pabrik tesla belum dibangun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Rencana Tesla mendirikan pabrik di indonesia hingga saat ini belum terealisasikan. Direktur Eksekutif Certer of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menanggapi hal tersebut menurutnya, alasan mengapa Tesla Elon Musk tidak ingin membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia karena sektor hulu yang masih bergantung pada batu bara.
Bhima mengatakan, Kamis (6/10/2022), itulah mengapa Tesla malas bikin pabrik di indonesia, karena dia bingung, kenapa dia harus mempertanggungjawabkan pembiayaan yang basisnya ada standar ESG.
BACA JUGA:Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia, Ada Apa? 

Dia menilai, Tesla akan sulit dalam mendapatkan pembiayaan untuk operasional jika supply chain masih bermasalah. Bhima menjelaskan, bauran data Kementeraian ESDM menyebut, sebelum pandemi hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan.
Dia menjelaskan, 60,5% bauran energi primer pembangkit listrik masih berasal dari batu bara, dan 80% lebih masih dari fosil. Atau secara garis besar, bauran energi primer dari EBT masih 12,3%.
BACA JUGA:Tesla Nikmati Nikel Indonesia dari China, Kok Bisa?

&amp;ldquo;Tesla akan sulit mendapatkan pembiayaan untuk operational ketika supply chain masih bermasalah, terutama soal lingkungan. Itu membuat banyak perusahaan di ekosistem mobil listrik dan baterai ragu berinvestasi di Indonesia,&amp;rdquo; lanjut dia.
Bhima menuturkan, bauran energi yang bergantung dari batu bara menyebabkan keuangan PLN sempat mengalami masalah. Hal ini karena PLN harus menanggung oversupply dari pembangkit listrik yang dominasinya adalah batu bara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketika harga batu bara mengalami kenaikan, menyebabkan risiko  terjadinya black out listrik, karena eksportir batu bara lebih memilih  menjual batu bara ke pasar ekspor dibangingkan mensupply kepada PLN.
&amp;ldquo;Jadi, itu faktanya kita enggak bisa move on dari batu bara. Tidak  ada strategi untuk menurunkan oversupply listrik. Disuruh belu mobil  listrik, kompor listrik padahal di hulunya tidak ada perbaikan yang  signifikan,&amp;rdquo; tutur dia.
Di sisi lain, fluktuasi harga batu bara dinilai bisa sebabkan  pencemaran lingkungan, dimana industri masa depan seperti baterai dan  kendaraan listrik bersih, ternyata energi primernya masih bersumber dari  PLTU batu bara.
&amp;ldquo;Jadi seolah hilirnya mau dibersihkan, Tranjakarta pakai bus listrik,  perntanyaannya adalah listriknya bersumber dari mana? Dari batu bara  juga, dari BBM juga, dan dari diesel, maka enggak komperhensif,&amp;rdquo;  bebernya.
Dengan ekosistem tersebut, Bhima khawatir akan terjadi masalah di  belakang hari, utamanya pada daerah-daerah tempat pembuatan kendaraan  listrik. Seperti misalkan di Sulawesi, dimana asal bahan baku kendaraan  listrik diproduksi.
Baca Selengkapnya: Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia, Ada Apa?</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana Tesla mendirikan pabrik di indonesia hingga saat ini belum terealisasikan. Direktur Eksekutif Certer of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menanggapi hal tersebut menurutnya, alasan mengapa Tesla Elon Musk tidak ingin membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia karena sektor hulu yang masih bergantung pada batu bara.
Bhima mengatakan, Kamis (6/10/2022), itulah mengapa Tesla malas bikin pabrik di indonesia, karena dia bingung, kenapa dia harus mempertanggungjawabkan pembiayaan yang basisnya ada standar ESG.
BACA JUGA:Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia, Ada Apa? 

Dia menilai, Tesla akan sulit dalam mendapatkan pembiayaan untuk operasional jika supply chain masih bermasalah. Bhima menjelaskan, bauran data Kementeraian ESDM menyebut, sebelum pandemi hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan.
Dia menjelaskan, 60,5% bauran energi primer pembangkit listrik masih berasal dari batu bara, dan 80% lebih masih dari fosil. Atau secara garis besar, bauran energi primer dari EBT masih 12,3%.
BACA JUGA:Tesla Nikmati Nikel Indonesia dari China, Kok Bisa?

&amp;ldquo;Tesla akan sulit mendapatkan pembiayaan untuk operational ketika supply chain masih bermasalah, terutama soal lingkungan. Itu membuat banyak perusahaan di ekosistem mobil listrik dan baterai ragu berinvestasi di Indonesia,&amp;rdquo; lanjut dia.
Bhima menuturkan, bauran energi yang bergantung dari batu bara menyebabkan keuangan PLN sempat mengalami masalah. Hal ini karena PLN harus menanggung oversupply dari pembangkit listrik yang dominasinya adalah batu bara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketika harga batu bara mengalami kenaikan, menyebabkan risiko  terjadinya black out listrik, karena eksportir batu bara lebih memilih  menjual batu bara ke pasar ekspor dibangingkan mensupply kepada PLN.
&amp;ldquo;Jadi, itu faktanya kita enggak bisa move on dari batu bara. Tidak  ada strategi untuk menurunkan oversupply listrik. Disuruh belu mobil  listrik, kompor listrik padahal di hulunya tidak ada perbaikan yang  signifikan,&amp;rdquo; tutur dia.
Di sisi lain, fluktuasi harga batu bara dinilai bisa sebabkan  pencemaran lingkungan, dimana industri masa depan seperti baterai dan  kendaraan listrik bersih, ternyata energi primernya masih bersumber dari  PLTU batu bara.
&amp;ldquo;Jadi seolah hilirnya mau dibersihkan, Tranjakarta pakai bus listrik,  perntanyaannya adalah listriknya bersumber dari mana? Dari batu bara  juga, dari BBM juga, dan dari diesel, maka enggak komperhensif,&amp;rdquo;  bebernya.
Dengan ekosistem tersebut, Bhima khawatir akan terjadi masalah di  belakang hari, utamanya pada daerah-daerah tempat pembuatan kendaraan  listrik. Seperti misalkan di Sulawesi, dimana asal bahan baku kendaraan  listrik diproduksi.
Baca Selengkapnya: Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia, Ada Apa?</content:encoded></item></channel></rss>
