<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aset Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 Triliun, Teten: Keren</title><description>Total aset industri keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp2.050 triliun pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren"/><item><title>Aset Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 Triliun, Teten: Keren</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren-G49CEGoEjK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/07/320/2682721/aset-keuangan-syariah-tembus-rp2-050-triliun-teten-keren-G49CEGoEjK.jpg</image><title>MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Total aset industri keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp2.050 triliun pada 2021.

Jumlah tersebut tumbuh 13,82% dari tahun sebelumnya yakni Rp1.801 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM sekaligus Wakil Ketua Umum I PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Teten Masduki mencatat meski pandemi Covid-19 merebak sejak 2020 lalu, namun industri keuangan syariah di dalam negeri mencatatkan kinerja yang positif

&quot;Di tahun kedua pandemi covid, aset keuangan syariah Indonesia mampu tumbuh 13,82% secara tahunan, menjadi Rp2.050 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.801 triliun, jadi ini anomali di tengah pandemi malah tumbuh,&quot; ujar Teten dalam gelaran Indonesia Islamic Economic Forum, Jumat (7/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menkop Teten: Minyak Makan Merah Diproduksi Januari 2023
Dia merinci, pasar modal syariah yang memiliki porsi aset keuangan syariah sekitar 60,27%, mengalami pertumbuhan tertinggi di antara sektor lainnya.
Di mana laju pertumbuhan pasar modal syariah mencapai 14,83% secara tahunan.

Lalu, perbankan syariah dengan pangsa pasar 33,83% dari keuangan syariah tumbuh sebesar 13,94%.

Untuk industri Keuangan Non-Bank Syariah (IKNB Syariah) yang memiliki porsi sebesar 5,90% dari total aset keuangan syariah, juga tumbuh sebesar 3,90%.

Secara kualitatif industri keuangan syariah, lanjut Teten, Indonesia masih mencatatkan prestasi yang baik di masa pandemi dengan mempertahankan peringkat kedua dalam Islamic Finance Development Indicator 2021.

&quot;Keren lah kita ini,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Total aset industri keuangan syariah di Indonesia mencapai Rp2.050 triliun pada 2021.

Jumlah tersebut tumbuh 13,82% dari tahun sebelumnya yakni Rp1.801 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM sekaligus Wakil Ketua Umum I PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Teten Masduki mencatat meski pandemi Covid-19 merebak sejak 2020 lalu, namun industri keuangan syariah di dalam negeri mencatatkan kinerja yang positif

&quot;Di tahun kedua pandemi covid, aset keuangan syariah Indonesia mampu tumbuh 13,82% secara tahunan, menjadi Rp2.050 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.801 triliun, jadi ini anomali di tengah pandemi malah tumbuh,&quot; ujar Teten dalam gelaran Indonesia Islamic Economic Forum, Jumat (7/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menkop Teten: Minyak Makan Merah Diproduksi Januari 2023
Dia merinci, pasar modal syariah yang memiliki porsi aset keuangan syariah sekitar 60,27%, mengalami pertumbuhan tertinggi di antara sektor lainnya.
Di mana laju pertumbuhan pasar modal syariah mencapai 14,83% secara tahunan.

Lalu, perbankan syariah dengan pangsa pasar 33,83% dari keuangan syariah tumbuh sebesar 13,94%.

Untuk industri Keuangan Non-Bank Syariah (IKNB Syariah) yang memiliki porsi sebesar 5,90% dari total aset keuangan syariah, juga tumbuh sebesar 3,90%.

Secara kualitatif industri keuangan syariah, lanjut Teten, Indonesia masih mencatatkan prestasi yang baik di masa pandemi dengan mempertahankan peringkat kedua dalam Islamic Finance Development Indicator 2021.

&quot;Keren lah kita ini,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
