<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Jadi Biang Kerok Inflasi di Minggu Pertama Oktober 2022</title><description>Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu pertama Oktober 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu pertama Oktober 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022"/><item><title>BBM Jadi Biang Kerok Inflasi di Minggu Pertama Oktober 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022</guid><pubDate>Sabtu 08 Oktober 2022 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022-9SZZMVE8Dq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/08/320/2683041/bbm-jadi-biang-kerok-inflasi-di-minggu-pertama-oktober-2022-9SZZMVE8Dq.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu pertama Oktober 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu pertama Oktober 2022 diperkirakan inflasi sebesar 0,01% month-to-month (mtm).
&quot;Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu bensin sebesar 0,05% (mtm), tarif angkutan dalam kota sebesar 0,03% (mtm), serta angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan beras masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Jadi Biang Kerok Inflasi, Pemerintah Harus Waspada

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu pertama Oktober yaitu telur ayam ras sebesar minus 0,10% (mtm), cabai merah sebesar minus 0,09% (mtm), daging ayam ras sebesar minus 0,03% (mtm).
BACA JUGA:Kenaikan Inflasi RI Masih Terendah ke-5 di Dunia&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kemudian cabai rawit sebesar minus 0,02% (mtm), serta tomat, daging sapi, minyak goreng, dan emas perhiasan masing-masing sebesar minus 0,01% (mtm).&quot;Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu pertama Oktober 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu pertama Oktober 2022 diperkirakan inflasi sebesar 0,01% month-to-month (mtm).
&quot;Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu bensin sebesar 0,05% (mtm), tarif angkutan dalam kota sebesar 0,03% (mtm), serta angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan beras masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
BACA JUGA:Harga BBM Jadi Biang Kerok Inflasi, Pemerintah Harus Waspada

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu pertama Oktober yaitu telur ayam ras sebesar minus 0,10% (mtm), cabai merah sebesar minus 0,09% (mtm), daging ayam ras sebesar minus 0,03% (mtm).
BACA JUGA:Kenaikan Inflasi RI Masih Terendah ke-5 di Dunia&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kemudian cabai rawit sebesar minus 0,02% (mtm), serta tomat, daging sapi, minyak goreng, dan emas perhiasan masing-masing sebesar minus 0,01% (mtm).&quot;Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
