<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia (GIAA) Raih Laba Rp56,4 Triliun di Semester I-2022</title><description>PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meraih laba bersih senilai USD3,76 miliar atau sekitar Rp56,4 triliun (asumsi kurs Rp15.000/USD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022"/><item><title>Garuda Indonesia (GIAA) Raih Laba Rp56,4 Triliun di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022-wj72ZWosHM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia kantongi laba (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/278/2683970/garuda-indonesia-giaa-raih-laba-rp56-4-triliun-di-semester-i-2022-wj72ZWosHM.jpg</image><title>Garuda Indonesia kantongi laba (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meraih laba bersih senilai USD3,76 miliar atau sekitar Rp56,4 triliun (asumsi kurs Rp15.000/USD). Angka itu melonjak dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang justru masih mencatatkan rugi bersih USD898,65 juta atau sekitar Rp13,4 triliun.
Laba signifikan GIAA di enam bulan pertama 2022 ditopang oleh pendapatan restrukturisasi utang senilai USD2,85 miliar.
BACA JUGA:Garuda Indonesia (GIAA) Optimistis Kinerja Usaha Positif di Kuartal IV-2022

Perseroan juga membukukan pendapatan usaha sebesar USD878,69 juta, meningkat 26,1% dari periode yang sama tahun lalu senilai USD696,8 juta. Maskapai pelat merah itu mencatatkan beban usaha USD1,22 miliar, turun dari periode sama tahun 2021 yang sebanyak USD1,38 miliar.
Kemudian, Garuda membukukan pendapatan dari restrukturisasi utang sebanyak USD2,85 miliar di semester I-2022. Selain itu, ada keuntungan dari restrukturisasi pembayaran mencapai USD1,34 miliar.
BACA JUGA:Gembok Saham Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Dibuka tapi...

Alhasil, GIAA membukukan laba sebelum pajak USD4 miliar. Sedangkan, laba periode berjalan perseroan tercatat senilai USD3,76 miliar. Di semester I-2021, Garuda membukukan rugi periode berjalan USD901,65 juta. Per 30 Juni 2022, total liabilitas GIAA berjumlah USD8,21 miliar.
Lebih kecil dari kondisi per 31 Desember 2021 yang sebanyak USD13,3 miliar. GIAA per 30 Juni 2022 mencatatkan ekuitas negatif USD2,35 miliar. Membaik dari 31 Desember 2021 yang ekuitasnya negatif USD6,11 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra pernah bilang,  memang terjadi peningkatan yang signifikan pada laba bersih perseroan di  semester I-2022. Hal itu dipengaruhi oleh adanya pencatatan pendapatan  restrukturisasi utang.&amp;ldquo;Seiring dengan disahkannya proposal perdamaian  melalui putusan homologasi PKPU beberapa waktu lalu turut memperbaiki  posisi ekuitas perusahaan,&amp;rdquo; kata Irfan.
Perseroan mengungkapkan, semakin terkendalinya pandemi dan yang juga  berkontribusi pada peningkatan mobilisasi masyarakat serta pembukaan  penerbangan antarnegara tentunya menjadi sinyal positif untuk  mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan oleh  perusahaan.
Kedepannya, Garuda Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3  armada B737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk  melengkapi proyeksi pengoperasian armada Garuda Indonesia yang  diperkirakan akan mencapai 60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meraih laba bersih senilai USD3,76 miliar atau sekitar Rp56,4 triliun (asumsi kurs Rp15.000/USD). Angka itu melonjak dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang justru masih mencatatkan rugi bersih USD898,65 juta atau sekitar Rp13,4 triliun.
Laba signifikan GIAA di enam bulan pertama 2022 ditopang oleh pendapatan restrukturisasi utang senilai USD2,85 miliar.
BACA JUGA:Garuda Indonesia (GIAA) Optimistis Kinerja Usaha Positif di Kuartal IV-2022

Perseroan juga membukukan pendapatan usaha sebesar USD878,69 juta, meningkat 26,1% dari periode yang sama tahun lalu senilai USD696,8 juta. Maskapai pelat merah itu mencatatkan beban usaha USD1,22 miliar, turun dari periode sama tahun 2021 yang sebanyak USD1,38 miliar.
Kemudian, Garuda membukukan pendapatan dari restrukturisasi utang sebanyak USD2,85 miliar di semester I-2022. Selain itu, ada keuntungan dari restrukturisasi pembayaran mencapai USD1,34 miliar.
BACA JUGA:Gembok Saham Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Dibuka tapi...

Alhasil, GIAA membukukan laba sebelum pajak USD4 miliar. Sedangkan, laba periode berjalan perseroan tercatat senilai USD3,76 miliar. Di semester I-2021, Garuda membukukan rugi periode berjalan USD901,65 juta. Per 30 Juni 2022, total liabilitas GIAA berjumlah USD8,21 miliar.
Lebih kecil dari kondisi per 31 Desember 2021 yang sebanyak USD13,3 miliar. GIAA per 30 Juni 2022 mencatatkan ekuitas negatif USD2,35 miliar. Membaik dari 31 Desember 2021 yang ekuitasnya negatif USD6,11 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS80LzE1MjQxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra pernah bilang,  memang terjadi peningkatan yang signifikan pada laba bersih perseroan di  semester I-2022. Hal itu dipengaruhi oleh adanya pencatatan pendapatan  restrukturisasi utang.&amp;ldquo;Seiring dengan disahkannya proposal perdamaian  melalui putusan homologasi PKPU beberapa waktu lalu turut memperbaiki  posisi ekuitas perusahaan,&amp;rdquo; kata Irfan.
Perseroan mengungkapkan, semakin terkendalinya pandemi dan yang juga  berkontribusi pada peningkatan mobilisasi masyarakat serta pembukaan  penerbangan antarnegara tentunya menjadi sinyal positif untuk  mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan oleh  perusahaan.
Kedepannya, Garuda Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3  armada B737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk  melengkapi proyeksi pengoperasian armada Garuda Indonesia yang  diperkirakan akan mencapai 60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
