<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Stasiun Tertinggi se-Asia Tenggara yang Ada di Cikajang Garut</title><description>Berada di ketinggian 1.246 meter di atas permukaan laut membuat Stasiun Cikajang menjadi stasiun kereta api tertinggi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut"/><item><title>Sejarah Stasiun Tertinggi se-Asia Tenggara yang Ada di Cikajang Garut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/09/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut-HCVyN3pY3H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stasiun Cikajang yang Dibangun Zaman Belanda. (Foto: Okezone.com/KAI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/09/320/2683564/sejarah-stasiun-tertinggi-se-asia-tenggara-yang-ada-di-cikajang-garut-HCVyN3pY3H.jpg</image><title>Stasiun Cikajang yang Dibangun Zaman Belanda. (Foto: Okezone.com/KAI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Berada di ketinggian 1.246 meter di atas permukaan laut membuat Stasiun Cikajang menjadi stasiun kereta api tertinggi yang ada di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.
Stasiun tersebut terletak di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun sayangnya, stasiun tersebut telah ditutup pada tahun1982.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpang Kereta Terlantar 8,5 Jam Hanya Dikasih 1 Botol Air Mineral, Ini Penjelasan KAI
Jarak stasiun ini hanya 50 meter dari Jalan Raya Cikajang, Kampung Padasono, Desa Padasuka. Dahulu, saat masih berfungsi stasiun Cikajang merupakan stasiun paling ujung di Kabupaten Garut.
Stasiun Cikajang dibangun pada masa kolonial pemerintah Belanda di tahun 1926. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas Garut&amp;ndash;Cikajang, sebagai hasil dari percobaan jalur kereta api ekstrem lintas pegunungan, serta menjaring pusat perekonomian ketiga di Garut yaitu daerah Cikajang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral! Penumpang Kereta Beli 1 Kardus Pop Mie Usai Menunggu 8,5 Jam Hanya Dikasih Mineral Kecil
Jalur ini pun dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930. Ketika masih aktif hingga tahun 1980-an, Stasiun Cikajang selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api.
Hingga akhirnya stasiun ini ditutup pada tahun 1982 karena sarana yang sudah tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan angkutan umum yang kala itu mulai berkembang. Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini.Guru Besar Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Kunto Sofianto, M.Hum, Ph.D, menuturkan, pembangunan jalur KA Cibatu, Garut, dan Cikajang merupakan bagian dari rencana pembangunan KA jalur Priangan dan Cilacap.
Pembangunan jalur Priangan-Cilacap dibangun dalam dua tahap, yakni tahap pertama antara Cicalengka dan Garut di 1887-1889, dan tahap kedua antara Warungbandrek dan Cilacap pada 1889-1893.
&quot;Meskipun pada 1887 dimulai pengerjaan jalur antara Cicalengka dan Cilacap, namun pembangunan jalur KA Cicalengka, Cibatu, dan Garut didahulukan,&quot; kata Prof Kunto Sofianto belum lama ini.
Baca selengkapnya: Penampakan Stasiun Cikajang, Tertinggi di Asia Tenggara Dibangun Masa Kolonial Belanda
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Berada di ketinggian 1.246 meter di atas permukaan laut membuat Stasiun Cikajang menjadi stasiun kereta api tertinggi yang ada di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.
Stasiun tersebut terletak di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun sayangnya, stasiun tersebut telah ditutup pada tahun1982.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpang Kereta Terlantar 8,5 Jam Hanya Dikasih 1 Botol Air Mineral, Ini Penjelasan KAI
Jarak stasiun ini hanya 50 meter dari Jalan Raya Cikajang, Kampung Padasono, Desa Padasuka. Dahulu, saat masih berfungsi stasiun Cikajang merupakan stasiun paling ujung di Kabupaten Garut.
Stasiun Cikajang dibangun pada masa kolonial pemerintah Belanda di tahun 1926. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas Garut&amp;ndash;Cikajang, sebagai hasil dari percobaan jalur kereta api ekstrem lintas pegunungan, serta menjaring pusat perekonomian ketiga di Garut yaitu daerah Cikajang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Viral! Penumpang Kereta Beli 1 Kardus Pop Mie Usai Menunggu 8,5 Jam Hanya Dikasih Mineral Kecil
Jalur ini pun dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930. Ketika masih aktif hingga tahun 1980-an, Stasiun Cikajang selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api.
Hingga akhirnya stasiun ini ditutup pada tahun 1982 karena sarana yang sudah tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan angkutan umum yang kala itu mulai berkembang. Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini.Guru Besar Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Kunto Sofianto, M.Hum, Ph.D, menuturkan, pembangunan jalur KA Cibatu, Garut, dan Cikajang merupakan bagian dari rencana pembangunan KA jalur Priangan dan Cilacap.
Pembangunan jalur Priangan-Cilacap dibangun dalam dua tahap, yakni tahap pertama antara Cicalengka dan Garut di 1887-1889, dan tahap kedua antara Warungbandrek dan Cilacap pada 1889-1893.
&quot;Meskipun pada 1887 dimulai pengerjaan jalur antara Cicalengka dan Cilacap, namun pembangunan jalur KA Cicalengka, Cibatu, dan Garut didahulukan,&quot; kata Prof Kunto Sofianto belum lama ini.
Baca selengkapnya: Penampakan Stasiun Cikajang, Tertinggi di Asia Tenggara Dibangun Masa Kolonial Belanda
</content:encoded></item></channel></rss>
