<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Ancaman Krisis Pangan, Menkeu dan Mentan Negara G20 Kumpul di Amerika Serikat</title><description>Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 melakukan pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat"/><item><title>Bahas Ancaman Krisis Pangan, Menkeu dan Mentan Negara G20 Kumpul di Amerika Serikat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 08:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat-X9mpm0BSIC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/320/2683822/bahas-ancaman-krisis-pangan-menkeu-dan-mentan-negara-g20-kumpul-di-amerika-serikat-X9mpm0BSIC.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 melakukan pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat pada agenda Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM) untuk membahas ancaman krisis pangan.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan pada pertemuan tersebut Setidaknya ada 4 fokus pembahasan utama.
BACA JUGA:KTT G20, Masyarakat Bali Bakal WFH
Pertama adalah membangun upaya anggota G20 untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi. Kedua, mendukung secara politis untuk pemetaan, penyusunan kerangka acuan, dan tindakan konkrit yang akan diambil mengatasi permasalahan tersebut.
Ketiga, menjajaki aksi konkrit untuk mengatasi krisis ketersediaan pupuk dan kerawanan pangan yang mendesak. Sebab adanya konflik Geopolitik menjadi salah satu penyebab rantai pasok pupuk menjadi terhambat.
Ke empat adalah mempertimbangkan koordinasi di bidang keuangan dan pertanian jangka panjang untuk mempercepat implementasi komitmen, membantu mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi, serta memperkuat dan menghindari duplikasi dengan inisiatif yang telah berjalan.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Persiapan Jelang KTT G20 Sudah 90%
&quot;Keempat poin tersebut, lanjut Kuntoro, diharapkan dapat menghadirkan komitmen bersama negara - negara G20 dan dapat menjadi solusi permasalahan pangan di dunia,&quot; kata Kuntoro Boga dalam pernyataan tertulisnya, Senin (10/10/2022).Terkait krisis pangan global yang mulai terasa di banyak negara, sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan bahwa persoalan pangan harus direspon secara cepat melalui semangat kolaborasi.
Pada saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian (Agriculture Ministers Meeting/AMM) Negara G20 di Bali beberapa waktu lalu, Mentan Syahrul kembali menegaskan bahwa kunci mengatasi krisis pangan global adalah kebersamaan.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang&amp;rdquo; pungkas Mentan SYL.</description><content:encoded>JAKARTA - Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 melakukan pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat pada agenda Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM) untuk membahas ancaman krisis pangan.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan pada pertemuan tersebut Setidaknya ada 4 fokus pembahasan utama.
BACA JUGA:KTT G20, Masyarakat Bali Bakal WFH
Pertama adalah membangun upaya anggota G20 untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi. Kedua, mendukung secara politis untuk pemetaan, penyusunan kerangka acuan, dan tindakan konkrit yang akan diambil mengatasi permasalahan tersebut.
Ketiga, menjajaki aksi konkrit untuk mengatasi krisis ketersediaan pupuk dan kerawanan pangan yang mendesak. Sebab adanya konflik Geopolitik menjadi salah satu penyebab rantai pasok pupuk menjadi terhambat.
Ke empat adalah mempertimbangkan koordinasi di bidang keuangan dan pertanian jangka panjang untuk mempercepat implementasi komitmen, membantu mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi, serta memperkuat dan menghindari duplikasi dengan inisiatif yang telah berjalan.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Persiapan Jelang KTT G20 Sudah 90%
&quot;Keempat poin tersebut, lanjut Kuntoro, diharapkan dapat menghadirkan komitmen bersama negara - negara G20 dan dapat menjadi solusi permasalahan pangan di dunia,&quot; kata Kuntoro Boga dalam pernyataan tertulisnya, Senin (10/10/2022).Terkait krisis pangan global yang mulai terasa di banyak negara, sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan bahwa persoalan pangan harus direspon secara cepat melalui semangat kolaborasi.
Pada saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian (Agriculture Ministers Meeting/AMM) Negara G20 di Bali beberapa waktu lalu, Mentan Syahrul kembali menegaskan bahwa kunci mengatasi krisis pangan global adalah kebersamaan.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang&amp;rdquo; pungkas Mentan SYL.</content:encoded></item></channel></rss>
