<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kena Profit Taking, Harga Minyak Dunia Turun Lagi</title><description>Harga minyak tergelincir pada perdagangan awal pekan Senin, (10/10/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi"/><item><title>Kena Profit Taking, Harga Minyak Dunia Turun Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi-ry6N4NOmM7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/320/2683879/kena-profit-taking-harga-minyak-dunia-turun-lagi-ry6N4NOmM7.jpg</image><title>Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak tergelincir pada perdagangan awal pekan Senin, (10/10/2022), koreksi setelah menemui level tertinggi lima pekan terakhir.
Analis menilai para spekulan di bursa komoditas melangsungkan aksi jual seteelah pasar menguat cukup tajam pada pekan lalu di tengah ekspektasi pasokan yang ketat setelah OPEC+ berencana memangkas 2 juta barel per hari.
BACA JUGA:Terus Naik, Harga Minyak Dunia Bakal Bertahan di Atas USD100/Barel hingga 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Data perdagangan hingga pukul 09:20 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Desember turun 0,54% menjadi USD97,39 per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Desember melemah 0,58% sebesar USD90,82 per barel.
Kedua kontrak tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Agustus pada sesi sebelumnya. Namun, tekanan jual pasar membuat harganya tergelincir bersama dengan sejumlah bursa saham di Asia.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket, Pertalite Tak Jadi Turun?

&quot;Profit-taking mungkin menjadi alasan utama yang membuat harga minyak hari ini tertekan setelah kenaikan lima hari pekan lalu,&quot; kata analis CMC Markets Tina Teng, dilansir Reuters, Senin (10/10/2022).Rencana pemangkasan produksi dari OPEC+ diperkirakan bakal menekan pasokan di pasar yang sudah ketat. Hal itu dinilai akan semakin mendongkrak harga minyak di pasar terutama menjelang pemberlakuan sanksi Uni Eropa terhadap pasokan minyak mentah Rusia pada Desember mendatang.
&quot;Pemotongan produksi jelas bikin bullish,&quot; kata analis ING dalam sebuah catatan.
&quot;Namun, jelas masih ada banyak ketidakpastian lain di pasar, termasuk bagaimana pasokan minyak Rusia berkembang karena larangan minyak UE dan adanya penetapan batas harga negara-negara G7, serta prospek permintaan yang melemah terpicu perlambatan ekonomi,&quot; lanjutnya.
Sejumlah analis lain telah menaikkan perkiraan mereka atas harga minyak mentah dan mengharapkan Brent naik di atas USD100 per barel dalam beberapa bulan mendatang.
Katalis lain yang mampu mengerek harga adalah pelonggaran pembatasan Covid-19 di China pada kuartal keempat dan 2023, yang dapat membuat permintaan minyak pulih dan menawarkan kenaikan lebih lanjut, pungkas Tina Teng.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak tergelincir pada perdagangan awal pekan Senin, (10/10/2022), koreksi setelah menemui level tertinggi lima pekan terakhir.
Analis menilai para spekulan di bursa komoditas melangsungkan aksi jual seteelah pasar menguat cukup tajam pada pekan lalu di tengah ekspektasi pasokan yang ketat setelah OPEC+ berencana memangkas 2 juta barel per hari.
BACA JUGA:Terus Naik, Harga Minyak Dunia Bakal Bertahan di Atas USD100/Barel hingga 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Data perdagangan hingga pukul 09:20 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Desember turun 0,54% menjadi USD97,39 per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Desember melemah 0,58% sebesar USD90,82 per barel.
Kedua kontrak tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Agustus pada sesi sebelumnya. Namun, tekanan jual pasar membuat harganya tergelincir bersama dengan sejumlah bursa saham di Asia.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket, Pertalite Tak Jadi Turun?

&quot;Profit-taking mungkin menjadi alasan utama yang membuat harga minyak hari ini tertekan setelah kenaikan lima hari pekan lalu,&quot; kata analis CMC Markets Tina Teng, dilansir Reuters, Senin (10/10/2022).Rencana pemangkasan produksi dari OPEC+ diperkirakan bakal menekan pasokan di pasar yang sudah ketat. Hal itu dinilai akan semakin mendongkrak harga minyak di pasar terutama menjelang pemberlakuan sanksi Uni Eropa terhadap pasokan minyak mentah Rusia pada Desember mendatang.
&quot;Pemotongan produksi jelas bikin bullish,&quot; kata analis ING dalam sebuah catatan.
&quot;Namun, jelas masih ada banyak ketidakpastian lain di pasar, termasuk bagaimana pasokan minyak Rusia berkembang karena larangan minyak UE dan adanya penetapan batas harga negara-negara G7, serta prospek permintaan yang melemah terpicu perlambatan ekonomi,&quot; lanjutnya.
Sejumlah analis lain telah menaikkan perkiraan mereka atas harga minyak mentah dan mengharapkan Brent naik di atas USD100 per barel dalam beberapa bulan mendatang.
Katalis lain yang mampu mengerek harga adalah pelonggaran pembatasan Covid-19 di China pada kuartal keempat dan 2023, yang dapat membuat permintaan minyak pulih dan menawarkan kenaikan lebih lanjut, pungkas Tina Teng.</content:encoded></item></channel></rss>
