<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salim Group Masuk Bisnis Batu Bara Lewat BUMI, Yakin Untung?</title><description>Salim Group bakal merambah bisnis batu bara. Perusahaan milik miliarder  Anthony Salim bakal masuk bisnis batu bara lewat saham BUMI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung"/><item><title>Salim Group Masuk Bisnis Batu Bara Lewat BUMI, Yakin Untung?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung-aGgDSJdfLQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salim Group masuk bisnis batu bara (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/278/2684671/salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung-aGgDSJdfLQ.jpg</image><title>Salim Group masuk bisnis batu bara (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Salim Group bakal merambah bisnis batu bara. Perusahaan milik miliarder Anthony Salim bakal masuk bisnis batu bara lewat pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengenai aksi korporasi tersebut, BUMI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (11/10/2022). Dalam agenda ini, BUMI Resources meminta persetujuan para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
BACA JUGA:Anthony Salim Siapkan Dana Rp11,7 Triliun demi Kuasai Bumi Resources

Dalam hal ini BUMI Resources akan menambah sahamnya sebesar 200 miliar saham biasa seri C dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham atau setara Rp24 triliun.
Saham tersebut pun akan diserap oleh 2 perusahaan yang dikendalikan Salim Group yang berbasis di Hong Kong yakni Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investements Limited (TGIL). Keduanya akan memiliki masing-masing kepemilikan 85% dan 15% saham yang dilepas BUMI Resources.
BACA JUGA:Aksi Emiten Pekan Ini, Anthoni Salim Bakal Borong Saham BUMI hingga Rights Issue DNAR

&amp;ldquo;MEL dan TGIL merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthony Salim dan merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim,&amp;rdquo; tulis BUMI.
Pengamat Pasar Modal dan Founder Central Capital Wahyu Tri Laksono menanggapi terkait Salim Group masuk BUMI Resources melalui private placement.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan bahwa sepanjang semester I/2022, BUMI mencatatkan  pendapatan sebesar USD968,68 juta atau setara Rp14,45 triliun (kurs  Rp14.925) meningkat 129,6% dari periode yang sama atau year-on-year  (yoy). Pada semester I/2021, BUMI membukukan pendapatan sebesar  USD421,86 juta atau setara Rp6,02 triliun (kurs Rp14.285).
Adapun laba bersih yang dicatatkan BUMI mencapai USD167,67 juta atau  setara Rp2,5 triliun, meningkat 8.768% dari USD1,89 juta atau setara  Rp27 miliar pada semester pertama 2021.
&quot;Ini jelas sentimen positif bagi bumi resources,&quot; kata Wahyu saat dihubungi MNC Portal, Selasa (11/10/2022).
Di mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 dan supply chain issues  memicu booming komoditas global terutama di sektor energi kian menaik,  termasuk batu bara.
&quot;Walaupun saat ini terjadi koreksi harga dan potensi pelemahan demand  terkait ancaman resesi global. Tapi tetap saja energi itu seksi.  Buktinya OPEC sekarang malah mengurangi produksi dan memicu rebound oil.  Eropa yang anti coal justru terpaksa ikut pakai coal juga sekarang,&quot;  katanya.
Dia menilai, faktor utama kenaikan harga karena jarak atau gap antara  permintaan batu bara dan pasokannya makin besar. Menurut dia, pasokan  selalu statis atau bahkan menurun sementara permintaan makin besar di  mana-mana.
&quot;Nah, kalau Salim masuk ini adalah bagian dari respons terhadap potensi tersebut,&quot; ucapnya.
Sebagaimana diketahui, BUMI berencana menerbitkan 200 miliar saham  baru di harga Rp120 per saham. Artinya, jika pemegang saham setuju  dengan aksi korporasi yang memberikan efek dilusi hingga 58,8% tersebut,  BUMI bakal meraup dana segar hingga Rp24 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Salim Group bakal merambah bisnis batu bara. Perusahaan milik miliarder Anthony Salim bakal masuk bisnis batu bara lewat pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengenai aksi korporasi tersebut, BUMI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (11/10/2022). Dalam agenda ini, BUMI Resources meminta persetujuan para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
BACA JUGA:Anthony Salim Siapkan Dana Rp11,7 Triliun demi Kuasai Bumi Resources

Dalam hal ini BUMI Resources akan menambah sahamnya sebesar 200 miliar saham biasa seri C dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham atau setara Rp24 triliun.
Saham tersebut pun akan diserap oleh 2 perusahaan yang dikendalikan Salim Group yang berbasis di Hong Kong yakni Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investements Limited (TGIL). Keduanya akan memiliki masing-masing kepemilikan 85% dan 15% saham yang dilepas BUMI Resources.
BACA JUGA:Aksi Emiten Pekan Ini, Anthoni Salim Bakal Borong Saham BUMI hingga Rights Issue DNAR

&amp;ldquo;MEL dan TGIL merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthony Salim dan merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim,&amp;rdquo; tulis BUMI.
Pengamat Pasar Modal dan Founder Central Capital Wahyu Tri Laksono menanggapi terkait Salim Group masuk BUMI Resources melalui private placement.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan bahwa sepanjang semester I/2022, BUMI mencatatkan  pendapatan sebesar USD968,68 juta atau setara Rp14,45 triliun (kurs  Rp14.925) meningkat 129,6% dari periode yang sama atau year-on-year  (yoy). Pada semester I/2021, BUMI membukukan pendapatan sebesar  USD421,86 juta atau setara Rp6,02 triliun (kurs Rp14.285).
Adapun laba bersih yang dicatatkan BUMI mencapai USD167,67 juta atau  setara Rp2,5 triliun, meningkat 8.768% dari USD1,89 juta atau setara  Rp27 miliar pada semester pertama 2021.
&quot;Ini jelas sentimen positif bagi bumi resources,&quot; kata Wahyu saat dihubungi MNC Portal, Selasa (11/10/2022).
Di mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 dan supply chain issues  memicu booming komoditas global terutama di sektor energi kian menaik,  termasuk batu bara.
&quot;Walaupun saat ini terjadi koreksi harga dan potensi pelemahan demand  terkait ancaman resesi global. Tapi tetap saja energi itu seksi.  Buktinya OPEC sekarang malah mengurangi produksi dan memicu rebound oil.  Eropa yang anti coal justru terpaksa ikut pakai coal juga sekarang,&quot;  katanya.
Dia menilai, faktor utama kenaikan harga karena jarak atau gap antara  permintaan batu bara dan pasokannya makin besar. Menurut dia, pasokan  selalu statis atau bahkan menurun sementara permintaan makin besar di  mana-mana.
&quot;Nah, kalau Salim masuk ini adalah bagian dari respons terhadap potensi tersebut,&quot; ucapnya.
Sebagaimana diketahui, BUMI berencana menerbitkan 200 miliar saham  baru di harga Rp120 per saham. Artinya, jika pemegang saham setuju  dengan aksi korporasi yang memberikan efek dilusi hingga 58,8% tersebut,  BUMI bakal meraup dana segar hingga Rp24 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
