<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alkindo (ALDO) Incar Pendapatan Rp3 Triliun di 2023</title><description>PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) incar pendapatan Rp3 triliun pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023"/><item><title>Alkindo (ALDO) Incar Pendapatan Rp3 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023-9T3bpA1O1V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ALDO incar pendapatan Rp3 triliun tahun depan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/278/2684740/alkindo-aldo-incar-pendapatan-rp3-triliun-di-2023-9T3bpA1O1V.jpg</image><title>ALDO incar pendapatan Rp3 triliun tahun depan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) incar pendapatan Rp3 triliun pada 2023. Target pendapatan emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia ini naik hampir dua kali lipat.
ALDO mengincar pendapatan sebesar Rp3 triliun di tahun 2023, naik 76% dari target tahun ini yang sebesar Rp1,7 triliun. Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto mengatakan, peningkatan target tersebut dipicu penambahan mesin kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper) pada anak usaha ALDO, PT Eco Paper Indonesia.
BACA JUGA:Alkindo Naratama (ALDO) Rombak Susunan Direksi-Komisaris, Ini Daftarnya

Perusahaan sedang mengembangkan mesin kedua dengan kapasitas 500ton perhari. Saat ini Eco Paper memiliki satu mesin produksi dengan kapasitas 250ton perhari untuk produk kertas coklat berbahan daur ulang.
&amp;ldquo;Kami mengharapkan mesin baru dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Dengan bertambahnya mesin baru, produksi recycled brown paper akan meningkat menjadi 220 ribu ton per tahun dari kapasitas produksi saat ini yang sekitar 80 ribu ton per tahun,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Tebar Dividen Rp2,08 Miliar, Cek Jadwalnya!

Selain karena bertambahnya kapasitas produksi, Perseroan juga optimis peningkatan kinerja didukung oleh semakin terbukanya pasar produk daur ulang. Setelah pandemi, permintaan terbesar pada produk kertas daur ulang berasal dari Fast Moving Consumer Good (FMGC) dan e-commerce.
ALDO melakukan inovasi untuk melayani pasar tersebut, salah satunya dengan memproduksi hexa wrap, kertas coklat berbentuk struktur sarang lebah dan dapat menggantikan gelembung plastik (buble wrap). Produk lainnya yaitu paper box dan paper bag, kemasan yang terbuat dari kertas yang dapat digunakan sebagai wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Prospek pasar kemasan kertas masih sangat menjanjikan. Ini diiringi  dengan semakin meningkatnya tren penjualan online dari tahun ke tahun.  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai transaksi  e-commerce di Indonesia, mencapai Rp108,54 triliun sepanjang kuartal  I-2022. Realisasi itu tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama pada  tahun lalu.
&amp;ldquo;Tren belanja online ini sudah menjadi gaya hidup. Namun ada masalah  yang ditinggalkan yaitu penggunaan plastik. Kami memberikan solusi  dengan produk-produk yang ramah lingkungan dari bahan daur ulang,&amp;rdquo; kata  Herwanto Sutanto.
Pada semester pertama 2022, ALDO membukukan laba bersih Rp39,31  miliar, naik 31% dari Rp30,05 miliar pada periode yang sama tahun  sebelumnya.  Pada periode tersebut, penjualan bersih ALDO tercatat  Rp767,22 miliar, meningkat 15% dari Rp669,85 pada periode yang sama  2021.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) incar pendapatan Rp3 triliun pada 2023. Target pendapatan emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia ini naik hampir dua kali lipat.
ALDO mengincar pendapatan sebesar Rp3 triliun di tahun 2023, naik 76% dari target tahun ini yang sebesar Rp1,7 triliun. Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto mengatakan, peningkatan target tersebut dipicu penambahan mesin kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper) pada anak usaha ALDO, PT Eco Paper Indonesia.
BACA JUGA:Alkindo Naratama (ALDO) Rombak Susunan Direksi-Komisaris, Ini Daftarnya

Perusahaan sedang mengembangkan mesin kedua dengan kapasitas 500ton perhari. Saat ini Eco Paper memiliki satu mesin produksi dengan kapasitas 250ton perhari untuk produk kertas coklat berbahan daur ulang.
&amp;ldquo;Kami mengharapkan mesin baru dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Dengan bertambahnya mesin baru, produksi recycled brown paper akan meningkat menjadi 220 ribu ton per tahun dari kapasitas produksi saat ini yang sekitar 80 ribu ton per tahun,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Tebar Dividen Rp2,08 Miliar, Cek Jadwalnya!

Selain karena bertambahnya kapasitas produksi, Perseroan juga optimis peningkatan kinerja didukung oleh semakin terbukanya pasar produk daur ulang. Setelah pandemi, permintaan terbesar pada produk kertas daur ulang berasal dari Fast Moving Consumer Good (FMGC) dan e-commerce.
ALDO melakukan inovasi untuk melayani pasar tersebut, salah satunya dengan memproduksi hexa wrap, kertas coklat berbentuk struktur sarang lebah dan dapat menggantikan gelembung plastik (buble wrap). Produk lainnya yaitu paper box dan paper bag, kemasan yang terbuat dari kertas yang dapat digunakan sebagai wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Prospek pasar kemasan kertas masih sangat menjanjikan. Ini diiringi  dengan semakin meningkatnya tren penjualan online dari tahun ke tahun.  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai transaksi  e-commerce di Indonesia, mencapai Rp108,54 triliun sepanjang kuartal  I-2022. Realisasi itu tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama pada  tahun lalu.
&amp;ldquo;Tren belanja online ini sudah menjadi gaya hidup. Namun ada masalah  yang ditinggalkan yaitu penggunaan plastik. Kami memberikan solusi  dengan produk-produk yang ramah lingkungan dari bahan daur ulang,&amp;rdquo; kata  Herwanto Sutanto.
Pada semester pertama 2022, ALDO membukukan laba bersih Rp39,31  miliar, naik 31% dari Rp30,05 miliar pada periode yang sama tahun  sebelumnya.  Pada periode tersebut, penjualan bersih ALDO tercatat  Rp767,22 miliar, meningkat 15% dari Rp669,85 pada periode yang sama  2021.</content:encoded></item></channel></rss>
