<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara Adidaya, Sri Mulyani: AS Tak Bisa Selesaikan Masalah Sendirian</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Amerika Serikat (AS) tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian"/><item><title>Negara Adidaya, Sri Mulyani: AS Tak Bisa Selesaikan Masalah Sendirian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian-6uGKGsXzLB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut AS tidak bisa selesaikan masalah sendirian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684646/negara-adidaya-sri-mulyani-as-tak-bisa-selesaikan-masalah-sendirian-6uGKGsXzLB.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut AS tidak bisa selesaikan masalah sendirian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Amerika Serikat (AS) tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian. Meskipun AS dikenal sebagai negara adidaya dengan kekuatan besar.
Hal ini dia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam sesi Keynote Dialogue rangkaian kegiatan Special Event Toward G20 Summit dengan tema &amp;ldquo;Infrastructure Development Through Innovation and Collaborative Financing: Toward Greater Inclusivity and Productivity&amp;rdquo; yang diadakan di The Convene, Washington DC, Amerika Serikat.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Negara Bisa Maju jika Sektor Keuangan Kuat

Pada sesi Sustainable Infrastructure Investment and Financing (SIIF), Sri menyampaikan pentingnya Presidensi G20 untuk membangkitkan pengembangan infrastruktur berkelanjutan pasca pandemi.
&amp;ldquo;Ketika kita menghadapi masalah global seperti pandemi dan perubahan iklim, meskipun negara Anda masih dapat leluasa beroperasi sesuai kemampuan, Anda juga harus mengakui dengan kerendahan hati bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan masalah sendiri meskipun sebagai negara adidaya di dunia. Saya yakin pengakuan semacam ini membantu Presidensi G20 Indonesia untuk meyakinkan negara anggota bahwa kita perlu tetap terus bekerja sama dan berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan,&amp;rdquo; jelas Sri, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Profesi Keuangan Tiang Penyangga Kredibilitas dan Keakuratan

Di samping itu, dia juga menegaskan bahwa telah ada kesepakatan mekanisme keuangan berkelanjutan yang membutuhkan kontribusi semua negara, yang juga melibatkan semua lembaga termasuk Multilateral Development Bank (MDB) guna mengurangi risiko dan memobilisasi lebih banyak dana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Presidensi G20 Indonesia mendorong agar dukungan pendanaan  pembangunan dapat ditingkatkan, terutama melalui peningkatan kapasitas  MDB, termasuk lewat reviu kerangka kecukupan modal (Capital Adequacy  Framework (CAF)). Reviu CAF bertujuan untuk optimalisasi neraca MDB agar  memiliki ruang lebih besar untuk pendanaan pembangunan bagi negara  anggota.
Sebagai informasi, acara Special Event Toward G20 Summit ini dibuka  oleh Prof. Bambang Brodjonegoro, selaku Lead Co-Chairs of Think 20  (T20). Dalam sambutannya, Bambang menekankan faktor penting dalam  mendorong pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.
&amp;ldquo;Salah satu masalah penting yang perlu kita tangani adalah skema  pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur, di mana investasi dan  kemitraan publik-swasta (PPP) adalah salah satu kunci utama untuk  menciptakan infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Selain  itu, dalam skema PPP, pemangku kepentingan khususnya pemerintah juga  perlu memperkuat pembangunan kapasitas dan memberikan insentif yang  tepat guna kepada sektor publik maupun swasta untuk meningkatkan  keberlanjutannya,&amp;rdquo; ujar Bambang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Amerika Serikat (AS) tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian. Meskipun AS dikenal sebagai negara adidaya dengan kekuatan besar.
Hal ini dia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam sesi Keynote Dialogue rangkaian kegiatan Special Event Toward G20 Summit dengan tema &amp;ldquo;Infrastructure Development Through Innovation and Collaborative Financing: Toward Greater Inclusivity and Productivity&amp;rdquo; yang diadakan di The Convene, Washington DC, Amerika Serikat.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Negara Bisa Maju jika Sektor Keuangan Kuat

Pada sesi Sustainable Infrastructure Investment and Financing (SIIF), Sri menyampaikan pentingnya Presidensi G20 untuk membangkitkan pengembangan infrastruktur berkelanjutan pasca pandemi.
&amp;ldquo;Ketika kita menghadapi masalah global seperti pandemi dan perubahan iklim, meskipun negara Anda masih dapat leluasa beroperasi sesuai kemampuan, Anda juga harus mengakui dengan kerendahan hati bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan masalah sendiri meskipun sebagai negara adidaya di dunia. Saya yakin pengakuan semacam ini membantu Presidensi G20 Indonesia untuk meyakinkan negara anggota bahwa kita perlu tetap terus bekerja sama dan berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan,&amp;rdquo; jelas Sri, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Profesi Keuangan Tiang Penyangga Kredibilitas dan Keakuratan

Di samping itu, dia juga menegaskan bahwa telah ada kesepakatan mekanisme keuangan berkelanjutan yang membutuhkan kontribusi semua negara, yang juga melibatkan semua lembaga termasuk Multilateral Development Bank (MDB) guna mengurangi risiko dan memobilisasi lebih banyak dana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNC80LzE1MzY4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Presidensi G20 Indonesia mendorong agar dukungan pendanaan  pembangunan dapat ditingkatkan, terutama melalui peningkatan kapasitas  MDB, termasuk lewat reviu kerangka kecukupan modal (Capital Adequacy  Framework (CAF)). Reviu CAF bertujuan untuk optimalisasi neraca MDB agar  memiliki ruang lebih besar untuk pendanaan pembangunan bagi negara  anggota.
Sebagai informasi, acara Special Event Toward G20 Summit ini dibuka  oleh Prof. Bambang Brodjonegoro, selaku Lead Co-Chairs of Think 20  (T20). Dalam sambutannya, Bambang menekankan faktor penting dalam  mendorong pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.
&amp;ldquo;Salah satu masalah penting yang perlu kita tangani adalah skema  pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur, di mana investasi dan  kemitraan publik-swasta (PPP) adalah salah satu kunci utama untuk  menciptakan infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Selain  itu, dalam skema PPP, pemangku kepentingan khususnya pemerintah juga  perlu memperkuat pembangunan kapasitas dan memberikan insentif yang  tepat guna kepada sektor publik maupun swasta untuk meningkatkan  keberlanjutannya,&amp;rdquo; ujar Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
