<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Bersyukur Inflasi Terkendali Setelah Kenaikan Harga BBM</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur laju inflasi Indonesia masih terkendali setelah kenaikan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm"/><item><title>Presiden Jokowi Bersyukur Inflasi Terkendali Setelah Kenaikan Harga BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm-UEmzqg7dNO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi bersyukur inflasi Indonesia terkendali (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684808/presiden-jokowi-bersyukur-inflasi-terkendali-setelah-kenaikan-harga-bbm-UEmzqg7dNO.jpg</image><title>Jokowi bersyukur inflasi Indonesia terkendali (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur laju inflasi Indonesia masih terkendali setelah kenaikan harga BBM. Pasalnya, kenaikan harga BBM dikhawatirkan bisa meningkatkan laju inflasi.
Jokowi mengatakan, tingkat inflasi yang masih di bawah 5,9% patut disyukuri, karena masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang mencatatkan inflasi tinggi belakangan ini.
BACA JUGA:Jurus Jokowi Atasi Inflasi, Negara Lain Tak Punya

&amp;ldquo;Inflasi juga terkendali setelah kenaikan BBM, ini yang harus kita syukuri karena moneter kita masih pada posisi yang bisa dikendalikan,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam BNI Investor Daily Summit 2022 di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Jokowi mencontohkan, Argentina yang tingkat inflasinya pada saat ini terbilang mengkhawatirkan, yakni di level 83,5% dengan kenaikan suku bunga sebesar 3.700 basis poin.
BACA JUGA:Jokowi Sebut Tak Ada Negara Lain yang Bisa Kendalikan Inflasi seperti Indonesia 

Untuk itu, Jokowi meminta masyarakat untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, untuk tetap mewaspadai adanya gejolak ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia hingga kuartal II tahun ini masih menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kita harus tetap menjaga optimisme, tapi yang paling penting adalah waspada,&amp;rdquo; kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa saat ini terdapat 28 negara  yang antre di markas Dana Moneter Internasional atau IMF untuk mengatasi  permasalahan ekonomi di negara masing-masing. Jokowi menyebut ke-28  negara tersebut sebagai &amp;lsquo;pasien&amp;rsquo;.
Adapun, hal tersebut merupakan dampak dari inflasi dan ancaman resesi  global yang membayangi negara-negara di dunia akibat pandemi Covid-19  dan perang antara Rusia dan Ukraina.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur laju inflasi Indonesia masih terkendali setelah kenaikan harga BBM. Pasalnya, kenaikan harga BBM dikhawatirkan bisa meningkatkan laju inflasi.
Jokowi mengatakan, tingkat inflasi yang masih di bawah 5,9% patut disyukuri, karena masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang mencatatkan inflasi tinggi belakangan ini.
BACA JUGA:Jurus Jokowi Atasi Inflasi, Negara Lain Tak Punya

&amp;ldquo;Inflasi juga terkendali setelah kenaikan BBM, ini yang harus kita syukuri karena moneter kita masih pada posisi yang bisa dikendalikan,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam BNI Investor Daily Summit 2022 di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Jokowi mencontohkan, Argentina yang tingkat inflasinya pada saat ini terbilang mengkhawatirkan, yakni di level 83,5% dengan kenaikan suku bunga sebesar 3.700 basis poin.
BACA JUGA:Jokowi Sebut Tak Ada Negara Lain yang Bisa Kendalikan Inflasi seperti Indonesia 

Untuk itu, Jokowi meminta masyarakat untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, untuk tetap mewaspadai adanya gejolak ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia hingga kuartal II tahun ini masih menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kita harus tetap menjaga optimisme, tapi yang paling penting adalah waspada,&amp;rdquo; kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa saat ini terdapat 28 negara  yang antre di markas Dana Moneter Internasional atau IMF untuk mengatasi  permasalahan ekonomi di negara masing-masing. Jokowi menyebut ke-28  negara tersebut sebagai &amp;lsquo;pasien&amp;rsquo;.
Adapun, hal tersebut merupakan dampak dari inflasi dan ancaman resesi  global yang membayangi negara-negara di dunia akibat pandemi Covid-19  dan perang antara Rusia dan Ukraina.</content:encoded></item></channel></rss>
