<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi 2023, Pengusaha Khawatir Ada Badai PHK Lagi</title><description>Ancaman resesi ekonomi global dikhawatirkan memicu badai PHK.  Bayang-bayang resesi ekonomi global seperti awan gelap bagi pengusaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi"/><item><title>Ancaman Resesi 2023, Pengusaha Khawatir Ada Badai PHK Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi-ng98F1LSRM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi ekonomi dikhawatirkan picu badai PHK (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684912/ancaman-resesi-2023-pengusaha-khawatir-ada-badai-phk-lagi-ng98F1LSRM.jpeg</image><title>Resesi ekonomi dikhawatirkan picu badai PHK (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ancaman resesi ekonomi global dikhawatirkan memicu badai PHK. Bayang-bayang resesi ekonomi global seperti awan gelap bagi pengusaha.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengungkapkan, kondisi ini akan mengganggu masuknya modal investor ke Indonesia. Alhasil, investor cenderung akan mengalihkan dananya ke safe haven, seperti emas dan dolar AS.
BACA JUGA:Resesi Bakal Terjadi 9 Bulan Lagi, Bos JPMorgan: Ini Hal yang Sangat-Sangat Serius

&quot;Kondisi perekonomian global saat ini memang masih di liputi oleh ketidakpastian, terakhir kita sama-sama ketahui beberapa aktivitas perekonomian di Amerika juga mengalami kontraksi tentunya hal ini semakin memperkuat risiko akan terjadinya resesi perekonomian dunia. Bagi Indonesia sendiri kondisi ini pastinya akan berpengaruh dalam perekonomian nasional, terutama di bidang investasi,&quot; jelas Diana kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (11/10/2022).
Selain itu, lanjut Diana, resesi akan membuat keuangan investor yang selama ini menanamkan modal di Indonesia terganggu, sehingga tidak hanya memperkecil investasi yang masuk, tapi investasi existing pun bisa mangkrak.
BACA JUGA:Harga Minyak Anjlok, Ancaman Resesi Bikin Permintaan Bahan Bakar Berkurang

Dia khawatir, bila kondisi di atas tidak terkendali maka akan terjadi gelombang PHK besar-besaran mengingat kinerja manufaktur yang terganggu.
&quot;Untuk itu kami berharap kinerja manufaktur akan tetap terjaga sebagai tulang punggung perekonomian nasional,&quot; ungkap Diana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDQ5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk diketahui, peringatan resesi muncul melihat kebijakan moneter  ketat bank sentral di sejumlah negara. Bank-bank sentral ini terus  mengerek suku bunganya. OJK pun memprediksi resesi global akan terjadi  lebih cepat.
&quot;Tapi yang tidak bisa kami prediksi ialah seberapa serius resesi dan  berapa lama itu akan berlangsung,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK  Mahendra Siregar.
Terlepas dari kemungkinan resesi global tahun depan, OJK belum secara spesifik membocorkan kebijakan relaksasi yang diperlukan.
&quot;Jika dalam perkembangan selanjutnya kami merasa perlu kebijakan yang  tepat untuk mencapai target, tentu kami akan merumuskan dan mengesahkan  (kebijakan) tersebut,&quot; terang Mahendra.
Sementara itu, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan kebijakan  moneter bank sentral yang cukup agresif akan menghambat proses  pemulihan ekonomi global. Imbasnya, ekonomi dunia diperkirakan melambat  menjadi 0,5% tahun depan.
Dia khawatir tren perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka  panjang. Oleh karena itu, Malpass mendesak seluruh negara fokus  meningkatkan produksi agar pasokan kembali melimpah, sehingga inflasi  bisa ditekan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ancaman resesi ekonomi global dikhawatirkan memicu badai PHK. Bayang-bayang resesi ekonomi global seperti awan gelap bagi pengusaha.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengungkapkan, kondisi ini akan mengganggu masuknya modal investor ke Indonesia. Alhasil, investor cenderung akan mengalihkan dananya ke safe haven, seperti emas dan dolar AS.
BACA JUGA:Resesi Bakal Terjadi 9 Bulan Lagi, Bos JPMorgan: Ini Hal yang Sangat-Sangat Serius

&quot;Kondisi perekonomian global saat ini memang masih di liputi oleh ketidakpastian, terakhir kita sama-sama ketahui beberapa aktivitas perekonomian di Amerika juga mengalami kontraksi tentunya hal ini semakin memperkuat risiko akan terjadinya resesi perekonomian dunia. Bagi Indonesia sendiri kondisi ini pastinya akan berpengaruh dalam perekonomian nasional, terutama di bidang investasi,&quot; jelas Diana kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (11/10/2022).
Selain itu, lanjut Diana, resesi akan membuat keuangan investor yang selama ini menanamkan modal di Indonesia terganggu, sehingga tidak hanya memperkecil investasi yang masuk, tapi investasi existing pun bisa mangkrak.
BACA JUGA:Harga Minyak Anjlok, Ancaman Resesi Bikin Permintaan Bahan Bakar Berkurang

Dia khawatir, bila kondisi di atas tidak terkendali maka akan terjadi gelombang PHK besar-besaran mengingat kinerja manufaktur yang terganggu.
&quot;Untuk itu kami berharap kinerja manufaktur akan tetap terjaga sebagai tulang punggung perekonomian nasional,&quot; ungkap Diana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDQ5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk diketahui, peringatan resesi muncul melihat kebijakan moneter  ketat bank sentral di sejumlah negara. Bank-bank sentral ini terus  mengerek suku bunganya. OJK pun memprediksi resesi global akan terjadi  lebih cepat.
&quot;Tapi yang tidak bisa kami prediksi ialah seberapa serius resesi dan  berapa lama itu akan berlangsung,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK  Mahendra Siregar.
Terlepas dari kemungkinan resesi global tahun depan, OJK belum secara spesifik membocorkan kebijakan relaksasi yang diperlukan.
&quot;Jika dalam perkembangan selanjutnya kami merasa perlu kebijakan yang  tepat untuk mencapai target, tentu kami akan merumuskan dan mengesahkan  (kebijakan) tersebut,&quot; terang Mahendra.
Sementara itu, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan kebijakan  moneter bank sentral yang cukup agresif akan menghambat proses  pemulihan ekonomi global. Imbasnya, ekonomi dunia diperkirakan melambat  menjadi 0,5% tahun depan.
Dia khawatir tren perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka  panjang. Oleh karena itu, Malpass mendesak seluruh negara fokus  meningkatkan produksi agar pasokan kembali melimpah, sehingga inflasi  bisa ditekan.</content:encoded></item></channel></rss>
