<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Ekonomi saat Ini Lebih Ngeri dari 1998, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Buat Kebijakan</title><description>Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyatakan bahwa IMF mencatat sudah ada 28 negara  memperoleh bantuan IMF.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan"/><item><title>Krisis Ekonomi saat Ini Lebih Ngeri dari 1998, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Buat Kebijakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan-d1CvDa1GwJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684948/krisis-ekonomi-saat-ini-lebih-ngeri-dari-1998-jokowi-ingatkan-hati-hati-buat-kebijakan-d1CvDa1GwJ.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa International Monetary Fund (IMF) mencatat sudah ada 28 negara yang masuk daftar untuk memperoleh bantuan IMF.
Sebanyak 14 negara sudah masuk, dan 14 lainnya sedang dalam proses.
BACA JUGA:Jokowi Ditelepon Sri Mulyani dari AS, Bawa Kabar Buruk!

Ini, sebut dia, lebih besar daripada krisis di tahun 1998 dimana krisis era itu terjadi di beberapa negara ASEAN.
&quot;Nah tentu Bapak Presiden mengingatkan untuk mengambil beberapa kebijakan secara berhati-hati seperti yang terjadi di Inggris misalnya, kebijakan yang dibuat justru membuat Poundsterling jatuh,&quot; ujar Airlangga dalam Keterangan Pers terkait Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:28 Negara Jadi Pasien IMF, 66 Negara Terancam Kolaps! Jokowi: Ekonomi Global Ambruk

Airlangga menyebutkan Indonesia sendiri mengalami depresiasi Rupiah sebesar 6%, namun relatif masih lebih tinggi dari beberapa negara lain, termasuk Kanada, Swiss, Nepal, Malaysia, Thailand, bahkan Inggris.&quot;Hal ini membuat Indonesia relatif lebih moderat dibandingkan dengan beberapa negara lain,&quot; ungkap Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa International Monetary Fund (IMF) mencatat sudah ada 28 negara yang masuk daftar untuk memperoleh bantuan IMF.
Sebanyak 14 negara sudah masuk, dan 14 lainnya sedang dalam proses.
BACA JUGA:Jokowi Ditelepon Sri Mulyani dari AS, Bawa Kabar Buruk!

Ini, sebut dia, lebih besar daripada krisis di tahun 1998 dimana krisis era itu terjadi di beberapa negara ASEAN.
&quot;Nah tentu Bapak Presiden mengingatkan untuk mengambil beberapa kebijakan secara berhati-hati seperti yang terjadi di Inggris misalnya, kebijakan yang dibuat justru membuat Poundsterling jatuh,&quot; ujar Airlangga dalam Keterangan Pers terkait Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:28 Negara Jadi Pasien IMF, 66 Negara Terancam Kolaps! Jokowi: Ekonomi Global Ambruk

Airlangga menyebutkan Indonesia sendiri mengalami depresiasi Rupiah sebesar 6%, namun relatif masih lebih tinggi dari beberapa negara lain, termasuk Kanada, Swiss, Nepal, Malaysia, Thailand, bahkan Inggris.&quot;Hal ini membuat Indonesia relatif lebih moderat dibandingkan dengan beberapa negara lain,&quot; ungkap Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
