<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Sebut Industri Jasa Keuangan Sudah Pulih, Ini Buktinya</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri jasa keuangan Indonesia sudah pulih dari tekanan pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya"/><item><title>OJK Sebut Industri Jasa Keuangan Sudah Pulih, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya-R8gmQhuOq1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK sebut industri jasa keuangan sudah pulih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2684989/ojk-sebut-industri-jasa-keuangan-sudah-pulih-ini-buktinya-R8gmQhuOq1.jpg</image><title>OJK sebut industri jasa keuangan sudah pulih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri jasa keuangan Indonesia sudah pulih dari tekanan pandemi covid-19. OJK pun menyatakan kesiapannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&quot;Kesiapan industri jasa keuangan dapat kami laporkan dalam satu kalimat, sudah pulih dari kondisi pandemi dan siap serta siaga untuk melanjutkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi, dan siap siaga untuk menghadapi risiko transmisi ekonomi global yang semakin berat,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di acara BNI Investor Daily Summit 2022 di Jakarta, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:OJK Sebut Ekonomi Global Bakal Alami Perfect Storm, Apa itu?

Mahendra menjelaskan, kesiapan OJK dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tercermin dari optimisme pertumbuhan kredit perbankan yang diproyeksi tumbuh 10% hingga akhir tahun 2022. Adapun, pertumbuhan kredit modal kerja akan lebih dominan yakni sebesar 12% hingga 13%, dibanding kredit investasi yang sebesar 8% hingga 9%.
BACA JUGA:Ada Pelanggaran, OJK Setop 244 Iklan Produk dan Layanan Jasa Keuangan

Selain itu, terlihat juga pada pemulihan di sektor industri multifinance, di mana nilai outstanding piutang pembiayaan terus meningkat dan diproyeksi mencapai 9% hingga akhir tahun.
&amp;ldquo;Termasuk perusahaan yang melakukan initial public offering atau IPO, akan mencatatkan rekornya pada tahun ini,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, kredit restrukturisasi pun telah turun hampir 40%  dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, Mahendra menyebut masih  ada sebagian portofolio kredit restrukturisasi yang masih membutuhkan  dukungan ke depannya.
Dia menyebut, tersisa kurang lebih dua sektor di wilayah tertentu,  yang mungkin membutuhkan relaksasi atau penyesuaian lebih lanjut. Namun  sejalan dengan kondisi kesehatan perbankan dan lembaga pembiayaan,  secara keseluruhan sektor keuangan sudah pulih.
Mahendra pun mengimbau para lembaga jasa keuangan (LJK) untuk  memantau dan memastikan ketersediaan likuiditas sebagai bentuk  antisipasi risiko. Ia pun meminta para LJK untuk mencermati risiko  pasar, seperti eksposur terhadap surat-surat berharga dan valuta asing.
&amp;ldquo;Kami imbau juga LJK untuk mencermati perkembangan risiko kredit dan  pembiayaan di sektor-sektor yang memang memiliki sensitivitas terhadap  perkembangan global. Khususnya agar proporsi penempatan dana tidak  berlebihan, sehingga portofolio bisa tetap sehat dan prudent,&amp;rdquo; pungkas  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri jasa keuangan Indonesia sudah pulih dari tekanan pandemi covid-19. OJK pun menyatakan kesiapannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&quot;Kesiapan industri jasa keuangan dapat kami laporkan dalam satu kalimat, sudah pulih dari kondisi pandemi dan siap serta siaga untuk melanjutkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi, dan siap siaga untuk menghadapi risiko transmisi ekonomi global yang semakin berat,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di acara BNI Investor Daily Summit 2022 di Jakarta, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:OJK Sebut Ekonomi Global Bakal Alami Perfect Storm, Apa itu?

Mahendra menjelaskan, kesiapan OJK dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tercermin dari optimisme pertumbuhan kredit perbankan yang diproyeksi tumbuh 10% hingga akhir tahun 2022. Adapun, pertumbuhan kredit modal kerja akan lebih dominan yakni sebesar 12% hingga 13%, dibanding kredit investasi yang sebesar 8% hingga 9%.
BACA JUGA:Ada Pelanggaran, OJK Setop 244 Iklan Produk dan Layanan Jasa Keuangan

Selain itu, terlihat juga pada pemulihan di sektor industri multifinance, di mana nilai outstanding piutang pembiayaan terus meningkat dan diproyeksi mencapai 9% hingga akhir tahun.
&amp;ldquo;Termasuk perusahaan yang melakukan initial public offering atau IPO, akan mencatatkan rekornya pada tahun ini,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, kredit restrukturisasi pun telah turun hampir 40%  dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, Mahendra menyebut masih  ada sebagian portofolio kredit restrukturisasi yang masih membutuhkan  dukungan ke depannya.
Dia menyebut, tersisa kurang lebih dua sektor di wilayah tertentu,  yang mungkin membutuhkan relaksasi atau penyesuaian lebih lanjut. Namun  sejalan dengan kondisi kesehatan perbankan dan lembaga pembiayaan,  secara keseluruhan sektor keuangan sudah pulih.
Mahendra pun mengimbau para lembaga jasa keuangan (LJK) untuk  memantau dan memastikan ketersediaan likuiditas sebagai bentuk  antisipasi risiko. Ia pun meminta para LJK untuk mencermati risiko  pasar, seperti eksposur terhadap surat-surat berharga dan valuta asing.
&amp;ldquo;Kami imbau juga LJK untuk mencermati perkembangan risiko kredit dan  pembiayaan di sektor-sektor yang memang memiliki sensitivitas terhadap  perkembangan global. Khususnya agar proporsi penempatan dana tidak  berlebihan, sehingga portofolio bisa tetap sehat dan prudent,&amp;rdquo; pungkas  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
