<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! Tahu Tempe Akan Hilang di Pasaran, Pedagang Mogok Produksi karena Mahalnya Harga Kedelai</title><description>Perajin tahu tempe se-Jawa Barat kembali mengancam mogok produksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai"/><item><title>Jangan Kaget! Tahu Tempe Akan Hilang di Pasaran, Pedagang Mogok Produksi karena Mahalnya Harga Kedelai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai-WmzHVMHBFr.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Perajin tahu tempe. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/320/2685054/jangan-kaget-tahu-tempe-akan-hilang-di-pasaran-pedagang-mogok-produksi-karena-mahalnya-harga-kedelai-WmzHVMHBFr.JPG</image><title>Perajin tahu tempe. (Foto: MPI)</title></images><description>BANDUNG - Perajin tahu tempe se-Jawa Barat kembali mengancam mogok produksi menyusul meroketnya harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir ini.

Ketua Paguyuban Tahu dan Tempe Jabar, M Zamaludin menyatakan, anggotanya bakal melakukan mogok produksi selama tiga hari mulai 17-19 Oktober 2022 mendatang.

Zamaludin mengatakan, langkah mogok produksi diambil karena harga kacang kedelai yang terus merangkak naik di pasaran.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Tahu Tempe Naik Seribu, Pedagang Kurangi Jumlah Produksi
&quot;Jadi berdasarkan hasil rapat pada tanggal 10 (Oktober) kemarin, kami berencana akan melakukan mogok produksi selama 3 hari,&quot; kata Zamaludin dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).

Meski begitu, Zamaludin memastikan bahwa pihaknya tidak akan melakukan sweeping kepada para perajin tahu dan tempe yang masih produksi.

&quot;Kita tidak akan melakukan sweeping, tapi kita memohon untuk kesadaran dan kerja samanya kepada seluruh pengrajin tahu tempe untuk melakukan mogok produksi,&quot; ucapnya.
Lewat aksi mogok produksi ini, pihaknya berharap, pemerintah mengetahui dan memahami kondisi sekaligus keluhan yang dirasakan para pengrajin tahu tempe di Jabar.

&quot;Tujuannya agar pemerintah tahu masalah melakukan mogok produksi ini kenapa dan konsumen juga tahu bahwa kita akan melakukan mogok selama 3 hari. Kami berharap, pemerintah memperhatikan dan memberikan kebijakan terhadap kenaikan bahan baku tahu dan tempe ini,&quot; jelasnya.

Terpisah, Wakil Kepala Bulog Jabar, Mersi Windrayani secara singkat menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyaluran kacang kedelai kepada para perajin tahu tempe

&quot;Kita dapat penugasan dari kantor pusat (Bulog) untuk bekerja sama dengan Puskopti (Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesi) yang ada di Jawa Barat dan para pengrajin tahu tempe,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Perajin tahu tempe se-Jawa Barat kembali mengancam mogok produksi menyusul meroketnya harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir ini.

Ketua Paguyuban Tahu dan Tempe Jabar, M Zamaludin menyatakan, anggotanya bakal melakukan mogok produksi selama tiga hari mulai 17-19 Oktober 2022 mendatang.

Zamaludin mengatakan, langkah mogok produksi diambil karena harga kacang kedelai yang terus merangkak naik di pasaran.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Tahu Tempe Naik Seribu, Pedagang Kurangi Jumlah Produksi
&quot;Jadi berdasarkan hasil rapat pada tanggal 10 (Oktober) kemarin, kami berencana akan melakukan mogok produksi selama 3 hari,&quot; kata Zamaludin dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).

Meski begitu, Zamaludin memastikan bahwa pihaknya tidak akan melakukan sweeping kepada para perajin tahu dan tempe yang masih produksi.

&quot;Kita tidak akan melakukan sweeping, tapi kita memohon untuk kesadaran dan kerja samanya kepada seluruh pengrajin tahu tempe untuk melakukan mogok produksi,&quot; ucapnya.
Lewat aksi mogok produksi ini, pihaknya berharap, pemerintah mengetahui dan memahami kondisi sekaligus keluhan yang dirasakan para pengrajin tahu tempe di Jabar.

&quot;Tujuannya agar pemerintah tahu masalah melakukan mogok produksi ini kenapa dan konsumen juga tahu bahwa kita akan melakukan mogok selama 3 hari. Kami berharap, pemerintah memperhatikan dan memberikan kebijakan terhadap kenaikan bahan baku tahu dan tempe ini,&quot; jelasnya.

Terpisah, Wakil Kepala Bulog Jabar, Mersi Windrayani secara singkat menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyaluran kacang kedelai kepada para perajin tahu tempe

&quot;Kita dapat penugasan dari kantor pusat (Bulog) untuk bekerja sama dengan Puskopti (Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesi) yang ada di Jawa Barat dan para pengrajin tahu tempe,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
