<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Menkeu dan Mentan G20 Siap Mitigasi Risiko Krisis Pangan</title><description>Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 menyatakan kesiapan untuk memitigasi risiko atas krisis pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan"/><item><title>Sri Mulyani: Menkeu dan Mentan G20 Siap Mitigasi Risiko Krisis Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan-HvozN9pisd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu dan Mentan G20 siap mitigasi risiko krisis pangan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685350/sri-mulyani-menkeu-dan-mentan-g20-siap-mitigasi-risiko-krisis-pangan-HvozN9pisd.jpg</image><title>Menkeu dan Mentan G20 siap mitigasi risiko krisis pangan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 menyatakan kesiapan untuk memitigasi risiko atas krisis pangan. Hal ini disepakati melalui Pertemuan G20 Joint Finance and Agriculture Ministers (JFAMM) yang pertama di Washington DC, Amerika Serikat.
&quot;Kami menyediakan komitmen sebagai fondasi yang penting untuk penguatan koordinasi dan menjawab tantangan dalam masalah ketahanan pangan,&quot; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Antara, Selasa (12/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pasokan Pupuk Pemicu Utama Krisis Pangan Tahun Depan

Dia mengatakan Presidensi G20 Indonesia telah menegaskan kembali komitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan yang tepat dalam mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan, termasuk risiko kerawanan pangan.
Oleh karena itu, melalui JFAMM, G20 siap untuk mengambil tindakan kolektif yang cepat tentang ketahanan pangan dan gizi, termasuk dengan bekerja sama dengan berbagai inisiatif lain.
Selain itu, G20 akan terus mengambil langkah bersama secara cepat dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan dan nutrisi, termasuk bekerja sama dengan inisiatif lainnya.
BACA JUGA:Ancaman Krisis Pangan, Sri Mulyani: Kebutuhan Pangan Dunia Naik 2 Kali Lipat

Selanjutnya, G20 mendukung peningkatan koordinasi untuk memastikan respon global yang selaras dalam menghadapi kerawanan pangan dan kerja sama dengan inisiatif multilateral lainnya.
Pertemuan itu juga setuju untuk mendelegasikan tugas kepada FAO dan Bank Dunia dalam pemetaan respons kebijakan global terhadap kerawanan pangan, melalui masukan dari pakar teknis dan organisasi internasional terkait lainnya untuk dilaporkan pada Pertemuan Musim Semi IMF-WB 2023.
Momentum penanganan ketahanan pangan juga akan terus dibangun menjelang KTT G20 pada November 2022. Forum juga terus menjaga solidaritas untuk mengatasi isu-isu penting dan meminimalisasi efek spillover, dan disertai dengan semangat konsensus, kolaborasi, dan kerja sama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy80LzE1NDIyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berbagai inisiatif dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan  global yang dihasilkan dari Presidensi G20 Indonesia akan terus  dijalankan hingga Presidensi selanjutnya pada 2023 di bawah kepemimpinan  India.
Sebelumnya, isu ketahanan pangan telah menjadi perhatian forum G20  melalui High-Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for  Tackling Food Insecurity serta Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur  Bank Sentral (FMCBG) ketiga pada Juli 2022.
Sementara itu, beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh  organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh  beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan.
Inisiatif itu antara lain UN Global Crisis Response Group (GCRG), the  G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and  Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions  Action Plan, dan Global Development Initiative.
Selain itu, Bank Dunia telah berkomitmen untuk menyediakan 30 juta  dolar AS dalam pendanaan baru atau yang sudah ada untuk proyek terkait  ketahanan pangan dan nutrisi untuk beberapa tahun ke depan.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) turut menyediakan perkembangan  kondisi pasar pangan, termasuk melalui G20 Agricultural Market  Information System.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan Presidensi G20  Indonesia menerapkan strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi guna  menstabilkan harga pangan, menekan inflasi, menurunkan impor dan  meningkatkan ekspor pangan.
Strategi ini diterapkan pada beberapa komoditas pangan strategis  dengan kegiatan operasional untuk mengatasi permasalahan yang muncul  dalam sistem agribisnis pangan, agar tercapai efisiensi dan peningkatan  daya saing.
&quot;Pertemuan JFAMM pertama pada hari ini menjadi dasar koordinasi erat  yang diperlukan di masa depan untuk menentukan cara terbaik dalam  menghadapi tantangan ketahanan pangan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian negara anggota G20 menyatakan kesiapan untuk memitigasi risiko atas krisis pangan. Hal ini disepakati melalui Pertemuan G20 Joint Finance and Agriculture Ministers (JFAMM) yang pertama di Washington DC, Amerika Serikat.
&quot;Kami menyediakan komitmen sebagai fondasi yang penting untuk penguatan koordinasi dan menjawab tantangan dalam masalah ketahanan pangan,&quot; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Antara, Selasa (12/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pasokan Pupuk Pemicu Utama Krisis Pangan Tahun Depan

Dia mengatakan Presidensi G20 Indonesia telah menegaskan kembali komitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan yang tepat dalam mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan, termasuk risiko kerawanan pangan.
Oleh karena itu, melalui JFAMM, G20 siap untuk mengambil tindakan kolektif yang cepat tentang ketahanan pangan dan gizi, termasuk dengan bekerja sama dengan berbagai inisiatif lain.
Selain itu, G20 akan terus mengambil langkah bersama secara cepat dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan dan nutrisi, termasuk bekerja sama dengan inisiatif lainnya.
BACA JUGA:Ancaman Krisis Pangan, Sri Mulyani: Kebutuhan Pangan Dunia Naik 2 Kali Lipat

Selanjutnya, G20 mendukung peningkatan koordinasi untuk memastikan respon global yang selaras dalam menghadapi kerawanan pangan dan kerja sama dengan inisiatif multilateral lainnya.
Pertemuan itu juga setuju untuk mendelegasikan tugas kepada FAO dan Bank Dunia dalam pemetaan respons kebijakan global terhadap kerawanan pangan, melalui masukan dari pakar teknis dan organisasi internasional terkait lainnya untuk dilaporkan pada Pertemuan Musim Semi IMF-WB 2023.
Momentum penanganan ketahanan pangan juga akan terus dibangun menjelang KTT G20 pada November 2022. Forum juga terus menjaga solidaritas untuk mengatasi isu-isu penting dan meminimalisasi efek spillover, dan disertai dengan semangat konsensus, kolaborasi, dan kerja sama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy80LzE1NDIyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Berbagai inisiatif dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan  global yang dihasilkan dari Presidensi G20 Indonesia akan terus  dijalankan hingga Presidensi selanjutnya pada 2023 di bawah kepemimpinan  India.
Sebelumnya, isu ketahanan pangan telah menjadi perhatian forum G20  melalui High-Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for  Tackling Food Insecurity serta Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur  Bank Sentral (FMCBG) ketiga pada Juli 2022.
Sementara itu, beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh  organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh  beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan.
Inisiatif itu antara lain UN Global Crisis Response Group (GCRG), the  G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and  Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions  Action Plan, dan Global Development Initiative.
Selain itu, Bank Dunia telah berkomitmen untuk menyediakan 30 juta  dolar AS dalam pendanaan baru atau yang sudah ada untuk proyek terkait  ketahanan pangan dan nutrisi untuk beberapa tahun ke depan.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) turut menyediakan perkembangan  kondisi pasar pangan, termasuk melalui G20 Agricultural Market  Information System.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan Presidensi G20  Indonesia menerapkan strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi guna  menstabilkan harga pangan, menekan inflasi, menurunkan impor dan  meningkatkan ekspor pangan.
Strategi ini diterapkan pada beberapa komoditas pangan strategis  dengan kegiatan operasional untuk mengatasi permasalahan yang muncul  dalam sistem agribisnis pangan, agar tercapai efisiensi dan peningkatan  daya saing.
&quot;Pertemuan JFAMM pertama pada hari ini menjadi dasar koordinasi erat  yang diperlukan di masa depan untuk menentukan cara terbaik dalam  menghadapi tantangan ketahanan pangan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
