<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Bank Dunia Siapkan Rp459 Miliar untuk Ketahanan Pangan</title><description>Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 berkumpul untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Deputi Keuangan dan Pertanian G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan"/><item><title>Sri Mulyani: Bank Dunia Siapkan Rp459 Miliar untuk Ketahanan Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan-5C9EbQf0qC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Dunia siapkan pendanaan untuk ketahanan pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685462/sri-mulyani-bank-dunia-siapkan-rp459-miliar-untuk-ketahanan-pangan-5C9EbQf0qC.jpg</image><title>Bank Dunia siapkan pendanaan untuk ketahanan pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 berkumpul untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Deputi Keuangan dan Pertanian G20 pada minggu lalu terkait permasalahan ketahanan pangan dunia. Permasalahan ketahanan pangan telah menjadi perhatian forum G20, sebagaimana isu tersebut telah diangkat dalam High-Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity serta Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) ketiga pada Juli 2022 lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia telah menegaskan kembali komitmennya untuk menggunakan semua perangkat kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan saat ini, termasuk risiko kerawanan pangan.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Menkeu dan Mentan G20 Siap Mitigasi Risiko Krisis Pangan

&quot;G20 siap untuk mengambil tindakan kolektif yang cepat tentang ketahanan pangan dan gizi, termasuk dengan bekerja sama dengan inisiatif lain,&quot; ujar Sri, Rabu (12/11/2022).
Beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan, seperti the UN Global Crisis Response Group (GCRG), the G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions Action Plan, danGlobal Development Initiative.
BACA JUGA:Wapres Pastikan Joe Biden Bakal Hadir di KTT G20 Bali

&quot;Selain itu, Bank Dunia telah berkomitmen untuk menyediakan USD30 juta (setara Rp459 miliar) dalam pendanaan baru atau yang sudah ada untuk proyek terkait ketahanan pangan dan nutrisi untuk beberapa tahun ke depan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pun turut menyediakan perkembangan kondisi pasar pangan, termasuk melalui G20 Agricultural Market Information System,&quot; ungkap Sri.
Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk memanfaatkan semua perangkat kebijakan (policy tools) dalam mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan saat ini, termasuk ketahanan pangan. Forum G20 akan terus mengambil langkah bersama secara cepat dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan dan nutrisi, termasuk dengan bekerja sama dengan inisiatif lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy80LzE1NDIyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  menyampaikan, sebagai sebuah forum yang efektif dalam menjawab tantangan  global dalam hal kerawanan pangan, Presidensi G20 Indonesia menerapkan  strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi guna menstabilkan harga  pangan, menekan inflasi, menurunkan impor dan meningkatkan ekspor  pangan.
&quot;Strategi ini diterapkan pada beberapa komoditas pangan strategis  dengan kegiatan operasional untuk mengatasi permasalahan yang muncul  dalam sistem agribisnis pangan, agar tercapai efisiensi dan peningkatan  daya saing,&quot; ucap Syahrul.
Pertemuan JFAMM pertama ini menjadi dasar koordinasi erat yang  diperlukan di masa depan untuk menentukan cara terbaik dalam menghadapi  tantangan ketahanan pangan. Dalam pertemuan tersebut, para Menteri  Keuangan dan Menteri Pertanian G20 mendukung peningkatan koordinasi  untuk memastikan respon global yang selaras dalam menghadapi kerawanan  pangan dan kerja sama dengan inisiatif multilateral lainnya.
Menteri Keuangan dan Pertanian G20 setuju untuk mendelegasikan tugas  kepada organisasi internasional FAO dan Bank Dunia dalam pemetaan respon  kebijakan global terhadap kerawanan
pangan yang akan dikonsolidasikan dimasa mendatang dengan masukan  dari pakar teknis dan organisasi internasional terkait lainnya untuk  kemudian dilaporkan pada Spring Meeting 2023. Momentum terkait upaya G20  dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan akan terus dibangun  menjelang KTT G20.
&quot;Di bawah Presidensi G20 Indonesia, forum G20 akan terus menjaga  solidaritas untuk mengatasi isu-isu penting dan meminimalisir efek  spillover, dan disertai dengan semangat konsensus, kolaborasi, dan kerja  sama. Inisiatif dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan global  yang dihasilkan dari Presidensi G20 Indonesia akan terus dijalankan  hingga Presidensi selanjutnya pada tahun 2023 di bawah kepemimpinan  India,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 berkumpul untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Deputi Keuangan dan Pertanian G20 pada minggu lalu terkait permasalahan ketahanan pangan dunia. Permasalahan ketahanan pangan telah menjadi perhatian forum G20, sebagaimana isu tersebut telah diangkat dalam High-Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity serta Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) ketiga pada Juli 2022 lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia telah menegaskan kembali komitmennya untuk menggunakan semua perangkat kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan saat ini, termasuk risiko kerawanan pangan.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Menkeu dan Mentan G20 Siap Mitigasi Risiko Krisis Pangan

&quot;G20 siap untuk mengambil tindakan kolektif yang cepat tentang ketahanan pangan dan gizi, termasuk dengan bekerja sama dengan inisiatif lain,&quot; ujar Sri, Rabu (12/11/2022).
Beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan, seperti the UN Global Crisis Response Group (GCRG), the G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions Action Plan, danGlobal Development Initiative.
BACA JUGA:Wapres Pastikan Joe Biden Bakal Hadir di KTT G20 Bali

&quot;Selain itu, Bank Dunia telah berkomitmen untuk menyediakan USD30 juta (setara Rp459 miliar) dalam pendanaan baru atau yang sudah ada untuk proyek terkait ketahanan pangan dan nutrisi untuk beberapa tahun ke depan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pun turut menyediakan perkembangan kondisi pasar pangan, termasuk melalui G20 Agricultural Market Information System,&quot; ungkap Sri.
Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk memanfaatkan semua perangkat kebijakan (policy tools) dalam mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan saat ini, termasuk ketahanan pangan. Forum G20 akan terus mengambil langkah bersama secara cepat dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan dan nutrisi, termasuk dengan bekerja sama dengan inisiatif lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy80LzE1NDIyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  menyampaikan, sebagai sebuah forum yang efektif dalam menjawab tantangan  global dalam hal kerawanan pangan, Presidensi G20 Indonesia menerapkan  strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi guna menstabilkan harga  pangan, menekan inflasi, menurunkan impor dan meningkatkan ekspor  pangan.
&quot;Strategi ini diterapkan pada beberapa komoditas pangan strategis  dengan kegiatan operasional untuk mengatasi permasalahan yang muncul  dalam sistem agribisnis pangan, agar tercapai efisiensi dan peningkatan  daya saing,&quot; ucap Syahrul.
Pertemuan JFAMM pertama ini menjadi dasar koordinasi erat yang  diperlukan di masa depan untuk menentukan cara terbaik dalam menghadapi  tantangan ketahanan pangan. Dalam pertemuan tersebut, para Menteri  Keuangan dan Menteri Pertanian G20 mendukung peningkatan koordinasi  untuk memastikan respon global yang selaras dalam menghadapi kerawanan  pangan dan kerja sama dengan inisiatif multilateral lainnya.
Menteri Keuangan dan Pertanian G20 setuju untuk mendelegasikan tugas  kepada organisasi internasional FAO dan Bank Dunia dalam pemetaan respon  kebijakan global terhadap kerawanan
pangan yang akan dikonsolidasikan dimasa mendatang dengan masukan  dari pakar teknis dan organisasi internasional terkait lainnya untuk  kemudian dilaporkan pada Spring Meeting 2023. Momentum terkait upaya G20  dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan akan terus dibangun  menjelang KTT G20.
&quot;Di bawah Presidensi G20 Indonesia, forum G20 akan terus menjaga  solidaritas untuk mengatasi isu-isu penting dan meminimalisir efek  spillover, dan disertai dengan semangat konsensus, kolaborasi, dan kerja  sama. Inisiatif dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan global  yang dihasilkan dari Presidensi G20 Indonesia akan terus dijalankan  hingga Presidensi selanjutnya pada tahun 2023 di bawah kepemimpinan  India,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
