<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Kelebihan Mobil dan Motor Listrik</title><description>Kelebihan mobil dan motor listrik versi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik"/><item><title>Ini Kelebihan Mobil dan Motor Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik-IhOYRKKtKc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kelebihan mobil dan motor listrik (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/320/2685481/ini-kelebihan-mobil-dan-motor-listrik-IhOYRKKtKc.jpg</image><title>Kelebihan mobil dan motor listrik (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kelebihan mobil dan motor listrik versi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Menurutnya, penggunaan mobil listrik lebih mudah daripada motor listrik.
Pasalnya, mobil listrik bisa menempuh jarak 360 km sekali isi daya penuh. Berbeda dengan motor listrik yang sekali isi hanya menempuh jarak sekitar 60 km.
BACA JUGA:Subsidi Konversi Motor Listrik, Kemenhub: Masih Dibahas

&quot;Untuk mobil listrik memang penggunanya lebih mudah, kenapa, sekali nge-charge 360 km ke kantor 20 km, bolak-balik 40 km, muter-muter jadi 70 km, aman. Jadi malam hari saya charge itu pun dapat diskon 30%,&quot; kata Darmawan dikutip, Rabu (12/10/2022).
&quot;Nah untuk perjalanan antar kota kita harus memetakan di mana kita akan nge-charge. Tapi untuk commuting every day, it's not a problem,&quot; tambahnya.
Dia mengungkapkan bahwa sebagian besar pengguna kendaraan listrik juga lebih memilih untuk mengisi daya di home charging. Hanya sedikit yang memilih untuk mengisi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
BACA JUGA:2 Juta Motor Listrik Bakal Wara-wiri di Indonesia, Menperin Ingatkan soal Standar Baterai

Sementara itu, untuk motor listrik menjadi tantangan karena sekali isi daya hanya menempuh jarak sekitar 60 km. Maka itu, pihaknya membangun teknologi berupa battery swap atau penukaran baterai.
Darmawan mengatakan, penukaran baterai ini tetap lebih murah dibanding dengan harga BBM per liter yang mencapai sekitar Rp 15.000 per liter.
&quot;Begitu baterai swap harganya bukan Rp 1.600 per kWh, tapi bisa sampai Rp 4.000 per kWh jadi lebih mahal sedikit tapi dibanding Rp 15.000 masih lebih murah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy84LzE1NDQ2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita sudah bangun suatu sistem baterai swap yang butuh hanya 1  menit, 1,5 menit. Jadi swap, bayar dan itu 1 liter listriknya masih 40%  lebih murah daripada 1 liter bensin karena harus ada biaya investasi  untuk swap-nya, kemudian ada membership lain-lain. Jadi tantangannya  tidak mudah,&quot; terangnya.
Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko  mengatakan, penggunaan kendaraan listrik dapat menghemat devisa negara  hingga lebih dari Rp 2.000 triliun. Pasalnya, kendaraan listrik tidak  menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang harus diimpor.
&quot;Kalau sebelumnya menggunakan kendaraan berbasis BBM yang berasal  dari fosil dan mahal karena harus impor, sekarang digantikan kendaraan  listrik yang lebih murah dan diproduksi dalam negeri energinya,&quot; kata  Moeldoko.
&quot;Penghematan devisa negara bisa mencapai dua ribu triliun lebih,&quot;  imbuh Moeldoko yang juga merupakan pendiri PT Mobil Anak Bangsa  Indonesia (MABI), perusahaan otomotif yang bergerak di kendaraan  listrik.
Dia melanjutkan, selain untuk mewujudkan capaian target net zero  emission pada 2060, konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik  juga menjadi solusi atas persoalan subsidi BBM di APBN. Serta menjadi  upaya untuk menghemat devisa, dan menciptakan kemandirian energi  nasional.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kelebihan mobil dan motor listrik versi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Menurutnya, penggunaan mobil listrik lebih mudah daripada motor listrik.
Pasalnya, mobil listrik bisa menempuh jarak 360 km sekali isi daya penuh. Berbeda dengan motor listrik yang sekali isi hanya menempuh jarak sekitar 60 km.
BACA JUGA:Subsidi Konversi Motor Listrik, Kemenhub: Masih Dibahas

&quot;Untuk mobil listrik memang penggunanya lebih mudah, kenapa, sekali nge-charge 360 km ke kantor 20 km, bolak-balik 40 km, muter-muter jadi 70 km, aman. Jadi malam hari saya charge itu pun dapat diskon 30%,&quot; kata Darmawan dikutip, Rabu (12/10/2022).
&quot;Nah untuk perjalanan antar kota kita harus memetakan di mana kita akan nge-charge. Tapi untuk commuting every day, it's not a problem,&quot; tambahnya.
Dia mengungkapkan bahwa sebagian besar pengguna kendaraan listrik juga lebih memilih untuk mengisi daya di home charging. Hanya sedikit yang memilih untuk mengisi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
BACA JUGA:2 Juta Motor Listrik Bakal Wara-wiri di Indonesia, Menperin Ingatkan soal Standar Baterai

Sementara itu, untuk motor listrik menjadi tantangan karena sekali isi daya hanya menempuh jarak sekitar 60 km. Maka itu, pihaknya membangun teknologi berupa battery swap atau penukaran baterai.
Darmawan mengatakan, penukaran baterai ini tetap lebih murah dibanding dengan harga BBM per liter yang mencapai sekitar Rp 15.000 per liter.
&quot;Begitu baterai swap harganya bukan Rp 1.600 per kWh, tapi bisa sampai Rp 4.000 per kWh jadi lebih mahal sedikit tapi dibanding Rp 15.000 masih lebih murah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy84LzE1NDQ2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita sudah bangun suatu sistem baterai swap yang butuh hanya 1  menit, 1,5 menit. Jadi swap, bayar dan itu 1 liter listriknya masih 40%  lebih murah daripada 1 liter bensin karena harus ada biaya investasi  untuk swap-nya, kemudian ada membership lain-lain. Jadi tantangannya  tidak mudah,&quot; terangnya.
Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko  mengatakan, penggunaan kendaraan listrik dapat menghemat devisa negara  hingga lebih dari Rp 2.000 triliun. Pasalnya, kendaraan listrik tidak  menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang harus diimpor.
&quot;Kalau sebelumnya menggunakan kendaraan berbasis BBM yang berasal  dari fosil dan mahal karena harus impor, sekarang digantikan kendaraan  listrik yang lebih murah dan diproduksi dalam negeri energinya,&quot; kata  Moeldoko.
&quot;Penghematan devisa negara bisa mencapai dua ribu triliun lebih,&quot;  imbuh Moeldoko yang juga merupakan pendiri PT Mobil Anak Bangsa  Indonesia (MABI), perusahaan otomotif yang bergerak di kendaraan  listrik.
Dia melanjutkan, selain untuk mewujudkan capaian target net zero  emission pada 2060, konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik  juga menjadi solusi atas persoalan subsidi BBM di APBN. Serta menjadi  upaya untuk menghemat devisa, dan menciptakan kemandirian energi  nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
