<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun Merespons Proyeksi OPEC</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun Merespons Proyeksi OPEC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec-uXElNwxtka.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686102/harga-minyak-dunia-turun-merespons-proyeksi-opec-uXElNwxtka.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia turun merespons proyeksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) soal permintaan minyak global untuk 2022 dan 2023.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terpangkas USD2,08 atau 2,3% menjadi USD87,27 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Luhut Prediksi Harga Minyak Dunia Bisa Capai USD200 per Barel

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD1,84 atau 2% menjadi ditutup di USD92,45 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Kamis (13/10/2022).
Dalam laporan bulanan yang diawasi ketat yang dirilis pada Rabu (12/10/2022), OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global, mengutip prospek ekonomi dunia yang semakin tidak pasti, kebangkitan langkah-langkah penahanan COVID-19 China dan inflasi yang tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 2%, WTI Dibanderol USD89/Barel

OPEC memperkirakan permintaan minyak tumbuh sebesar 2,64 juta barel per hari tahun ini, turun 460.000 barel per hari dari proyeksi September, laporan itu menunjukkan. Pertumbuhan tahun 2023 juga direvisi turun.
&quot;Ekonomi dunia telah memasuki masa ketidakpastian yang meningkat dan tantangan yang meningkat,&quot; kata OPEC dalam laporan bulanannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (11/10/2022)  memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2023 dan memperingatkan  peningkatan risiko resesi global.
Pasar minyak juga berada di bawah tekanan dari dolar yang menguat  terhadap mata uang berimbal hasil rendah seperti yen. Komitmen Federal  Reserve (Fed) untuk terus menaikkan suku bunga untuk membendung inflasi  yang tinggi telah mendorong imbal hasil lebih tinggi, membuat mata uang  AS lebih menarik bagi investor asing.
Pedagang menunggu data stok bahan bakar AS karena Badan Informasi  Energi AS akan merilis laporan status minyak mingguan pada Kamis waktu  setempat. Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights  memperkirakan pasokan minyak mentah AS akan menunjukkan kenaikan 2,2  juta barel selama pekan yang berakhir 7 Oktober.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia turun merespons proyeksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) soal permintaan minyak global untuk 2022 dan 2023.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terpangkas USD2,08 atau 2,3% menjadi USD87,27 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Luhut Prediksi Harga Minyak Dunia Bisa Capai USD200 per Barel

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD1,84 atau 2% menjadi ditutup di USD92,45 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Kamis (13/10/2022).
Dalam laporan bulanan yang diawasi ketat yang dirilis pada Rabu (12/10/2022), OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global, mengutip prospek ekonomi dunia yang semakin tidak pasti, kebangkitan langkah-langkah penahanan COVID-19 China dan inflasi yang tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 2%, WTI Dibanderol USD89/Barel

OPEC memperkirakan permintaan minyak tumbuh sebesar 2,64 juta barel per hari tahun ini, turun 460.000 barel per hari dari proyeksi September, laporan itu menunjukkan. Pertumbuhan tahun 2023 juga direvisi turun.
&quot;Ekonomi dunia telah memasuki masa ketidakpastian yang meningkat dan tantangan yang meningkat,&quot; kata OPEC dalam laporan bulanannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (11/10/2022)  memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2023 dan memperingatkan  peningkatan risiko resesi global.
Pasar minyak juga berada di bawah tekanan dari dolar yang menguat  terhadap mata uang berimbal hasil rendah seperti yen. Komitmen Federal  Reserve (Fed) untuk terus menaikkan suku bunga untuk membendung inflasi  yang tinggi telah mendorong imbal hasil lebih tinggi, membuat mata uang  AS lebih menarik bagi investor asing.
Pedagang menunggu data stok bahan bakar AS karena Badan Informasi  Energi AS akan merilis laporan status minyak mingguan pada Kamis waktu  setempat. Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights  memperkirakan pasokan minyak mentah AS akan menunjukkan kenaikan 2,2  juta barel selama pekan yang berakhir 7 Oktober.</content:encoded></item></channel></rss>
