<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Energi Bersih AS Incar 'Harta Karun' Indonesia</title><description>Investor energi bersih Amerika Serikat (AS) incar harta karun Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia"/><item><title>Investor Energi Bersih AS Incar 'Harta Karun' Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia-JgyDDq9oFs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor AS incar harta karun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686162/investor-energi-bersih-as-incar-harta-karun-indonesia-JgyDDq9oFs.jpg</image><title>Investor AS incar harta karun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Investor energi bersih Amerika Serikat (AS) incar harta karun Indonesia. Duta Besar RI untuk AS Rosan P Roeslani mengatakan pelaku industri dalam bidang energi bersih di AS mengincar potensi investasi di Indonesia.
&quot;Mereka tertarik dengan clean energy seperti geothermal dan carbon capture,&quot; kata Rosan dilansir dari Antara, Kamis (13/10/2022).
BACA JUGA:PLN Tingkatkan Bauran Energi Bersih Dukung NZE 2060

Dia mengatakan investasi dalam energi ramah lingkungan saat ini menjadi incaran karena Asia Tenggara merupakan pasar yang besar karena memiliki sumber panas bumi maupun potensi carbon capture yang mencapai 40% dunia.
Selain itu, ia melanjutkan potensi investasi lainnya dari AS adalah penanaman modal dalam baterai mobil listrik mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.
BACA JUGA:Pertamina Siapkan Belanja Modal Rp168 Triliun hingga 2026 untuk Energi Bersih

&quot;Kami terus melakukan pemaparan virtual dengan Ford untuk menindaklanjuti apa yang diperlukan, termasuk dengan Tesla dengan Elon Musk dan timnya. Feedback sudah positif, tapi ada beberapa faktor yang minta dinegosiasikan,&quot; kata Rosan.
Rosan memastikan KBRI akan terus melanjutkan diplomasi ekonomi untuk mengundang investasi masuk ke Indonesia, terutama yang sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki maupun kondisi alam di Tanah Air.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDQ5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita tawarkan investor secara kompetitif karena negara tetangga juga  hampir memiliki kondisi yang sama. Jadi kita punya daya kompetitif di  energi, karena secara gradual akan mengurangi fuel energy,&quot; katanya.
Penguatan investasi terus dilakukan pemerintah dengan mengundang  investor masuk melalui sejumlah perubahan regulasi serta insentif,  mengingat penanaman modal merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi  di Indonesia.
Penguatan ekonomi domestik mendesak dilakukan karena kondisi global  diperkirakan mengalami pelemahan pada 2023 seiring dengan belum  membaiknya konflik geopolitik di Eropa, meningkatnya tekanan inflasi  dunia serta perlambatan ekonomi di China.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Investor energi bersih Amerika Serikat (AS) incar harta karun Indonesia. Duta Besar RI untuk AS Rosan P Roeslani mengatakan pelaku industri dalam bidang energi bersih di AS mengincar potensi investasi di Indonesia.
&quot;Mereka tertarik dengan clean energy seperti geothermal dan carbon capture,&quot; kata Rosan dilansir dari Antara, Kamis (13/10/2022).
BACA JUGA:PLN Tingkatkan Bauran Energi Bersih Dukung NZE 2060

Dia mengatakan investasi dalam energi ramah lingkungan saat ini menjadi incaran karena Asia Tenggara merupakan pasar yang besar karena memiliki sumber panas bumi maupun potensi carbon capture yang mencapai 40% dunia.
Selain itu, ia melanjutkan potensi investasi lainnya dari AS adalah penanaman modal dalam baterai mobil listrik mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.
BACA JUGA:Pertamina Siapkan Belanja Modal Rp168 Triliun hingga 2026 untuk Energi Bersih

&quot;Kami terus melakukan pemaparan virtual dengan Ford untuk menindaklanjuti apa yang diperlukan, termasuk dengan Tesla dengan Elon Musk dan timnya. Feedback sudah positif, tapi ada beberapa faktor yang minta dinegosiasikan,&quot; kata Rosan.
Rosan memastikan KBRI akan terus melanjutkan diplomasi ekonomi untuk mengundang investasi masuk ke Indonesia, terutama yang sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki maupun kondisi alam di Tanah Air.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDQ5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita tawarkan investor secara kompetitif karena negara tetangga juga  hampir memiliki kondisi yang sama. Jadi kita punya daya kompetitif di  energi, karena secara gradual akan mengurangi fuel energy,&quot; katanya.
Penguatan investasi terus dilakukan pemerintah dengan mengundang  investor masuk melalui sejumlah perubahan regulasi serta insentif,  mengingat penanaman modal merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi  di Indonesia.
Penguatan ekonomi domestik mendesak dilakukan karena kondisi global  diperkirakan mengalami pelemahan pada 2023 seiring dengan belum  membaiknya konflik geopolitik di Eropa, meningkatnya tekanan inflasi  dunia serta perlambatan ekonomi di China.</content:encoded></item></channel></rss>
