<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Tidak Berlebihan Kalau Saya Bilang Dunia dalam Situasi Bahaya</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan ekonomi dunia dalam situasi bahaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya"/><item><title>Sri Mulyani: Tidak Berlebihan Kalau Saya Bilang Dunia dalam Situasi Bahaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya-cuTwVDnYFb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ungkap kondisi ekonomi global dalam bahaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686168/sri-mulyani-tidak-berlebihan-kalau-saya-bilang-dunia-dalam-situasi-bahaya-cuTwVDnYFb.jpg</image><title>Sri Mulyani ungkap kondisi ekonomi global dalam bahaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan ekonomi dunia dalam situasi bahaya. Menurutnya ungkapan tersebut tidak berlebihan mengingat kondisi ekonomi global kian menantang.
Hal ini Sri Mulyani ungkapkan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara anggota G20 di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Sri Mulyani Siapkan Jurus Antisipasi Perlambatan Ekonomi 2023

&quot;Kita semua bertemu lagi dalam kondisi ekonomi global yang kian menantang, saya rasa tidak berlebihan kalau saya mengatakan dunia ini dalam situasi bahaya,&quot; ujar Sri, Kamis (13/10/2022).
Dalam pertemuan sebelumnya di Juli 2022, Sri sudah menyebutkan bahwa perekonomian global kala itu sudah menantang. Hanya saja, mendekati tahun 2023, kondisinya justru kian memburuk.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Bank Dunia Siapkan Rp459 Miliar untuk Ketahanan Pangan

&quot;Banyak risiko yang semakin meningkat, kita menghadapi risiko inflasi yang meninggi, lemahnya pertumbuhan ekonomi, krisis energi dan pangan, risiko perubahan iklim, juga geopolitik yang kian terpecah,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir dan bahkan belum semua negara pulih dari pandemi, namun situasi itu dihantam dengan adanya perang antara Rusia-Ukraina. Ini kemudian memicu terjadinya krisis pangan dan energi, hingga kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita semua telah menyaksikan adanya pengetatan kebijakan moneter  global yang lebih cepat dari yang diantisipasi, dengan banyak negara  maju dan negara berkembang menaikkan suku bunga mereka secara  signifikan, ini kemudian menciptakan risiko spillover ke seluruh dunia,&quot;  jelas Sri.
Hal ini kemudian berdampak hebat terhadap negara-negara yang  ekonominya sudah rapuh. Mereka pun akhirnya jatuh ke dalam jurang krisis  keuangan. Dia pun merasa prihatin karena tidak sedikit negara yang  menghadapi masalah sosial karena kelaparan yang melanda rakyat dengan  melonjaknya harga.
&quot;Kebanyakan dari kita mulai dari posisi utang yang tinggi, mengingat  langkah luar biasa yang kita ambil untuk mengamankan ekonomi kita dari  pandemi,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan ekonomi dunia dalam situasi bahaya. Menurutnya ungkapan tersebut tidak berlebihan mengingat kondisi ekonomi global kian menantang.
Hal ini Sri Mulyani ungkapkan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara anggota G20 di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Sri Mulyani Siapkan Jurus Antisipasi Perlambatan Ekonomi 2023

&quot;Kita semua bertemu lagi dalam kondisi ekonomi global yang kian menantang, saya rasa tidak berlebihan kalau saya mengatakan dunia ini dalam situasi bahaya,&quot; ujar Sri, Kamis (13/10/2022).
Dalam pertemuan sebelumnya di Juli 2022, Sri sudah menyebutkan bahwa perekonomian global kala itu sudah menantang. Hanya saja, mendekati tahun 2023, kondisinya justru kian memburuk.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Bank Dunia Siapkan Rp459 Miliar untuk Ketahanan Pangan

&quot;Banyak risiko yang semakin meningkat, kita menghadapi risiko inflasi yang meninggi, lemahnya pertumbuhan ekonomi, krisis energi dan pangan, risiko perubahan iklim, juga geopolitik yang kian terpecah,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir dan bahkan belum semua negara pulih dari pandemi, namun situasi itu dihantam dengan adanya perang antara Rusia-Ukraina. Ini kemudian memicu terjadinya krisis pangan dan energi, hingga kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita semua telah menyaksikan adanya pengetatan kebijakan moneter  global yang lebih cepat dari yang diantisipasi, dengan banyak negara  maju dan negara berkembang menaikkan suku bunga mereka secara  signifikan, ini kemudian menciptakan risiko spillover ke seluruh dunia,&quot;  jelas Sri.
Hal ini kemudian berdampak hebat terhadap negara-negara yang  ekonominya sudah rapuh. Mereka pun akhirnya jatuh ke dalam jurang krisis  keuangan. Dia pun merasa prihatin karena tidak sedikit negara yang  menghadapi masalah sosial karena kelaparan yang melanda rakyat dengan  melonjaknya harga.
&quot;Kebanyakan dari kita mulai dari posisi utang yang tinggi, mengingat  langkah luar biasa yang kita ambil untuk mengamankan ekonomi kita dari  pandemi,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
