<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jual BBM RON 90 Setara Pertalite Dinilai Bisa Bikin Vivo Makin Untung</title><description>PT Vivo Energy Indonesia tidak lagi menjual BBM jenis Revvo 89 dari pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung"/><item><title>Jual BBM RON 90 Setara Pertalite Dinilai Bisa Bikin Vivo Makin Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 09:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung-rthOmPSjKi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vivo bakal jual BBM setara Pertalite (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686172/jual-bbm-ron-90-setara-pertalite-dinilai-bisa-bikin-vivo-makin-untung-rthOmPSjKi.jpeg</image><title>Vivo bakal jual BBM setara Pertalite (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  PT Vivo Energy Indonesia tidak lagi menjual BBM jenis Revvo 89 dari pasar. Penghapusan BBM Vivo jenis ini untuk mematuhi aturan pemerintah agar tidak ada lagi BBM beroktan rendah di pasar.
Vivo Energy Indonesia pun berencana menjual BBM jenis Revvo dengan RON 90 dalam waktu dekat. BBM ini setara dengan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite. Direktur Eksekutif Indonesian Resources Study (IRESS) Marwan Batubara ada potensi swasta merebut pangsa pasar PT Pertamina (Persero).
BACA JUGA:Vivo Bakal Jual BBM Setara Pertalite, Bisa Gerus Pasar Pertamina?

&amp;ldquo;Menurut mereka, ini justru harga yang dijual lebih murah ya enggak apa-apa. Tapi kalau saya tetap pro BUMN,&amp;rdquo; kata Marwan di Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Sebab, menurut Marwan, jika Pertamina mendapatkan keuntungan dari penjualan BBM, laba tersebut akan masuk APBN. Artinya, keuntungan bisa dinikmati seluruh rakyat.
BACA JUGA:Kompak Turun! Cek Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell hingga Vivo Hari Ini

Karena itu, Marwan menuturkan terbukanya peluang pihak swasta untuk menjual BBM dengan RON 90 bukan langkah positif. Dia lantas menyarankan pemerintah menarik kompensasi kepada swasta sebelum menerbitkan izin penjualan BBM jenis tersebut. Sebab, dalam jangka waktu tertentu, Pertamina akan menanggung kerugian.
&amp;ldquo;Karena Vivo tidak membangun SPBU di daerah, perusahaan harus bayar kompensasi ke pemerintah dan pemerintah bisa transfer ke Pertamina,&amp;rdquo; kata Marwan.
&quot;Bagi konsumen memang oke, banyak pilihan. Tapi bagi BUMN, itu  mengurangi kemampuan cross subsidi ke daerah-daerah yang memang harus disuplai Pertamina. Meskipun dalam rangka jual rugi,&amp;rdquo; tutur Marwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu apabila swasta mengimpor BBM, sedangkan Pertamina  mengambil bahan bakar dari kilang sendiri, Marwan melihat biaya  pengilangan perseroan pela merah bakal lebih mahal. Di sisi lain,  pemerintah mesti mempertahankan kilang-kilang tersebut agar tidak  terlalu banyak melakukan impor.
&amp;ldquo;Juga untuk tenaga kerja, untuk ekonomi dalam negeri. Kilang-kilang  tua ini memang perlu dipertahankan tapi jangan terlalu lama,&amp;rdquo; kata  Marwan.
&quot;Cuma pengalaman kita, berpuluh kilang tua mau upgrade dan bangun kilang baru itu gagal,&quot; tambahnya.
Karenanya menanggapi isu ini, Marwan berharap Pertamina bisa  transparan seiring dengan bertambahnya pesaing. Dia berpendapat publik  bisa mendapat harga BBM yang wajar dan negara tidak harus menanggung  beban subsidi bensin yang terlampau besar.
Sebagaimana diketahui, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga  Irto Ginting mengatakan bahwa bahan bakar minyak alias BBM jenis  pertalite merupakan jenis bahan bakar khusus penugasan yang di mana  penugasan tersebut dilakukan oleh regulator.
Bensin pertalite itu sendiri memiliki kandungan oktan 90 atau RON 90 dibanding Revvo 89 dengan oktan 89.
&quot;Pertalite adalah jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP), yang merupakan penugasan yang diberikan oleh regulator,&quot; kata Irto.</description><content:encoded>JAKARTA -  PT Vivo Energy Indonesia tidak lagi menjual BBM jenis Revvo 89 dari pasar. Penghapusan BBM Vivo jenis ini untuk mematuhi aturan pemerintah agar tidak ada lagi BBM beroktan rendah di pasar.
Vivo Energy Indonesia pun berencana menjual BBM jenis Revvo dengan RON 90 dalam waktu dekat. BBM ini setara dengan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite. Direktur Eksekutif Indonesian Resources Study (IRESS) Marwan Batubara ada potensi swasta merebut pangsa pasar PT Pertamina (Persero).
BACA JUGA:Vivo Bakal Jual BBM Setara Pertalite, Bisa Gerus Pasar Pertamina?

&amp;ldquo;Menurut mereka, ini justru harga yang dijual lebih murah ya enggak apa-apa. Tapi kalau saya tetap pro BUMN,&amp;rdquo; kata Marwan di Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Sebab, menurut Marwan, jika Pertamina mendapatkan keuntungan dari penjualan BBM, laba tersebut akan masuk APBN. Artinya, keuntungan bisa dinikmati seluruh rakyat.
BACA JUGA:Kompak Turun! Cek Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell hingga Vivo Hari Ini

Karena itu, Marwan menuturkan terbukanya peluang pihak swasta untuk menjual BBM dengan RON 90 bukan langkah positif. Dia lantas menyarankan pemerintah menarik kompensasi kepada swasta sebelum menerbitkan izin penjualan BBM jenis tersebut. Sebab, dalam jangka waktu tertentu, Pertamina akan menanggung kerugian.
&amp;ldquo;Karena Vivo tidak membangun SPBU di daerah, perusahaan harus bayar kompensasi ke pemerintah dan pemerintah bisa transfer ke Pertamina,&amp;rdquo; kata Marwan.
&quot;Bagi konsumen memang oke, banyak pilihan. Tapi bagi BUMN, itu  mengurangi kemampuan cross subsidi ke daerah-daerah yang memang harus disuplai Pertamina. Meskipun dalam rangka jual rugi,&amp;rdquo; tutur Marwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu apabila swasta mengimpor BBM, sedangkan Pertamina  mengambil bahan bakar dari kilang sendiri, Marwan melihat biaya  pengilangan perseroan pela merah bakal lebih mahal. Di sisi lain,  pemerintah mesti mempertahankan kilang-kilang tersebut agar tidak  terlalu banyak melakukan impor.
&amp;ldquo;Juga untuk tenaga kerja, untuk ekonomi dalam negeri. Kilang-kilang  tua ini memang perlu dipertahankan tapi jangan terlalu lama,&amp;rdquo; kata  Marwan.
&quot;Cuma pengalaman kita, berpuluh kilang tua mau upgrade dan bangun kilang baru itu gagal,&quot; tambahnya.
Karenanya menanggapi isu ini, Marwan berharap Pertamina bisa  transparan seiring dengan bertambahnya pesaing. Dia berpendapat publik  bisa mendapat harga BBM yang wajar dan negara tidak harus menanggung  beban subsidi bensin yang terlampau besar.
Sebagaimana diketahui, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga  Irto Ginting mengatakan bahwa bahan bakar minyak alias BBM jenis  pertalite merupakan jenis bahan bakar khusus penugasan yang di mana  penugasan tersebut dilakukan oleh regulator.
Bensin pertalite itu sendiri memiliki kandungan oktan 90 atau RON 90 dibanding Revvo 89 dengan oktan 89.
&quot;Pertalite adalah jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP), yang merupakan penugasan yang diberikan oleh regulator,&quot; kata Irto.</content:encoded></item></channel></rss>
