<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Badai Ekonomi, Menko Airlangga Berharap Kolaborasi G20 Hasilkan Exit Strategy</title><description>Pandemi Covid-19, perlambatan ekonomi global, hingga konflik geopolitik  memicu terjadinya disrupsi rantai pasok pangan dan energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy"/><item><title>Ancaman Badai Ekonomi, Menko Airlangga Berharap Kolaborasi G20 Hasilkan Exit Strategy</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy-av1NsBTqxY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga berharap G20 hasilkan exit strategy (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/320/2686216/ancaman-badai-ekonomi-menko-airlangga-berharap-kolaborasi-g20-hasilkan-exit-strategy-av1NsBTqxY.jpg</image><title>Menko Airlangga berharap G20 hasilkan exit strategy (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19, perlambatan ekonomi global, hingga konflik geopolitik memicu terjadinya disrupsi rantai pasok pangan dan energi secara global. Kondisi ini tentu menjadikan tanggung jawab Indonesia sebagai puncak kepemimpinan global dalam Presidensi G20 tahun ini menjadi jauh lebih kompleks.
BACA JUGA:IMF Ungkap Skenario Terburuk Ekonomi Global, Harga Barang Naik di Seluruh Dunia

Merespons berbagai permasalahan tersebut, Indonesia melalui Forum G20 tahun ini telah mengarahkan kerja sama kelompok negara-negara besar untuk dapat menciptakan hasil konkret dalam mengatasi berbagai permasalahan global, di antaranya dengan reformasi arsitektur kesehatan global melalui penyelarasan standar protokol kesehatan, pembentukan Joint Finance and Health Task Force, dan transfer teknologi produksi vaksin.
Selain itu, Presidensi Indonesia dalam Forum G20 juga mendorong transformasi ekonomi berbasis digital serta terciptanya kesepakatan global terkait percepatan transisi energi yang lebih bersih dan hijau.
BACA JUGA:IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7%

&amp;ldquo;Forum G20 juga telah memfasilitasi transfer ilmu pengetahuan dan kompetensi untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi. Diharapkan kolaborasi antar satu negara dengan negara lainnya ini dapat menghasilkan exit strategy dari persoalan pandemi,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech secara virtual pada acara Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA), dikutip Kamis (13/10/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menjelaskan bahwa pergeseran perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital di kehidupan sehari-hari telah menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif sektor informasi dan komunikasi dalam dua tahun terakhir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal tersebut turut mendorong tampilnya ekonomi digital sebagai  kekuatan baru perekonomian nasional. Di tahun 2020, nilai ekonomi  digital Indonesia tercatat sebesar USD47 miliar dan menjadi yang  tertinggi di ASEAN. Di tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia  diprediksi akan mencapai USD70 miliar dengan tingkat pertumbuhan 49%  (compounded annual growth rate).
Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut, pemerintah  terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas  digital melalui pengembangan backbone telekomunikasi nasional seperti  jaringan fiber optik Palapa Ring sepanjang 12.229 km yang menghubungkan  90 kabupaten/kota, pembangunan menara BTS 4G di 7.900 lokasi, serta  pengadaan satelit multifungsi SATRIA yang akan melayani 150.000 titik  lokasi, termasuk wilayah 3T.
Dalam pengembangan sektor energi, Indonesia telah memiliki garis  kebijakan transisi energi yang dijadikan acuan yaitu target energi baru  dan terbarukan dalam bauran energi yang telah ditetapkan sebesar 23%  pada tahun 2025, pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC)  pada tahun 2030 dengan target penurunan emisi sebesar 29%, dan  pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Acuan  tersebut menjadi target pokok Pemerintah dalam upaya memitigasi  perubahan iklim dan dampaknya terhadap manusia.
&amp;ldquo;Ketahanan dan keandalan suplai energi ke depan akan semakin  diperlukan. Indonesia diharapkan akan menjadi ekonomi dengan  produktivitas tinggi dan inovatif. Kita dapat menyaksikan transformasi  digital seperti fintech serta startup mulai mendominasi pasar domestik,&amp;rdquo;  kata Airlangga.
Amanah Presidensi G20 tahun 2022 menegaskan harapan untuk menggalang  aksi global terutama dalam tiga tema utama Presidensi G20 Indonesia.  Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan peran dari semua sektor baik  publik maupun swasta. Berbagai inisiatif dari pemerintah dan swasta baru  akan terwujud apabila isu compliance, transparansi dan akuntabilitas di  semua sektor tersebut terjaga.
&amp;ldquo;Di sinilah para internal auditor harus mengambil peran aktif.  Kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas akan menjaga keberlanjutan  bisnis dan menjaga jalannya pembangunan agar bermanfaat sebesar-besarnya  bagi rakyat,&amp;rdquo; tutup Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19, perlambatan ekonomi global, hingga konflik geopolitik memicu terjadinya disrupsi rantai pasok pangan dan energi secara global. Kondisi ini tentu menjadikan tanggung jawab Indonesia sebagai puncak kepemimpinan global dalam Presidensi G20 tahun ini menjadi jauh lebih kompleks.
BACA JUGA:IMF Ungkap Skenario Terburuk Ekonomi Global, Harga Barang Naik di Seluruh Dunia

Merespons berbagai permasalahan tersebut, Indonesia melalui Forum G20 tahun ini telah mengarahkan kerja sama kelompok negara-negara besar untuk dapat menciptakan hasil konkret dalam mengatasi berbagai permasalahan global, di antaranya dengan reformasi arsitektur kesehatan global melalui penyelarasan standar protokol kesehatan, pembentukan Joint Finance and Health Task Force, dan transfer teknologi produksi vaksin.
Selain itu, Presidensi Indonesia dalam Forum G20 juga mendorong transformasi ekonomi berbasis digital serta terciptanya kesepakatan global terkait percepatan transisi energi yang lebih bersih dan hijau.
BACA JUGA:IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,7%

&amp;ldquo;Forum G20 juga telah memfasilitasi transfer ilmu pengetahuan dan kompetensi untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi. Diharapkan kolaborasi antar satu negara dengan negara lainnya ini dapat menghasilkan exit strategy dari persoalan pandemi,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech secara virtual pada acara Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA), dikutip Kamis (13/10/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menjelaskan bahwa pergeseran perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital di kehidupan sehari-hari telah menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif sektor informasi dan komunikasi dalam dua tahun terakhir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal tersebut turut mendorong tampilnya ekonomi digital sebagai  kekuatan baru perekonomian nasional. Di tahun 2020, nilai ekonomi  digital Indonesia tercatat sebesar USD47 miliar dan menjadi yang  tertinggi di ASEAN. Di tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia  diprediksi akan mencapai USD70 miliar dengan tingkat pertumbuhan 49%  (compounded annual growth rate).
Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut, pemerintah  terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas  digital melalui pengembangan backbone telekomunikasi nasional seperti  jaringan fiber optik Palapa Ring sepanjang 12.229 km yang menghubungkan  90 kabupaten/kota, pembangunan menara BTS 4G di 7.900 lokasi, serta  pengadaan satelit multifungsi SATRIA yang akan melayani 150.000 titik  lokasi, termasuk wilayah 3T.
Dalam pengembangan sektor energi, Indonesia telah memiliki garis  kebijakan transisi energi yang dijadikan acuan yaitu target energi baru  dan terbarukan dalam bauran energi yang telah ditetapkan sebesar 23%  pada tahun 2025, pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC)  pada tahun 2030 dengan target penurunan emisi sebesar 29%, dan  pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Acuan  tersebut menjadi target pokok Pemerintah dalam upaya memitigasi  perubahan iklim dan dampaknya terhadap manusia.
&amp;ldquo;Ketahanan dan keandalan suplai energi ke depan akan semakin  diperlukan. Indonesia diharapkan akan menjadi ekonomi dengan  produktivitas tinggi dan inovatif. Kita dapat menyaksikan transformasi  digital seperti fintech serta startup mulai mendominasi pasar domestik,&amp;rdquo;  kata Airlangga.
Amanah Presidensi G20 tahun 2022 menegaskan harapan untuk menggalang  aksi global terutama dalam tiga tema utama Presidensi G20 Indonesia.  Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan peran dari semua sektor baik  publik maupun swasta. Berbagai inisiatif dari pemerintah dan swasta baru  akan terwujud apabila isu compliance, transparansi dan akuntabilitas di  semua sektor tersebut terjaga.
&amp;ldquo;Di sinilah para internal auditor harus mengambil peran aktif.  Kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas akan menjaga keberlanjutan  bisnis dan menjaga jalannya pembangunan agar bermanfaat sebesar-besarnya  bagi rakyat,&amp;rdquo; tutup Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
