<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Terbatas, Harga Minyak Dunia Naik 2%</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).  Harga minyak menghentikan penurunan tiga sesi berturut-turut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2"/><item><title>Stok Terbatas, Harga Minyak Dunia Naik 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2-e2YpfMADtX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686815/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-2-e2YpfMADtX.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak menghentikan penurunan tiga sesi berturut-turut.
Harga minyak dunia naik karena stok minyak diesel yang terbatas menjelang musim dingin memicu pembelian dan membalikkan kerugian awal di tengah stok minyak mentah dan bensin yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Merespons Proyeksi OPEC

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman November terangkat USD1,84 atau 2,1% menjadi USD89,11 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD2,12 atau 2,3% menjadi USD94,57 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Jumat (14/10/2022).
BACA JUGA:Luhut Prediksi Harga Minyak Dunia Bisa Capai USD200 per Barel

Harga minyak mengumpulkan beberapa dukungan dari penurunan stok sulingan AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Kamis (13/10/2022) bahwa persediaan bahan bakar distilasi yang meliputi minyak diesel dan pemanas negara itu turun 4,9 juta barel selama pekan yang berakhir 7 Oktober, jauh melebihi ekspektasi untuk penurunan 2 juta barel dan membawa persediaan menjadi 106,1 juta barel, terendah sejak Mei.
Itu mendorong investor untuk mengabaikan kejutan 2 juta stok bensin dan kenaikan yang lebih besar dari perkiraan mendekati 10 juta barel dalam persediaan minyak mentah. Menurut EIA, persediaan minyak mentah komersial meningkat sebesar 9,9 juta barel pekan lalu, sementara total persediaan bensin motor naik 2,0 juta barel.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Bagian yang paling mengganggu dari laporan (EIA) adalah bahwa  persediaan penyulingan jauh di bawah rata-rata. Musim dingin akan  datang,&quot; kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago seperti  dikutip oleh Reuters. &quot;Pasar melihat gambaran besarnya, berlawanan  dengan jumlah permintaan jangka pendek yang terkena dampak badai.&quot;
Prospek permintaan energi yang lebih lemah di tengah perlambatan  ekonomi global terus membebani harga. Banyak investor tetap khawatir  bahwa kenaikan inflasi akan mengurangi permintaan bahan bakar. Badan  Energi Internasional (IEA) memperingatkan ekonomi global mungkin masuk  ke dalam resesi.
Dalam laporan bulanannya yang dirilis pada Kamis (13/10/2022), Badan  Energi Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak  dunia baik untuk tahun ini maupun tahun depan, mengutip hambatan ekonomi  yang lebih kuat.
IEA menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyaknya sedikit  untuk tahun ini menjadi 1,9 juta barel per hari dan 470.000 barel per  hari pada 2023 menjadi 1,7 juta barel per hari.
Juga membebani harga adalah peringatan oleh IEA bahwa keputusan OPEC+  minggu lalu untuk memangkas pasokan sebesar 2 juta barel per hari (bph)  dapat menyebabkan resesi global.
&quot;Rencana OPEC+ ... telah menggelincirkan lintasan pertumbuhan pasokan  minyak sepanjang sisa tahun ini dan tahun depan, dengan tingkat harga  yang lebih tinggi yang dihasilkan memperburuk volatilitas pasar dan  meningkatkan kekhawatiran keamanan energi,&quot; kata IEA.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak menghentikan penurunan tiga sesi berturut-turut.
Harga minyak dunia naik karena stok minyak diesel yang terbatas menjelang musim dingin memicu pembelian dan membalikkan kerugian awal di tengah stok minyak mentah dan bensin yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Merespons Proyeksi OPEC

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman November terangkat USD1,84 atau 2,1% menjadi USD89,11 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD2,12 atau 2,3% menjadi USD94,57 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Jumat (14/10/2022).
BACA JUGA:Luhut Prediksi Harga Minyak Dunia Bisa Capai USD200 per Barel

Harga minyak mengumpulkan beberapa dukungan dari penurunan stok sulingan AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Kamis (13/10/2022) bahwa persediaan bahan bakar distilasi yang meliputi minyak diesel dan pemanas negara itu turun 4,9 juta barel selama pekan yang berakhir 7 Oktober, jauh melebihi ekspektasi untuk penurunan 2 juta barel dan membawa persediaan menjadi 106,1 juta barel, terendah sejak Mei.
Itu mendorong investor untuk mengabaikan kejutan 2 juta stok bensin dan kenaikan yang lebih besar dari perkiraan mendekati 10 juta barel dalam persediaan minyak mentah. Menurut EIA, persediaan minyak mentah komersial meningkat sebesar 9,9 juta barel pekan lalu, sementara total persediaan bensin motor naik 2,0 juta barel.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Bagian yang paling mengganggu dari laporan (EIA) adalah bahwa  persediaan penyulingan jauh di bawah rata-rata. Musim dingin akan  datang,&quot; kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago seperti  dikutip oleh Reuters. &quot;Pasar melihat gambaran besarnya, berlawanan  dengan jumlah permintaan jangka pendek yang terkena dampak badai.&quot;
Prospek permintaan energi yang lebih lemah di tengah perlambatan  ekonomi global terus membebani harga. Banyak investor tetap khawatir  bahwa kenaikan inflasi akan mengurangi permintaan bahan bakar. Badan  Energi Internasional (IEA) memperingatkan ekonomi global mungkin masuk  ke dalam resesi.
Dalam laporan bulanannya yang dirilis pada Kamis (13/10/2022), Badan  Energi Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak  dunia baik untuk tahun ini maupun tahun depan, mengutip hambatan ekonomi  yang lebih kuat.
IEA menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyaknya sedikit  untuk tahun ini menjadi 1,9 juta barel per hari dan 470.000 barel per  hari pada 2023 menjadi 1,7 juta barel per hari.
Juga membebani harga adalah peringatan oleh IEA bahwa keputusan OPEC+  minggu lalu untuk memangkas pasokan sebesar 2 juta barel per hari (bph)  dapat menyebabkan resesi global.
&quot;Rencana OPEC+ ... telah menggelincirkan lintasan pertumbuhan pasokan  minyak sepanjang sisa tahun ini dan tahun depan, dengan tingkat harga  yang lebih tinggi yang dihasilkan memperburuk volatilitas pasar dan  meningkatkan kekhawatiran keamanan energi,&quot; kata IEA.</content:encoded></item></channel></rss>
