<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Turun Tipis di Tengah Kenaikan Inflasi</title><description>Harga emas berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi"/><item><title>Harga Emas Berjangka Turun Tipis di Tengah Kenaikan Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi-egV1AZH5CS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686822/harga-emas-berjangka-turun-tipis-di-tengah-kenaikan-inflasi-egV1AZH5CS.jpeg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).  Harga emas sempat terperosok menembus level psikologis USD1.650 namun menguat kembali mengembalikan sebagian besar kerugian awal karena dolar jatuh setelah data inflasi AS lebih kuat dari perkiraan.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Data Inflasi AS

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis USD0,5 atau 0,03% menjadi USD1.677 per ounce, dilansir dari Antara, Jumat (14/10/2022).
Dolar melemah setelah data inflasi terbaru dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan The Fed masih jauh tertinggal dalam perjuangannya melawan tekanan harga.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Tak Berubah, Masih Dibanderol Rp941.000/Gram


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia dan franc Swiss, jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh hari, setelah mencapai level tertinggi dua minggu di 113,835.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/10/2022) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,4% pada September berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,1% pada Agustus. Harga konsumen secara keseluruhan naik 8,2% dalam 12 bulan terakhir, lebih tinggi dari prediksi ekonom sebesar 8,1%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan membantu meningkatkan  ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal  Reserve dalam pertemuan November.
Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 300 basis poin sejak  Maret untuk mengekang tekanan harga yang tidak terkendali dan  kemungkinan akan menambah 125 basis poin lagi sebelum akhir tahun. Para  ekonom memperkirakan kenaikan lebih lanjut pada tahun 2023, membuat  pembicaraan tentang &quot;puncak inflasi&quot; tidak relevan untuk saat ini.
&quot;Para pembuat kebijakan telah menjelaskan bahwa dibutuhkan lebih dari  satu angka untuk mempengaruhi mereka, tetapi investor tidak pernah  menunggu selama itu,&quot; kata analis OANDA Craig Erlam, mempertanyakan reli  risk-on prematur di pasar yang mengharapkan penurunan suku bunga Fed.
Emas juga menemukan beberapa dukungan karena Departemen Tenaga Kerja  AS melaporkan Kamis (13/10/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS naik  9.000 menjadi 228.000 dalam pekan yang berakhir 8 Oktober. Perkiraan  median para ekonom menyebutkan 225.000 permohonan baru. Rata-rata  pergerakan empat minggu meningkat menjadi 211.500.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2 sen atau  0,11% menjadi USD18,918 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari  naik USD15,4 atau 1,75% menjadi USD896,4 dolar AS per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).  Harga emas sempat terperosok menembus level psikologis USD1.650 namun menguat kembali mengembalikan sebagian besar kerugian awal karena dolar jatuh setelah data inflasi AS lebih kuat dari perkiraan.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Data Inflasi AS

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis USD0,5 atau 0,03% menjadi USD1.677 per ounce, dilansir dari Antara, Jumat (14/10/2022).
Dolar melemah setelah data inflasi terbaru dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan The Fed masih jauh tertinggal dalam perjuangannya melawan tekanan harga.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Tak Berubah, Masih Dibanderol Rp941.000/Gram


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia dan franc Swiss, jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh hari, setelah mencapai level tertinggi dua minggu di 113,835.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/10/2022) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,4% pada September berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,1% pada Agustus. Harga konsumen secara keseluruhan naik 8,2% dalam 12 bulan terakhir, lebih tinggi dari prediksi ekonom sebesar 8,1%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan membantu meningkatkan  ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal  Reserve dalam pertemuan November.
Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 300 basis poin sejak  Maret untuk mengekang tekanan harga yang tidak terkendali dan  kemungkinan akan menambah 125 basis poin lagi sebelum akhir tahun. Para  ekonom memperkirakan kenaikan lebih lanjut pada tahun 2023, membuat  pembicaraan tentang &quot;puncak inflasi&quot; tidak relevan untuk saat ini.
&quot;Para pembuat kebijakan telah menjelaskan bahwa dibutuhkan lebih dari  satu angka untuk mempengaruhi mereka, tetapi investor tidak pernah  menunggu selama itu,&quot; kata analis OANDA Craig Erlam, mempertanyakan reli  risk-on prematur di pasar yang mengharapkan penurunan suku bunga Fed.
Emas juga menemukan beberapa dukungan karena Departemen Tenaga Kerja  AS melaporkan Kamis (13/10/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS naik  9.000 menjadi 228.000 dalam pekan yang berakhir 8 Oktober. Perkiraan  median para ekonom menyebutkan 225.000 permohonan baru. Rata-rata  pergerakan empat minggu meningkat menjadi 211.500.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2 sen atau  0,11% menjadi USD18,918 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari  naik USD15,4 atau 1,75% menjadi USD896,4 dolar AS per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
