<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 6 Kesepakatan Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20</title><description>Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menghasilkan enam kesepakatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20"/><item><title>Ini 6 Kesepakatan Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20-ueS1znYNLQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">6 kesepakatan menkeu dan gubernur bank sentral G20 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686825/ini-6-kesepakatan-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-g20-ueS1znYNLQ.jpg</image><title>6 kesepakatan menkeu dan gubernur bank sentral G20 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menghasilkan enam kesepakatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa tantangan ekonomi global yang kompleks membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan tindakan kolektif dari G20.
&quot;Tantangan ekonomi global yang kompleks juga memerlukan kerja sama dan sinkronisasi dalam mengembangkan bauran kebijakan makroekonomi yang tepat dari instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan struktural untuk mengatasi masalah global kita bersama dan mendukung pemulihan ekonomi secara efektif,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers The 4th Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting di Washington DC, Jumat (14/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut G20 Jadi Harapan untuk Navigasi Krisis Ekonomi

Dia berpesan, bauran kebijakan yang tepat sangat mendesak untuk menurunkan tekanan inflasi tinggi yang berkepanjangan.

&quot;Pertemuan kami hari ini sangat penting untuk kredibilitas G20. Di sini kami memiliki kesempatan untuk memenuhi komitmen lain yang kami buat pada bulan Februari lalu, serta untuk mengambil tindakan yang lebih mendesak pada masalah-masalah yang muncul sejak saat itu,&quot; ungkap Sri.
BACA JUGA:Ancaman Badai Ekonomi, Menko Airlangga Berharap Kolaborasi G20 Hasilkan Exit Strategy

Pertama, pada ekonomi global, G20 memperkuat tindakan terkoordinasi dan harmonis pada isu-isu yang sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran ekonomi global, termasuk ketahanan pangan dan energi.
&quot;Kedua, kami memperkuat komitmen kami untuk memastikan ketahanan keuangan jangka panjang dari arsitektur keuangan internasional.  Komitmen kami termasuk pada Global Financial Safety Net (GFSN), alokasi Special Drawing Right (SDR) untuk mendukung yang paling rentan dan untuk memperkuat kerangka kecukupan modal Multilateral Development Bank sambil memastikan penerapan Kerangka Kerja Umum tentang Perlakuan Utang di luar DSSI,&quot; jelas Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy80LzE1NDg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketiga, mereka menegaskan kembali komitmennya untuk kemajuan yang  signifikan dalam regulasi dan pengawasan sektor keuangan. Mereka pun  bertujuan untuk memperkuat sistem keuangan internasional dalam  menghadapi perkembangan sistem keuangan, termasuk aktivitas dan pasar  crypto-asset sambil memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan  produktivitas, ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, dan strategi  untuk memperkuat literasi keuangan digital.
&quot;Yang keempat, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan  Laporan Keuangan Berkelanjutan 2022, yang, dalam menangani prioritas  yang diidentifikasi dalam Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan G20, telah  mengembangkan kerangka keuangan transisi untuk mengenali kegiatan  transisi iklim, termasuk transisi energi dan cara-cara untuk  meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan keuangan berkelanjutan,&quot;  jelas Sri.
Kesepakatan kelima, mereka menegaskan kembali komitmennya untuk  merevitalisasi investasi infrastruktur dengan cara yang berkelanjutan,  inklusif, dan terjangkau, termasuk alat untuk meningkatkan partisipasi  sektor swasta, memobilisasi pembiayaan ke kota dan daerah, meningkatkan  investasi digital dan InfraTech, dan meningkatkan investasi  infrastruktur yang berkelanjutan dan transformatif.
&quot;Yang terakhir, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk  implementasi paket pajak internasional sambil menantikan implementasi  penuh dari Asia Initiative Bali Declaration on International Taxation,&quot;  ucap Sri.
Pertemuan hari ini adalah pertemuan keempat dan terakhir Pertemuan  Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di bawah Presidensi G20  Indonesia.
&quot;Terlepas dari kenyataan bahwa kami menghadapi banyak tantangan sejak  awal sebagai akibat dari meningkatnya konflik politik, perang di  Ukraina, dan diperburuk oleh situasi ekonomi yang memburuk, Presidensi  Indonesia telah mampu mempertahankan kesatuan G20 sebagai forum global  utama untuk kebijakan ekonomi dan keuangan,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menghasilkan enam kesepakatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa tantangan ekonomi global yang kompleks membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan tindakan kolektif dari G20.
&quot;Tantangan ekonomi global yang kompleks juga memerlukan kerja sama dan sinkronisasi dalam mengembangkan bauran kebijakan makroekonomi yang tepat dari instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan struktural untuk mengatasi masalah global kita bersama dan mendukung pemulihan ekonomi secara efektif,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers The 4th Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting di Washington DC, Jumat (14/10/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut G20 Jadi Harapan untuk Navigasi Krisis Ekonomi

Dia berpesan, bauran kebijakan yang tepat sangat mendesak untuk menurunkan tekanan inflasi tinggi yang berkepanjangan.

&quot;Pertemuan kami hari ini sangat penting untuk kredibilitas G20. Di sini kami memiliki kesempatan untuk memenuhi komitmen lain yang kami buat pada bulan Februari lalu, serta untuk mengambil tindakan yang lebih mendesak pada masalah-masalah yang muncul sejak saat itu,&quot; ungkap Sri.
BACA JUGA:Ancaman Badai Ekonomi, Menko Airlangga Berharap Kolaborasi G20 Hasilkan Exit Strategy

Pertama, pada ekonomi global, G20 memperkuat tindakan terkoordinasi dan harmonis pada isu-isu yang sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran ekonomi global, termasuk ketahanan pangan dan energi.
&quot;Kedua, kami memperkuat komitmen kami untuk memastikan ketahanan keuangan jangka panjang dari arsitektur keuangan internasional.  Komitmen kami termasuk pada Global Financial Safety Net (GFSN), alokasi Special Drawing Right (SDR) untuk mendukung yang paling rentan dan untuk memperkuat kerangka kecukupan modal Multilateral Development Bank sambil memastikan penerapan Kerangka Kerja Umum tentang Perlakuan Utang di luar DSSI,&quot; jelas Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy80LzE1NDg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketiga, mereka menegaskan kembali komitmennya untuk kemajuan yang  signifikan dalam regulasi dan pengawasan sektor keuangan. Mereka pun  bertujuan untuk memperkuat sistem keuangan internasional dalam  menghadapi perkembangan sistem keuangan, termasuk aktivitas dan pasar  crypto-asset sambil memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan  produktivitas, ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, dan strategi  untuk memperkuat literasi keuangan digital.
&quot;Yang keempat, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan  Laporan Keuangan Berkelanjutan 2022, yang, dalam menangani prioritas  yang diidentifikasi dalam Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan G20, telah  mengembangkan kerangka keuangan transisi untuk mengenali kegiatan  transisi iklim, termasuk transisi energi dan cara-cara untuk  meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan keuangan berkelanjutan,&quot;  jelas Sri.
Kesepakatan kelima, mereka menegaskan kembali komitmennya untuk  merevitalisasi investasi infrastruktur dengan cara yang berkelanjutan,  inklusif, dan terjangkau, termasuk alat untuk meningkatkan partisipasi  sektor swasta, memobilisasi pembiayaan ke kota dan daerah, meningkatkan  investasi digital dan InfraTech, dan meningkatkan investasi  infrastruktur yang berkelanjutan dan transformatif.
&quot;Yang terakhir, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk  implementasi paket pajak internasional sambil menantikan implementasi  penuh dari Asia Initiative Bali Declaration on International Taxation,&quot;  ucap Sri.
Pertemuan hari ini adalah pertemuan keempat dan terakhir Pertemuan  Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di bawah Presidensi G20  Indonesia.
&quot;Terlepas dari kenyataan bahwa kami menghadapi banyak tantangan sejak  awal sebagai akibat dari meningkatnya konflik politik, perang di  Ukraina, dan diperburuk oleh situasi ekonomi yang memburuk, Presidensi  Indonesia telah mampu mempertahankan kesatuan G20 sebagai forum global  utama untuk kebijakan ekonomi dan keuangan,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
