<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawasan Industri Terpadu Batang Siap Tampung Relokasi Investasi Asing</title><description>Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang diharapkan bisa menarik investor lokal maupun asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing"/><item><title>Kawasan Industri Terpadu Batang Siap Tampung Relokasi Investasi Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing-Eqe7LhaFgo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga kunjungi kawasan industri terpadu Batang (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/320/2686832/kawasan-industri-terpadu-batang-siap-tampung-relokasi-investasi-asing-Eqe7LhaFgo.jpg</image><title>Menko Airlangga kunjungi kawasan industri terpadu Batang (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang diharapkan bisa menarik investor lokal maupun asing. KIT Batang juga disiapkan untuk investor asing yang ingin merelokasi investasinya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah mendukung pengembangan KIT Batang.
BACA JUGA:Kawasan Industri di Indonesia Siap Dukung Hilirisasi SDA

&amp;ldquo;Saat ini KIT Batang telah memiliki direktur utama baru. Nanti beliau ini yang akan membantu berbagai kendala yang dihadapi para tenant di sini,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga saat melakukan kunjungan ke KIT Batang di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikutip Jumat (14/10/2022).
KIT Batang yang memiliki luas sekitar 4.300 hektare ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Ada berbagai fasilitas ditawarkan untuk para calon investor, termasuk jaringan gas pipa transmisi yang telah dibangun serta ditargetkan selesai pada 2023 dan target operasional pada 2024.
BACA JUGA:Presiden Jokowi ke Kawasan Industri Batang dan Groundbreaking Pabrik Pipa

Pembangunan KIT Batang difokuskan pada pembangunan klaster 1 seluas 3.100 hektare yang dibagi menjadi 3 fase. Pembangunan fase 1 seluas 450 hektare telah selesai untuk infrastruktur dasar di dalam kawasan.
Total investasi KIT Batang diproyeksi mencapai Rp165 triliun, seluruh area pada fase 1 ini telah terisi tenant baik investor asing dan domestik, di antaranya dari negara Korea Selatan, Taiwan, Belanda, dan Inggris. Fokus pengembangan industri pada fase 1 ini di antaranya kimia, otomotif, tekstil, logistik, ICT dan high tech.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kunjungan ke KIT Batang tersebut, Menko Airlangga memantau secara langsung perkembangan  pembangunan infrastruktur yang telah disiapkan seperti jalan dalam  kawasan, akses jalan tol, waduk, sistem drainase, konstruksi pabrik  tenant, serta rencana lokasi jetty dan dry port.
Sebagai upaya penyediaan air baku di KIT Batang, Pemerintah telah  menyelesaikan pembangunan Bendung Sungai Urang untuk memenuhi kebutuhan  air baku di KIT Batang dengan kapasitas 285 liter/detik. Sistem  penyaluran air baku, IPAL, drainase dan lainnya akan dapat mulai  beroperasi pada 2023 sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, infrastruktur pendukung di KIT Batang fase 1 juga  ditargetkan akan beroperasi pada semester I 2024 baik jaringan gas,  listrik, air baku, dan infrastruktur lainnya, sehingga tenant dapat  mulai beroperasi pada tahun 2024. Sebagai infrastruktur pendukung juga  telah dibangun rumah susun sebanyak 10 tower dengan daya tampung sekitar  2.570 orang, yang utamanya ditujukan untuk menampung tenaga kerja dari  para tenant.
Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi  yang telah mendukung pembangunan KIT Batang dan memberikan arahan kepada  seluruh pihak yang terkait untuk dapat mendukung secara penuh  percepatan pembangunan KIT Batang. Melalui investasi dan ekspor produk  yang dihasilkan oleh industri di Kawasan KIT Batang diharapkan dapat  ikut memberikan dampak langsung yang signifikan pada penguatan  perekonomian Indonesia.
Pembangunan KIT Batang juga diharapkan tidak berhenti pada penyediaan  infrastruktur fisik semata, tetapi lebih jauh lagi mampu menciptakan  multiplier effect kepada perekonomian daerah serta meningkatkan  partisipasi Indonesia dalam global value chain melalui ekspor produk  manufaktur unggulan dengan nilai tambah yang tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang diharapkan bisa menarik investor lokal maupun asing. KIT Batang juga disiapkan untuk investor asing yang ingin merelokasi investasinya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah mendukung pengembangan KIT Batang.
BACA JUGA:Kawasan Industri di Indonesia Siap Dukung Hilirisasi SDA

&amp;ldquo;Saat ini KIT Batang telah memiliki direktur utama baru. Nanti beliau ini yang akan membantu berbagai kendala yang dihadapi para tenant di sini,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga saat melakukan kunjungan ke KIT Batang di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikutip Jumat (14/10/2022).
KIT Batang yang memiliki luas sekitar 4.300 hektare ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Ada berbagai fasilitas ditawarkan untuk para calon investor, termasuk jaringan gas pipa transmisi yang telah dibangun serta ditargetkan selesai pada 2023 dan target operasional pada 2024.
BACA JUGA:Presiden Jokowi ke Kawasan Industri Batang dan Groundbreaking Pabrik Pipa

Pembangunan KIT Batang difokuskan pada pembangunan klaster 1 seluas 3.100 hektare yang dibagi menjadi 3 fase. Pembangunan fase 1 seluas 450 hektare telah selesai untuk infrastruktur dasar di dalam kawasan.
Total investasi KIT Batang diproyeksi mencapai Rp165 triliun, seluruh area pada fase 1 ini telah terisi tenant baik investor asing dan domestik, di antaranya dari negara Korea Selatan, Taiwan, Belanda, dan Inggris. Fokus pengembangan industri pada fase 1 ini di antaranya kimia, otomotif, tekstil, logistik, ICT dan high tech.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kunjungan ke KIT Batang tersebut, Menko Airlangga memantau secara langsung perkembangan  pembangunan infrastruktur yang telah disiapkan seperti jalan dalam  kawasan, akses jalan tol, waduk, sistem drainase, konstruksi pabrik  tenant, serta rencana lokasi jetty dan dry port.
Sebagai upaya penyediaan air baku di KIT Batang, Pemerintah telah  menyelesaikan pembangunan Bendung Sungai Urang untuk memenuhi kebutuhan  air baku di KIT Batang dengan kapasitas 285 liter/detik. Sistem  penyaluran air baku, IPAL, drainase dan lainnya akan dapat mulai  beroperasi pada 2023 sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, infrastruktur pendukung di KIT Batang fase 1 juga  ditargetkan akan beroperasi pada semester I 2024 baik jaringan gas,  listrik, air baku, dan infrastruktur lainnya, sehingga tenant dapat  mulai beroperasi pada tahun 2024. Sebagai infrastruktur pendukung juga  telah dibangun rumah susun sebanyak 10 tower dengan daya tampung sekitar  2.570 orang, yang utamanya ditujukan untuk menampung tenaga kerja dari  para tenant.
Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi  yang telah mendukung pembangunan KIT Batang dan memberikan arahan kepada  seluruh pihak yang terkait untuk dapat mendukung secara penuh  percepatan pembangunan KIT Batang. Melalui investasi dan ekspor produk  yang dihasilkan oleh industri di Kawasan KIT Batang diharapkan dapat  ikut memberikan dampak langsung yang signifikan pada penguatan  perekonomian Indonesia.
Pembangunan KIT Batang juga diharapkan tidak berhenti pada penyediaan  infrastruktur fisik semata, tetapi lebih jauh lagi mampu menciptakan  multiplier effect kepada perekonomian daerah serta meningkatkan  partisipasi Indonesia dalam global value chain melalui ekspor produk  manufaktur unggulan dengan nilai tambah yang tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
