<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Ancaman Resesi, RS Primaya Tetap Optimistis IPO</title><description>PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk tetap optimistis melantai di pasar modal walau ada ancaman resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo"/><item><title>Ada Ancaman Resesi, RS Primaya Tetap Optimistis IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo-gGH5Omp6QO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO pengelola RS Primaya (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/278/2688737/ada-ancaman-resesi-rs-primaya-tetap-optimistis-ipo-gGH5Omp6QO.jpg</image><title>IPO pengelola RS Primaya (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk tetap optimistis melantai di pasar modal walau ada ancaman resesi. Pengelola rumah sakit (RS) Primaya ini akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Komisaris Utama RS Primaya Yos Effendi Susanto meyakini, bahwa sektor kesehatan masih akan cerah ke depannya meski kondisi ekonomi bergejolak. Hal itu karena kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat, utamanya pasca pandemi Covid-19.
BACA JUGA:RANS Entertainment Siap IPO di Tahun Depan, Ini Strateginya

&amp;ldquo;Industri rumah sakit sudah kembali seperti semula. Bahkan, lebih baik dari sebelumnya karena pasca pandemi, masyarakat lebih sadar akan kesehatan,&amp;rdquo; kata Yos dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/10/2022).
Selain itu, Yos mengatakan bahwa, akreditasi internasional rumah sakit dari Joint Comission International (JCI) yang berbasis di Amerika Serikat menjadi salah satu keunggulan yang dapat menarik investor. Pasalnya, akreditas tersebut hanya dimiliki oleh 23 dari 3.000 rumah sakit di Indonesia.
BACA JUGA:40 Perusahaan Segera IPO di BEI, Ada yang Incar Dana Segar Rp1 Triliun 

&amp;ldquo;Dengan itu kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, yang mengutamakan keselamatan pasien,&amp;rdquo; lanjutnya.
Senada dengan Yos, CEO RS Primaya Leona A Karnali juga menyebut, prospek bisnis bidang kesehatan di Indonesia akan terus meningkat, di antaranya meliputi rumah sakit, peralatan kesehatan, obat-obatan dan juga asuransi kesehatan.
&amp;ldquo;Hal itu didorong oleh kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi, pangsa pasar yang luas dan bertumbuh, yang juga dapat memperkuat potensi bisnis rumah sakit sebagai ujung tombak sektor kesehatan,&amp;rdquo; kata Leona.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;RS Primaya IPO dengan menawarkan sebanyak 302,22 juta saham atau  sebesar 2,28% dari modal ditempatkan dan disetor. Melalui IPO ini,  perseroan mengincar dana sebesar Rp287,11 miliar.
Perseroan akan menggunakan sekitar 50% dari dana hasil IPO sebagai  dana tambahan perolehan tanah, yang nantinya tanah tersebut akan  digunakan untuk pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru di kota-kota  besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Adapun, penggunaan dana tersebut, akan dialihkan kepada perusahaan  anak yang akan dibentuk saat transaksi pembelian tanah dilakukan, yang  penyaluran dananya akan diberikan dalam bentuk penyetoran modal.
Kemudian, sekitar 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk dana  tambahan biaya pengembangan gedung, dan layanan rumah sakit-rumah sakit  yang sudah ada.
Perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan  kapasitas tempat tidur dan diversifikasi layanan di rumah sakit Grup  Primaya, dengan cara penambahan lantai bangunan dan juga memperluas dan  menambah layanan spesialis baru, termasuk di antaranya membeli alat-alat  medis baru.
Terakhir, sekitar 25% dari dana hasil IPO akan digunakan sebagai dana  tambahan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit-rumah sakit baru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk tetap optimistis melantai di pasar modal walau ada ancaman resesi. Pengelola rumah sakit (RS) Primaya ini akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Komisaris Utama RS Primaya Yos Effendi Susanto meyakini, bahwa sektor kesehatan masih akan cerah ke depannya meski kondisi ekonomi bergejolak. Hal itu karena kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat, utamanya pasca pandemi Covid-19.
BACA JUGA:RANS Entertainment Siap IPO di Tahun Depan, Ini Strateginya

&amp;ldquo;Industri rumah sakit sudah kembali seperti semula. Bahkan, lebih baik dari sebelumnya karena pasca pandemi, masyarakat lebih sadar akan kesehatan,&amp;rdquo; kata Yos dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/10/2022).
Selain itu, Yos mengatakan bahwa, akreditasi internasional rumah sakit dari Joint Comission International (JCI) yang berbasis di Amerika Serikat menjadi salah satu keunggulan yang dapat menarik investor. Pasalnya, akreditas tersebut hanya dimiliki oleh 23 dari 3.000 rumah sakit di Indonesia.
BACA JUGA:40 Perusahaan Segera IPO di BEI, Ada yang Incar Dana Segar Rp1 Triliun 

&amp;ldquo;Dengan itu kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, yang mengutamakan keselamatan pasien,&amp;rdquo; lanjutnya.
Senada dengan Yos, CEO RS Primaya Leona A Karnali juga menyebut, prospek bisnis bidang kesehatan di Indonesia akan terus meningkat, di antaranya meliputi rumah sakit, peralatan kesehatan, obat-obatan dan juga asuransi kesehatan.
&amp;ldquo;Hal itu didorong oleh kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi, pangsa pasar yang luas dan bertumbuh, yang juga dapat memperkuat potensi bisnis rumah sakit sebagai ujung tombak sektor kesehatan,&amp;rdquo; kata Leona.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;RS Primaya IPO dengan menawarkan sebanyak 302,22 juta saham atau  sebesar 2,28% dari modal ditempatkan dan disetor. Melalui IPO ini,  perseroan mengincar dana sebesar Rp287,11 miliar.
Perseroan akan menggunakan sekitar 50% dari dana hasil IPO sebagai  dana tambahan perolehan tanah, yang nantinya tanah tersebut akan  digunakan untuk pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru di kota-kota  besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Adapun, penggunaan dana tersebut, akan dialihkan kepada perusahaan  anak yang akan dibentuk saat transaksi pembelian tanah dilakukan, yang  penyaluran dananya akan diberikan dalam bentuk penyetoran modal.
Kemudian, sekitar 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk dana  tambahan biaya pengembangan gedung, dan layanan rumah sakit-rumah sakit  yang sudah ada.
Perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan  kapasitas tempat tidur dan diversifikasi layanan di rumah sakit Grup  Primaya, dengan cara penambahan lantai bangunan dan juga memperluas dan  menambah layanan spesialis baru, termasuk di antaranya membeli alat-alat  medis baru.
Terakhir, sekitar 25% dari dana hasil IPO akan digunakan sebagai dana  tambahan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit-rumah sakit baru.</content:encoded></item></channel></rss>
