<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Saham Bank Big Caps dan Bank Digital, Lebih Cuan Mana?</title><description>Menakar kinerja saham bank big caps dan bank digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana"/><item><title>Menakar Saham Bank Big Caps dan Bank Digital, Lebih Cuan Mana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana-R5RXZtsoLY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menakar saham bank big caps dan bank digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/278/2688856/menakar-saham-bank-big-caps-dan-bank-digital-lebih-cuan-mana-R5RXZtsoLY.jpg</image><title>Menakar saham bank big caps dan bank digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menakar kinerja saham bank big caps dan bank digital. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai penutupan sesi I hari ini, Senin (17/10/2022), melanjutkan pelemahan yang terjadi selama sepekan lalu.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, saham-saham perbankan pun masih terus terkoreksi. Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini melalui akumulasi atau cicil saham bank berkapitalisasi besar.
BACA JUGA:Melemah, IHSG Turun ke Level 6.787 pada Sesi I 


Kalangan analis memproyeksikan perkembangan fundamental bank-bank besar akan semakin baik sampai dengan akhir tahun. Bahkan perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi tertinggi sepanjang masa atau all time high.
Meski demikian analis mengingatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga.
Direktur Samuel Sekuritas Suria Darma memproyeksikan laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencatat all time high tahun ini walaupun sudah terjadi kenaikan suku bunga. Keempat bank tersebut adalah Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI.
BACA JUGA:IHSG Melemah ke 6.798 Jelang Data Neraca Perdagangan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga menyarankan untuk mulai melakukan cicil beli saham BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.
Namun Nico juga mengingatkan agar pembelian jangan dilakukan dalam jumlah yang banyak dulu karena masih potensi untuk terkoreksi lagi. Suria menambahkan tren kenaikan suku bunga mungkin lebih berpengaruh bagi bank yang lebih kecil, yang umumnya lebih bergantung pada deposito ketimbang dana CASA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jika dilihat kinerja sepanjang tahun emiten bank digital kompak  tertekan. Seperti saham Bank Jago (ARTO) yang terkoreksi 68,59% sejak  awal tahun hingga penutupan hari Jumat lalu menjadi di level 5.025.  Selanjutnya saham Allo Bank (BBHI) turun 58,38% menjadi 1.675.
Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai valuasi bank  digital memang mahal. Sementara kenaikan harga saham bank digital pada  tahun 2021 lalu terjadi akibat ekspektasi investor yang memproyeksikan  kinerja bank digital akan melesat karena ditopang jangkauan layanan bank  digital.
Namun di tahun ini fokus investor mulai bergeser ke sektor energi  yang menjadi primadona saat krisis geopolitik. Di sisi lain, pembukaan  aktivitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi membuat bank konvensional  lebih menarik bagi investor.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menakar kinerja saham bank big caps dan bank digital. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai penutupan sesi I hari ini, Senin (17/10/2022), melanjutkan pelemahan yang terjadi selama sepekan lalu.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, saham-saham perbankan pun masih terus terkoreksi. Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini melalui akumulasi atau cicil saham bank berkapitalisasi besar.
BACA JUGA:Melemah, IHSG Turun ke Level 6.787 pada Sesi I 


Kalangan analis memproyeksikan perkembangan fundamental bank-bank besar akan semakin baik sampai dengan akhir tahun. Bahkan perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi tertinggi sepanjang masa atau all time high.
Meski demikian analis mengingatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga.
Direktur Samuel Sekuritas Suria Darma memproyeksikan laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencatat all time high tahun ini walaupun sudah terjadi kenaikan suku bunga. Keempat bank tersebut adalah Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI.
BACA JUGA:IHSG Melemah ke 6.798 Jelang Data Neraca Perdagangan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga menyarankan untuk mulai melakukan cicil beli saham BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.
Namun Nico juga mengingatkan agar pembelian jangan dilakukan dalam jumlah yang banyak dulu karena masih potensi untuk terkoreksi lagi. Suria menambahkan tren kenaikan suku bunga mungkin lebih berpengaruh bagi bank yang lebih kecil, yang umumnya lebih bergantung pada deposito ketimbang dana CASA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jika dilihat kinerja sepanjang tahun emiten bank digital kompak  tertekan. Seperti saham Bank Jago (ARTO) yang terkoreksi 68,59% sejak  awal tahun hingga penutupan hari Jumat lalu menjadi di level 5.025.  Selanjutnya saham Allo Bank (BBHI) turun 58,38% menjadi 1.675.
Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai valuasi bank  digital memang mahal. Sementara kenaikan harga saham bank digital pada  tahun 2021 lalu terjadi akibat ekspektasi investor yang memproyeksikan  kinerja bank digital akan melesat karena ditopang jangkauan layanan bank  digital.
Namun di tahun ini fokus investor mulai bergeser ke sektor energi  yang menjadi primadona saat krisis geopolitik. Di sisi lain, pembukaan  aktivitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi membuat bank konvensional  lebih menarik bagi investor.</content:encoded></item></channel></rss>
