<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen BUMN: Kita Investasikan Banyak Uang Bangun Konektivitas Ekonomi Digital</title><description>Indonesia telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun konektivitas ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital"/><item><title>Wamen BUMN: Kita Investasikan Banyak Uang Bangun Konektivitas Ekonomi Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital-y3wAZq9lJp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah investasikan uang untuk ekonomi digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/320/2689027/wamen-bumn-kita-investasikan-banyak-uang-bangun-konektivitas-ekonomi-digital-y3wAZq9lJp.jpg</image><title>Pemerintah investasikan uang untuk ekonomi digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun konektivitas ekonomi digital. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai USD320 miliar per tahun pada 2030 atau 30% dari total produk domestik bruto Indonesia.
&amp;ldquo;Untuk kita mengakselerasi proses ini, kita telah memiliki dua inisiatif besar. Pertama, pada back end, di mana melalui Telkom Indonesia, kita telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun konektivitas,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Bahas Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bicara James Watt hingga Kecerdasan Buatan

Untuk diketahui, PT Telkom Indonesia Tbk telah membangun jaringan fiber sepanjang 170 ribu kilometer dengan 250 ribu pemancar sehingga sekitar 95% wilayah di Indonesia yang merupakan negara kepulauan telah terhubung dengan internet.
Ke depan, Indonesia akan mengembangkan infrastruktur pusat data sehingga diharapkan usaha mikro, kecil, dan menengah dapat mengakses komputasi awan untuk mengelola data mereka dengan harga yang murah.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Kebijakan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Indonesia juga memiliki lima modal ventura di bawah BUMN seperti PT Telkomsel, Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang saat ini telah berinvestasi pada hampir 330 perusahaan rintisan atau startup.
&amp;ldquo;Kami sangat dekat dengan seluruh komunitas perusahaan rintisan dan sekarang kami memiliki tiga tahap pengembangan startup di mana kami mencoba untuk mendorong pertumbuhan start up,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan pada tahap pertama, pemerintah akan terhubung dengan  sekitar 1000 startup untuk mengedukasi mereka guna membangun aplikasi  digital.
Pada tahap kedua, aplikasi dari startup yang telah terbangun akan  dikoneksikan dengan ekosistem badan usaha milik negara (BUMN) yang masih  dijalankan secara offline, baik ekosistem pertanian maupun jasa  kesehatan.
Pada tahap ketiga, pemerintah akan memberikan pendanaan seri B dan  seri C bagi startup yang sedang berkembang yang terkadang sulit  mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura di dalam negeri.
&amp;ldquo;Kami baru-baru ini meluncurkan Merah Putih Fund untuk menyediakan  pool of fund bagi startup dalam negeri yang membutuhkan pendanaan  lanjutan. Diharapkan Merah Putih Fund dapat beroperasi segera,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun konektivitas ekonomi digital. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai USD320 miliar per tahun pada 2030 atau 30% dari total produk domestik bruto Indonesia.
&amp;ldquo;Untuk kita mengakselerasi proses ini, kita telah memiliki dua inisiatif besar. Pertama, pada back end, di mana melalui Telkom Indonesia, kita telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun konektivitas,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Bahas Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bicara James Watt hingga Kecerdasan Buatan

Untuk diketahui, PT Telkom Indonesia Tbk telah membangun jaringan fiber sepanjang 170 ribu kilometer dengan 250 ribu pemancar sehingga sekitar 95% wilayah di Indonesia yang merupakan negara kepulauan telah terhubung dengan internet.
Ke depan, Indonesia akan mengembangkan infrastruktur pusat data sehingga diharapkan usaha mikro, kecil, dan menengah dapat mengakses komputasi awan untuk mengelola data mereka dengan harga yang murah.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Kebijakan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Indonesia juga memiliki lima modal ventura di bawah BUMN seperti PT Telkomsel, Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang saat ini telah berinvestasi pada hampir 330 perusahaan rintisan atau startup.
&amp;ldquo;Kami sangat dekat dengan seluruh komunitas perusahaan rintisan dan sekarang kami memiliki tiga tahap pengembangan startup di mana kami mencoba untuk mendorong pertumbuhan start up,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan pada tahap pertama, pemerintah akan terhubung dengan  sekitar 1000 startup untuk mengedukasi mereka guna membangun aplikasi  digital.
Pada tahap kedua, aplikasi dari startup yang telah terbangun akan  dikoneksikan dengan ekosistem badan usaha milik negara (BUMN) yang masih  dijalankan secara offline, baik ekosistem pertanian maupun jasa  kesehatan.
Pada tahap ketiga, pemerintah akan memberikan pendanaan seri B dan  seri C bagi startup yang sedang berkembang yang terkadang sulit  mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura di dalam negeri.
&amp;ldquo;Kami baru-baru ini meluncurkan Merah Putih Fund untuk menyediakan  pool of fund bagi startup dalam negeri yang membutuhkan pendanaan  lanjutan. Diharapkan Merah Putih Fund dapat beroperasi segera,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
